BRI Bagikan Kartu DPLK ke Petani - Kefamenanu, NTT

NERACA

Kefamenanu -Kini, manfaat pensiun tak hanya dirasakan oleh pegawai instansi, masyarakat umum yang berprofesi sebagai petani pun bisa turut merasakan manfaatnya. Bertepatan dengan acara Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat ke 12 Tingkat Propinsi Nusa Tenggara Timur, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur memberikan kartu DPLK kepada para petani yang berdomisili di Kefamenanu, NTT, Jumat (24/4). Penyerahan DPLK BRI di Kefamenanu diberikan secara simbolis oleh Gubernur NTT Frans Lebu Raya kepada 25 orang peserta petani.

DPLK BRI adalah salah satu produk investasi yang dimiliki BRI dengan memberikan pembayaran manfaat pensiun secara berkala yang dikaitkan dengan pencapaian usia tertentu. MenurutCorporate SecretaryBRI, Budi Satria,bergabungnya petani di Kefamenanu sebagai peserta DPLK BRI merupakan bukti nyata bahwa DPLK BRI tidak hanya menjaring peserta dari pekerja di sektor formal yang memiliki upah tetap, namun juga menjaring peserta dari pekerja sektor informal termasuk para petani.

"Selain itu kami juga ingin mengedukasi para petani untuk dapat mengelola keuangannya sehingga dapat memberikan jaminan kesinambungan penghasilan di hari tua,"ujar Budi.Dia mengatakan, kehadiran BRI pada momen tersebut, selain memberikan kartu DPLK juga melakukan sosialisasi serta edukasi kepada petani setempat tentang tata kelola keuangan. “Bagaimana cara mengelola pemasukan, agar tidak besar pasak daripada tiang,” imbuh Budi.

Budi menjelaskan, produk DPLK BRI memang telah dikenal sebagai produk investasi yang aman, memiliki akses luas, investasi beragam danprudent,transparan, serta dikelola secara modern. Selain itu, rata-rata imbal hasil yang diberikan oleh Bank BRI kepada peserta DPLK nya juga rata-rata di atasbenchmark. Selain menawarkan pengelolaan Program Pensiun Iuran Pasti (PPIP) yang menargetkan peserta individu maupun kelompok, DPLK BRI juga mengelola Program Pensiun Untuk Kompensasi Pesangon (PPUKP) yang bertujuan sebagai cadangan pesangon perusahaan.

Lebih lanjut Budi mengatakan, di tahun ini, Dana Pensiun yang dikelola oleh Lembaga Keuangan BRI ditargetkan tumbuh sebesar 30% dibandingkan tahun sebelumnya. “Kami optimis, target tersebut akan tercapai, karena secara historis, dana kelolaan DPLK BRI rata-rata tumbuh 27% per tahun, sejak didirikan 8 tahun yang lalu. Dari sisi jumlah peserta, DPLK BRI menargetkan bisa mencapai 122 ribu peserta perorangan dan 151 perusahaan bergabung ke dalam DPLK BRI.Target tersebut dapat dicapai dengan cara optimalisasi jaringan kerja Bank BRI di seluruh Indonesia sertajoint marketing.Produk ini amat memungkinkan untuk dimiliki perorangan atau perusahaan dan dapat diperoleh di seluruh unit kerja BRI.” pungkasnya. [ardi]

BERITA TERKAIT

Gandeng BRI, The Sima Office Tower Mulai Dipasarkan

    NERACA   Jakarta - The Sima Office Tower, gedung perkantoran yang terintegrasi dengan Apartemen Izzara di Jalan TB.…

Distan Banten Imbau Petani Percepat Pola Tanam Padi - Antisipasi Kekeringan

Distan Banten Imbau Petani Percepat Pola Tanam Padi Antisipasi Kekeringan NERACA  Serang - Dinas Pertanian (Distan) Provinsi Banten mengimbau para…

HASIL PERIKANAN TIDAK DILAPORKAN MENCAPAI RP 36 TRILIUN - KKP: Harga Garam Petani Jatuh Akibat Banyak Impor

Jakarta-Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengungkapkan, terkait jatuhnya harga garam di tingkat petani disebabkan impor yang terlampau banyak merupakan…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Zurich Jamin Kesehatan Hingga Rp30 miliar - Luncurkan Produk Critical Advantage

    NERACA   Jakarta - Zurich Indonesia meluncurkan produk asuransi untuk penyakit kritis yaitu Zurich Critical Advantage (ZCA). Produk…

14 Lembaga Keuangan Kerjasama Dukcapil Manfaatkan Data Kependudukan

    NERACA   Jakarta - Terdapat 14 lembaga keuangan melakukan penandatanganan kerja sama dengan Direktorat Kependudukan dan Pencatatan Sipil…

The Fed Melunak, BI Diprediksi Turunkan Bunga

      NERACA   Jakarta - Bank Indonesia (BI) diperkirakan akan memangkas suku bunga acuan menjadi 5,75 persen dari…