Pemerintah Kejar Target Ekspor US$458 Miliar

Misi Dagang ke Eropa

Selasa, 28/04/2015

NERACA

Jakarta - Menteri Perdagangan Rachmat Gobel akan memimpin delegasi misi dagang ke beberapa negara di Eropa yaitu Denmark, Italia, dan Polandia pada 29 April-4 Mei 2015. Penetrasi dagang ini dilakukan melalui diplomasi, promosi, dan investasi perdagangan. “Kami ingin merebut ekspor ke dunia hingga USD 458,8 miliar pada 2019,” tegas Direktur Pengembangan Pasar dan Informasi Ekspor Ditjen Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kementerian Perdagangan Ari Satria, Senin (27/4).

Misi dagang diikuti 36 orang delegasi bisnis Indonesia yang bergerak di bidang makanan olahan, tekstil dan produk tekstil (TPT), kelapa sawit dan turunannya, besi dan baja, produk perikanan, ban, plastik, kopi olahan, jasa konsultansi (consulting), dan jasa transportasi.

Rangkaian kegiatan delegasi misi dagang ini terdiri dari pertemuan bilateral antara Menteri Perdagangan dengan para Menteri yang membidangi ekonomi dan perdagangan di Denmark, Italia, dan Polandia serta business forum, business matching, dan one-on-one business meeting. “Misi Dagang dan Investasi ke negara-negara Uni Eropa kali ini bertujuan meningkatkan ekspor ke pasar Eropa dan mengundang para investor Eropa untuk lebih berpartisipasi aktif dalam pembangunan ekonomi Indonesia,” tutur Ari.

Menurut Ari, pihaknya sedang menyusun strategi pendekatan pasar ekspor ke Eropa. Salah satunya mempertahankan pasar yang telah dibangun, baik tradisional maupun nontradisional. "Strategi lain memperluas pasar baru serta peningkatan ekspor produk bernilai tambah”, jelasnya. Struktur produk ekspor Indonesia akan diubah dari 37% produk manufaktur dan 63% produk primer, menjadi 65% produk manufaktur dan 35% produk primer. "Hal ini sejalan dengan kebutuhan impor dunia, yaitu berupa 67% produk manufaktur dan 33% produk primer," tambahnya.

Diplomasi bilateral dengan Denmark, Italia, dan Polandia akan dilakukan intensif. Menurut Ari, Mendag akan menjelaskan keinginan Indonesia untuk melakukan kerja sama ekonomi yang lebih komprehensif serta menjelaskan peran strategis ekonomi, perdagangan, dan investasi Indonesia, baik di wilayah regional Asia maupun wilayah internasional lainnya. “Eropa diharapkan akan menjadikan Indonesia sebagai basis produksi global bagi industri Uni Eropa dan kami akan menawarkan kerja sama yang saling menguntungkan bagi kedua belah pihak," tutur Ari Satria.

Persaingan dagang ke Eropa makin ketat dan kompleks. Selain berhadapan dengan negara-negara ASEAN, Indonesia menghadapi semakin meningkatnya jumlah hambatan nontarif yang diterapkan oleh Uni Eropa. “Misi kami kali ini juga ditujukan untuk mempercepat proses perundingan ekonomi yang komprehensif dengan pihak Uni Eropa, namun tetap menggunakan prinsip saling menguntungkan, saling menghormati, saling percaya, dan tentu dengan arah win-win approach,” tegasnya.

Misi ke Denmark

Kegiatan misi dagang tahun 2015 akan diawali dengan kegiatan pertemuan bilateral dengan Minister of Trade and Development Cooperation of Denmark Mogens Jensen. Selanjutnya diikuti dengan penyelenggaraan “Indonesia Business Seminar”, kerja sama antara KBRI Denmark di Kopenhagen, dengan Asia House dan The Confederation of Danish Industry.

Seminar akan diikuti pejabat pemerintah dan para pengusaha terkemuka. Kegiatan business meeting dilakukan untuk mempertemukan para peserta misi dagang dengan buyer potensial pelaku usaha Indonesia dan Denmark. Target ekspor ditetapkan sebesar USD 681,8 juta pada tahun 2019.

Selain itu, Mendag akan melakukan one-on-one business meeting dengan para pebisnis terkemuka di Denmark guna meningkatkan kerja sama bisnis dan investasi dengan pelaku usaha Denmark dan membahas peluang dan tantangan kerja sama perdagangan. “Kunjungan tersebut juga ditujukan untuk peningkatan kerja sama green technology dan kerja sama kemaritiman antara Indonesia dengan Denmark," ujar Ari Satria.

Ekspor nonmigas Indonesia ke Denmark pada tahun 2014 mencapai USD 226 juta, sedangkan pada periode Januari-Februari 2015 mencapai USD 37 juta. Impor nonmigas Indonesia dari Denmark 2014 sebesar USD 167 juta dan periode Januari-Februari 2015 sebesar USD 31 juta.

Misi Dagang akan diteruskan ke Milan yang akan dilaksanakan selama tiga hari, antara lain melakukan pertemuan dengan Minister of Economic Development of Italy Federica Guidi; pertemuan bisnis dengan lebih dari 40 pengusaha papan atas Italia; dan kunjungan melihat secara langsung pelaku usaha Italia di bidang kulit dan fesyen; serta pertemuan dengan perwakilan perdagangan Eropa. Kunjungan ini juga termasuk menghadiri pembukaan World Expo Milano (WEM) 2015 yang digelar dari 1 Mei-31 Oktober 2015 dan diikuti lebih dari 140 negara.

Dalam kesempatan tersebut, Mendag meresmikan Paviliun Indonesia yang mengusung Tema "Stage of the World". “Italia merupakan salah satu tujuan ekspor Indonesia. Pada 2014 total nilai ekspor Indonesia ke Italia mencapai USD 2,28 miliar. Ditargetkan pada tahun 2019, nilai ekspor Indonesia ke Italia dapat menembus angka USD 8,27 miliar melalui produk CPO, kopi, TPT, produk karet, dan perikanan," tegas Ari Satria.

Ekspor nonmigas Indonesia ke Italia pada tahun 2014 sebesar USD 2,28 miliar. Pada periode Januari Februari 2015 ekspor nonmigas Indonesia ke Italia mencapai USD 346 juta. Impor Indonesia dari Italia 2014 sebesar USD 1,72 miliar dan pada periode Januari-Februari 2015 sebesar USD 218 juta.