Perusahaan Sekuritas Syariah Tumbuh Pesat

Jumlah perusahaan sekuritas berbasis syariah terus bertambah seiring dengan pasar syariah yang tumbuh positif, kata Kepala Kantor Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Semarang Stephanus Cahyanto Kristiadi,”Hingga tahun ini, jumlah perusahaan sekuritas berbasis syariah yang membuka cabang di Semarang sudah ada tujuh perusahaan, sebelumnya ada tiga, tahun lalu menjadi lima dan sekarang ada tujuh perusahaan," katanya di Semarang, Senin (27/4).

Menurutnya, perusahaan sekuritas terakhir membuka produk berbasis syariah yaitu Mandiri Syariah yang dibuka pada bulan Februari tahun ini. Diharapkan, dengan mulai banyaknya perusahaan syariah baru tersebut semakin banyak pula jumlah investor di Semarang,”Kalau sejauh ini untuk jumlah investor khusus melalui perusahaan sekuritas syariah belum bisa kami petakan, namun ke depan akan kami petakan. Ini karena perusahaan sekuritas syariah masih termasuk program baru,”paparnya.

Dengan adanya tambahan perusahaan sekuritas berbasis syariah tersebut, artinya hingga saat ini ada 24 perusahaan sekuritas yang berada di Semarang. Sementara, untuk total jumlah investor atau nasabah di Kota Semarang hingga saat ini sudah mencapai 10.500 nasabah. Dari total tersebut 1.000 di antaranya merupakan investor dari Jawa Tengah bagian utara.

Menurutnya, untuk tahun ini pihaknya menargetkan ada tambahan investor baru hingga 4.000 investor. Jumlah tersebut lebih besar dibandingkan tahun lalu yang tambahan investor baru mencapai 3.500 investor,”Kami optimis bisa merealisasikan target tahun ini mengingat sosialisasi dan edukasi terus kami lakukan, salah satunya adalah mengenalkan dunia investasi terhadap kalangan muda yang merupakan investor potensial," katanya.

Untuk tahun ini, total transaksi dari 10.500 investor tersebut sudah mencapai Rp800 miliar. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan total transaksi tahun lalu yang mencapai Rp700 miliar. (ant/bani)

BERITA TERKAIT

MNC Sekuritas Kantungi Mandat Tiga IPO

Keyakinan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) bila tahun politik tidak mempengaruhi minat perusahaan untuk go publik, dirasakan betul oleh PT…

Yulie Sekuritas Tuding BEI Salah Sasaran

NERACA Jakarta – Sanksi yang diberikan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) kepada PT Yulie Sekuritas Indonesia Tbk (YULE) menuai keprihatinan…

Laba BNI Syariah Tumbuh 35,67%

    NERACA   Jakarta - PT Bank BNI Syariah membukukan laba bersih sebesar Rp416,08 miliar, naik 35,67 persen dibandingkan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Laba Fajar Surya Wisesa Melesat 136,1%

Sepanjang tahun 2018 kemarin, PT Fajar Surya Wisesa Tbk (FASW) mencatatkan laba bersih sebesar Rp1,405 triliun atau naik 136,1% dibanding periode…

Lagi, Comforta Raih Top Brand Award

Di awal tahun 2019 ini, Comforta Spring Bed kembali meraih penghargaan Top Brand Award. Dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin,…

BPD Bank Kalsel Rencanakan IPO di 2020

Bila tidak ada aral melintang, Bank Pembangunan Daerah (BPD) Kalimantan Selatan atau Bank Kalsel rencanakan melakukan penawaran umum saham perdana…