Laba Bersih Acset Indonusa Turun 45,8%

Selasa, 28/04/2015

NERACA

Jakarta - PT Acset Indonusa Tbk (ACST), anak usaha PT United Tractors Tbk (UNTR), mencetak laba bersih sebesar RP 12,1 miliar selama kuartal I – 2015 atau turun 45,8% dibandingkan periode sama tahun lalu sebesar RP 22,3 miliar. Meski laba turun, pendapatan naik 19,7% dari Rp 261,6 miliar menjadi Rp 313,3 miliar. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, Senin (27/4).

Sementara itu, total aset selama kuartal I – 2015 tercatat sebesar Rp 1,5 triliun atau tumbuh 4,7% dibandingkan periode sama 2014 senilai Rp 1,4 triliun. Adapun total liabilitas meningkat dari Rp 826,3 miliar menjadi Rp 884,1 miliar.

Lebih jauh, Manajemen Acset mengungkapkan, pihaknya juga mencatat penurunan utang bank sebesar 45% atau sekitar Rp 101,7 miliar. Hal ini disebabkan oleh pelunasan utang menggunakan dana pinjaman dari pemegang saham. Sebagai gantinya ada kenaikan utang pemegang saham sebesar Rp 260 miliar, yang merupakan pinjaman dari PT Karya Supra Perkasa untuk melunasi pinjaman dengan suku bunga lebih tinggi.

Selama tiga bulan pertama tahun ini, Acset berhasil meraih kontrak baru senilai Rp 1,3 triliun. Jumlah ini setara 75% dari total total target kontrak baru perseroan hingga akhir tahun sebesar Rp 2 triliun. Kata Presiden Direktur Acset Indonusa, Ronnie Tan, kontrak itu berasal dari proyek pembangunan Thamrin Nine dan Langham Senopati Project. Mengingat nilai kontrak baru cukup besar, perseroan kemungkinan akan merevisi naik target yang semula ditetapkan.“Dalam beberapa bulan mendatang kami akan fokus memenuhi target Rp 2 triliun. Jika tercapai, ada kemungkinan kami revisi,”ujar Ronnie.

Dia mengakui, target yang dipasang perseroan cukup konservatif. Target ini belum memperhitungkan potensi proyek yang akan diperoleh dari Grup Astra. (bani)