Eksistensi Perpustakaan di Era Internet - Oleh: Suadi, Alumnus UMSU Medan

Perpustakaan merupakan tempat paling menyenangkan untuk membaca buku dan menambah ilmu. Di sana tersedia berbagai jenis buku baik buku sains, teknologi, fiksi, non fiksi, majalah, dan koran. Di perpustakaan selain menjadi tempat menyenangkan untuk membaca, juga didesain sedemikian rupa untuk tempat mencari beragam informasi, menulis, melakukan penelitian, rekreasi sehingga perpustakaan menjadi tempat idola dan surga bagi masyarakat yang gemar membaca dan pecinta ilmu.

Kini fungsi perpustakaan mulai digeser internet. Sebab, orang tidak perlu repot meminjam buku, membolak-balik buku, dan menghabiskan waktu berjam-jam untuk mencari bahan belajar, materi kuliah atau sekadar menambah ilmu yang dibutuhkan. Sekarang tinggal hidupkan laptop dilengkapi modem atau Wifi, buka google, langsung searching apa yang diinginkan dalam hitungan sekian detik muncul. Bahkan buku gratis berbentuk e-book, pdf tersedia di internet.

Eksistensi Perpustakaan

Di beberapa negara maju, perpustakaan dirancang sedemikian rupa sehingga nyaman dan kondusif untuk melakukan kegiatan bersifat ilmiah, pendidikan, serta rekreasi. Selain tempat, fasilitas dan jumlah buku yang luar biasa memadai, juga akses buku yang tersedia sangat variatif dan tersedia dalam bentuk cetak dan online.

Maka meskipun teknologi internet sudah begitu maju, eksistensi perpustakaan di negara-negara maju masih ramai dan padat pengunjung. Karena perpustakaan di sana selain tempat, fasilitas dan lokasi nyaman untuk membaca dan belajar, juga menyediakan fasilitas koleksi buku lengkap.

Seperti di perpustakaan Library of Congress di kota Washington DC, Amerika Serikat yang memiliki koleksi buku 30 juta, National Library of China di China dengan koleksi 22 juta buku, Library of the Russian Academy di Rusia 20 juta buku, National Library of Canada di Kanada 18,8 juta buku, German National Libray di Jerman 18,5 juta buku, British Libray di Inggris 16 juta buku serta Institute for Scientific Information Russian Academy of Sciences dengan koleksi 13,5 juta buku.

Provinsi Sumatera Utara juga memiliki perpustakaan besar, yaitu perpustakaan daerah (Perpusda) Sumatera Utara di Kota Medan dengan jumlah koleksi buku 100.000 buku. Menurut kabar terbaru dari Badan Perpustakaan Arsip dan Dokumentasi, koleksi buku di Perpusda di tahun 2014 akan ditambah sebanyak 6000 eksemplar buku dari berbagai jenis tema bacaan berbeda dan kini 2015 mungkin jumlahnya lebih meningkat lagi.

Kita patut optimis Perpusda Sumut juga harus bisa sekelas perpustakaan yang ada di luar negeri. Karena, indikator kemajuan suatu negara juga dilihat seberapa banyak koleksi buku di perpustakaan di negara tersebut karena itu menandakan tingkat membaca masyarakatnya tinggi sehingga membutuhkan banyak buku bacaan, kegiatan ilmiah seperti penelitian dan penemuan produktif sehingga menambah jumlah koleksi buku serta menjadi cerminan bahwa suatu bangsa tersebut benar-benar memahami bahwa untuk menjadi bangsa dan beradab harus banyak-banyak membaca buku dan mengamalkan isi bukunya dalam bentuk kegiatan ilmiah, pendidikan dan sains.

Menurut Badan Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi Provinsi Sumatera Utara, di Sumut terdapat 396 perpustakaan, 78 di antaranya ada di Kota Medan. Itu menandakan kesadaran membaca masyarakat Sumut mulai bangkit. Namun, baik pemerintah, masyarakat maupun penerbit buku berpartisipasi bersama-sama untuk menambah koleksi buku agar tidak hanya menyediakan buku sains, fiksi maupun karya tulis lainnya, tetapi juga menyediakan buku fiksi bergambar khusus untuk anak-anak.

