BEI Suspensi Saham Waskita Karya

Harga Saham Dinilai Tidak Wajar

Selasa, 28/04/2015

NERACA

Jakarta – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan penghentian sementara atau suspensi perdagangan efek PT Waskita Karya Tbk (WSKT) dalam rangka menjaga pasar yang teratur, wajar dan efisien. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, Senin (27/4).

PH Kepala Divisi Penilaian Perusahaan Non Group BEI, Natal Naibaho mengatakan, pihaknya memutuskan untuk melakukan penghentian sementara perdagangan efek perseroan di seluruh pasar terhitung sejak sesi dua perdagangan pada Senin, 27/4.

Disebutkan, pihak Bursa meminta kepada para pemangku kepentingan untuk memperhatikan setiap keterbukaan informasi yang disampaikan oleh perseroan khususnya mengenai rencana penawaran umum terbatas I senilai Rp5,3 triliun. Saat ini, harga saham WSKT terpantau senilai Rp1.720 per lembar saham atau turun sekitar 3,64% pada perdagangan sesi dua Senin (27/4).

Asal tahu saja, Waskita Karya bakal membagikan dividen senilai Rp 100,31 miliar atau 20% dari total laba bersih 2014 yang sebesar Rp 501 miliar. Alokasi tersebut menurun jika dibandingkan dengan pembagian dividen tahun lalu yang sebesar Rp 110,41 miliar atau 30% dari total laba Rp 368,059 miliar.

Tunggul Rajagukguk, Direktur Keuangan Waskita Karya pernah bilang, rencana pembagian dividen tersebut sudah disetujui oleh pemegang saham perseroan melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST),”Kalau dihitung, dividen per saham jadi senilai Rp 11 per saham. Kami akan bagikan dividen ini secepatnya. Hal itu sehubungan dengan maksimal pembayaran dividen itu tidak boleh melebihi dua bulan setelah hasil RUPST," ujarnya.

Dia menyatakan besaran dividen yang sudah ditetapkan oleh manajemen tersebut terbilang wajar, karena perseroan perlu melakukan ekspansi usaha. Dengan demikian, sisa perolehan laba bersih perseroan tersebut dibukukan sebagai dana cadangan dan laba ditahan.

Sepanjang tahun lalu, Waskita Karya berhasil membukukan pendapatan usaha sebesar Rp 10,2 triliun atau tumbuh 6,2% dari tahun sebelumnya. Laba bersih perseroan naik sebesar 36,1% jika dibanding perolehan laba bersih tahun sebelumnya menjadi Rp 501 miliar,”Nilai laba bersih ini jelas melebihi target, karena perkiraan laba bersih Waskita Karya pada tahun 2014 lalu itu hanya Rp 442 miliar," jelasnya.

Tahun ini, BUMN konstruksi ini menargetkan laba bersih sebesar Rp 1 triliun pada tahun ini atau meningkat hampir dua kali lipat dari pencapaian 2014 yang sebesar Rp 501 miliar. Selain itu, perseroan juga mulai ekspansi bisnis di sektor jalan tol. Pasalnya, Waskita Karya tengah mengincar megaproyek tol di Bali yang meliputi Kuta-Canggu-Tanah Lot-Soka, Soka-Pekutatan, Pekutatan-Gilimanuk, dan Pekutatan-Lovina. Megaproyek dari ini diprediksi bakal menghabiskan dana sebesar Rp34,379 triliun,”Sekitar Rp35 triliun. Itu tidak masuk studi kelayakan, sudah dipertimbangkan wilayah, tingkat padat lalu lintas, aspek lingkungan dan lainnya. Jalan tol ini akan menjadi akses utama penunjang bandara baru yang akan didirikan di Bali Utara," ujar Direktur Operasional I Waskita Karya, Dessy Ariyani. (bani)