Salurkan Modal Kerja Ke Pegadaian Rp150 M - Unit Usaha Syariah Bank DKI

Jakarta - Sebagai upaya meningkatkan fungsi intermediasi perbankan, Bank DKI melalui Unit Usaha Syariahnya menyalurkan pembiayaan modal kerja senilai Rp150 miliar kepada Perum Pegadaian dengan jangka waktu 12 bulan. Pembiayaan tersebut disalurkan dalam skim al musyarakah executing. Penandatanganan kerjasama penyaluran pembiayaan tersebut dilakukan oleh Direktur Utama Bank DKI, Eko Budiwiyono dan Direktur Utama Perum Pegadaian, Suwhono di Jakarta, Selasa.

Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono menjelaskan bahwa penyaluran pembiayaan ini akan dipergunakan sebagai tambahan modal kerja pembiayaan untuk disalurkan kepada konsumen Perum Pegadaian berdasarkan prinsip syariah. Konsumen Perum Pegadaian merupakan masyarakat umum yang membutuhkan pinjaman untuk keperluan konsumsi maupun usaha.

Melalui penyaluran pembiayaan ini, Bank DKI berharap dapat meningkatkan akselerasi perbankan syariah dengan meningkatkan ekspansi pembiayaan unit usaha syariah Bank DKI kepada lembaga pembiayaan seperti Perum Pegadaian dan kepada sektor UMKM dan Koperasi Jumlah kantor layanan Perum Pegadaian yang mencapai 914 untuk di Jakarta saja, merupakan potensi jaringan pemasaran yang kuat.

Selain itu, Perum Pegadaian merupakan perusahaan credible dengan kinerja keuangan dan usaha yang prima serta perusahaan yang dikenal dengan reputasi yang baik di pasar.

Per Agustus 2011, Unit Usaha Syariah Bank DKI tersebut memiliki asset Rp930,48 miliar dengan perolehan dana pihak ketiga sebesar Rp531,32 miliar, dan sudah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp 705 miliar dan perolehan laba sebesar Rp18,32 miliar.

Saat ini, jaringan UUS Bank DKI sebanyak 12 kantor yang terdiri dari 2 kantor Cabang Syariah, 3 kantor Cabang Pembantu Syariah, dan 7 kantor kas syariah serta 38 kantor office channeling di kantor konvensional Bank DKI. Dalam waktu dekat, Unit Usaha Syariah Bank DKI akan meluncurkan produk gadai emas iB (rahn) dan dana talangan haji serta membuka Gerai Mikro Syariah.

Dalam menjalankan strategi pemasarannya, unit usaha syariah Bank DKI akan lebih mendekati segmen usaha ritail dan mikro serta berbasis pada komunitas (Segmented Community Based Marketing) dengan aktif mendatangi komunitas-komunitas yang menjadi target, seperti sekolah, yayasan, ormas, apoteker dan sejumlah komunitas informal untuk menawarkan kerja sama untuk seluruh anggota.

BERITA TERKAIT

Investasi Ilegal di Bali, Bukan Koperasi

Investasi Ilegal di Bali, Bukan Koperasi NERACA Denpasar - Sebanyak 12 lembaga keuangan yang menghimpun dana masyarakat secara ilegal di…

Farad Cryptoken Merambah Pasar Indonesia

  NERACA Jakarta-Sebuah mata uang digital baru (kriptografi) yang dikenal dengan Farad Cryptoken (“FRD”) mulai diperkenalkan ke masyarakat Indonesia melalui…

OJK: Kewenangan Satgas Waspada Iinvestasi Diperkuat

NERACA Bogor-Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengharapkan Satuan Tugas (Satgas) Waspada Investasi dapat diperkuat kewenangannya dalam melaksanakan tugas pengawasan, dengan payung…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Kena Dampak Covid 19, AAJI Minta Diizinkan Jual PAYDI Secara Online

    NERACA   Jakarta - Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) meminta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk mengizinkan Produk Asuransi…

Bank Mandiri Bayar BP Jamsostek Debitur KUR Senilai Rp5 Miliar

  NERACA Jakarta - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk bekerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan terkait penyediaan asuransi perlindungan bagi debitur…

OJK Minta Industri Jasa Keuangan Lakukan Penyesuaian Operasional

  NERACA Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meminta kepada seluruh lembaga di industri jasa keuangan untuk melakukan penyesuaian operasional…