Hal ini dimaksudkan untuk menumbuhkan rasa cinta generasi muda sejak dini terhadap ilmu pengetahuan lewat membaca buku di mana saja baik di halte, terminal, stasiun, rumah, sekolah, kedai kopi, pusat perbelanjaan, kampus maupun perpustakaan sendiri.

Selain itu, menurut Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1990, memuat bahwa penerbit wajib menyerahkan sebanyak 1 eksemplar buku ke Badan Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi daerah dan 2 eksemplar ke Badan Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi Pusat. Ini tentu harus benar-benar dilaksanakan, karena semakin banyak penerbit muncul, semakin banyak penulis lahir, tentu koleksi buku di berbagai perpustakaan di Sumatera Utara semakin komplit.

Di Jakarta, ada perpustakaan super besar di UI yang dibangun di atas tanah seluas 2,5 hektar dengan koleksi buku 5 juta judul buku. Perpustakaan tersebut bisa menjadi acuan untuk perpustakaan-perpustakaan yang ada di Sumut untuk berbenah dan melengkapi diri agar lebih komplit, koleksi buku lengkap dan menjadi tempat pertama bagi masyarakat, mahasiswa, peneliti dan berbagai pihak dalam hal kegiatan membaca, penelitian dan berbagai kegiatan pendidikan lainnya.

Perpustakaan Favorit Nongkrong

Kita berharap, perpustakaan daerah di Sumut dikelola dengan lebih baik, jumlah koleksi bukunya diperbanyak, serta lebih lengkap sehingga menjadi surga dan tempat nongkrong favorit bagi masyarakat yang memiliki gairah dan semangat untuk membaca buku, menimba ilmu, serta membuka mata dan jendela dunia.

Karena orang-orang besar, berwawasan luas dan terkemuka di dunia ini seperti Buya Hamka, Soekarno, M. Hatta, dan Thomas Jefferson menjadikan kegiatan membaca buku sebagai menu dan makanan pokok sehari-hari.

Kemajuan suatu negara didukung dengan modal kuat sumber daya manusia. Sumber daya manusia unggul, cerdas, terpercaya, berkualitas dan berperadaban bisa diperoleh melalui budaya rajin membaca buku, salah satunya membaca buku di perpustakaan, di samping internet tentunya.(analisadaily.com)

BERITA TERKAIT

APPTHI: Keadilan Masih Langka di Era Reformasi

  NERACA Jakarta - Orde Reformasi sebagai pengganti Orde Baru memang sudah berjalan 20 tahun, tetapi bidang hukum belum mampu…

Akuisisi Muamalat oleh BRI Tanpa Intervensi

    NERACA   Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengatakan bahwa pihaknya dan pemerintah selama ini tidak pernah mengintervensi…

Perang Dagang di Era Global

  Oleh: Dr. Edy Purwo Saputro, MSi., Dosen Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Solo Perang dagang antara AS vs Cina nampaknya semakin…

BERITA LAINNYA DI OPINI

Masa Kampanye Pilkada 2018 dan Netralitas ASN/PNS

Oleh : Amril Jambak, Founder Forum Pemerhati Masalah Sosial Kemasyarakatan Memasuki tiga bulan pelaksanaan kampanye, sejumlah pasangan calon (Paslon) kepala…

Kartu Kredit Pemerintah, Model Baru Pengelolaan Keuangan Negara

Oleh : Budi Lesmana, Staf Ditjen Perbendaharaan Kemenkeu *) Ditjen Perbendaharaan (DJPB) beberapa waktu lalu mengeluarkan kebijakan uji coba penggunaan…

Menjaga Nafas Kebangsaan dengan Pancasila

  Oleh : Torkis T. Lubis, Alumni KRA ke-56 Lemhanas Semangat kebangsaan di tanah air di tahun politik ini menghadapi…