PNM Dampingi UMK Hadapi Persaingan Bisnis

Malang, Jawa Timur

Senin, 27/04/2015

NERACA

Malang - PT Permodalan Nasional Madani (Persero), Badan Usaha Milik Negara yang bergerak dalam bidang pembiayaan dan jasa manajemen bagi usaha kecil dan mikro, memiliki tanggung jawab agar UKM memiliki kemampuan untuk bisa dibiayai dengan pemberian fasilitas kredit. Dukungan penguatan modal ini sebagai pemicu untuk meningkatkan kemampuan daya saing pelaku UKM.

Peningkatan daya saing tersebut bukan saja melalui pinjaman lunak untuk modal kerja dan investasi usaha, namun juga memberikan pendampingan usaha (capacity building) melalui pendidikan, pelatihan, promosi, pemagangan, pemasaran dan lain-lain.
Wujud konkret tanggung jawab tersebut dilaksanakan melalui PNM cabang Malang dengan menggelar pelatihan Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) yang mengangkat tema “Strategi Usaha Mikro dalam Menghadapi Persaingan Bisnis”.

Dengan total peserta 150 orang yang merupakan nasabah binaan cabang Malang, acara ini turut menampilkan pula trainer yang juga merupakan penggiat dan pemerhati perkembangan UMK di Malang.

Pemimpin PNM cabang Malang, Octo Wibisono mengatakan, peserta selain mitra binaan PNM cabang Malang ada juga mitra binaan hasil sinergi PNM dan Jiwasraya kota Malang.“Dengan dilakukannya capacity building ini bagi penerima dana pembiayaan PNM maupun Jiwasraya, dimaksudkan untuk meningkatkan kemampuan pemahaman pengelolaan sumber dana bagi UMK, manajemen, jiwa kewirausahaan dan motivasi untuk dapat lebih mengembangkan usahanya,” katanya, di Malang, Jawa Timur, Sabtu (25/4).

Bagi PNM, ini merupakan salah satu komitmen PNM untuk melaksanakan tangung jawab sosial dengan melakukan pembinaan dan pendampingan secara terpadu, terarah dan berkelanjutan disamping untuk tetap menjaga hubungan baik dengan nasabah. "Sedangkan bagi UKM mendapatkan bimbingan dan pendampingan yang diperlukan guna meningkatkan portofolio bisnis dan omset usaha,” tambahnya.

UMK belakangan ini semakin menunjukkan perkembangannya seiring dengan kondisi ekonomi yang semakin membaik pula. Persaingan pun kini dimulai dari tingkatan lokal, daerah, nasional, hingga regional. PNM akan terus mendampingi UMK hingga siap bersaing pada level regional melalui Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang akan segera dimulai.

Executive Vice President I PNM, Arief Mulyadi, menjelaskan aktivitas pembiayaan dan pembinaan bagi pelaku UMKM merupakan amanat yang diberikan pemerintah kepada PNM sejak didirikan pada 1 Juni 1999. Apabila awalnya PNM hanya menyalurkan pembiayaan kepada lembaga keuangan mikro seperti bank umum, BPR/Syariah, dan koperasi, maka sejak 2008 PNM menyalurkan langsung pembiayaan kepada UMK sejalan dengan transformasi bisnis perseroan.

“Pemberdayaan UMK tidak bisa dilakukan sendiri oleh pemerintah melainkan harus ada sinergi yang kuat dan kerja sama lintas sektoral dengan seluruh pihak yang terkait. Peningkatan produktivitas dan daya saing UMK menuju pasar regional hingga internasional menjadi cita-cita yang PNM ingin capai bersama-sama. Hal ini selaras dengan cita-cita luhur bangsa untuk memajukan kesejahteraan umum,” jelasnya.

Tema ini diangkat mengingat faktor persaingan usaha yang tejadi saat ini secara langsung maupun tidak langsung mempengaruhi denyut ekonomi usaha mikro, kecil, hingga menengah di hampir seluruh wilayah Indonesia. Malahan dalam kondisi persaingan yang semakin ketat, setiap pengusaha dituntut kejeliannya dalam membaca kondisi pasar. Karena itu, para pelaku UMK perlu melakukan terobosan dan strategi dalam melihat perubahan kondisi pasar dan menyiapkan langkah-langkah pencegahan hingga perubahan strategi pemasaran.

Sebagai informasi tambahan yang dapat disampaikan, PNM cabang Malang telah berhasil mencatatkan peningakatan sebesar 29,4% untuk total outstanding pembiayaan dari Rp25,8 miliar pada periode Maret 2014 menjadi Rp33,5 miliar periode Maret 2015. Sementara peningkatan penerima manfaat juga terjadi sebesar 26,6%, tercatat 540 menerima manfaat pada Maret 2014 bertambah menjadi 684 penerima manfaat pada periode yang sama tahun 2015. [mohar]