Memasarkan Investasi Reksa Dana Secara Merata - Jakarta Mendominasi Investor Reksa Dana

NERACA

Jakarta – Berbagai macam upaya dilakukan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk mendekatkan industri pasar modal kepada masyarakat luas, salah satu upayanya dilakukan dengan memudahkan masyarakat beli instrument investasi reksa dana di pasar modal. Hal ini juga sejalan dengan keinginan OJK untuk meningkatkan investor domestik yang berinvestasi di reksa dana tersebar merata di seluruh wilayah Indonesia.

Kepala Departemen Pengawas Pasar Modal II A OJK, Fakhri Hilmi mengatakan, akses masyarakat terhadap pasar modal harus merata dan begitu juga halnya dengan berinvestasi reksa dana, “Dengan Rp100 ribu sudah bisa bertransaksi, dari sisi nilai investasi ini bisa dijangkau seluruh masyarakat,”ujarnya di Jakarta, kemarin.

Dia mengatakan, saat ini investor domestik yang berinvestasi di reksa dana masih menumpuk di daerah tertentu seperti Jakarta. Tercatat di Jakarta, sebesar 40% dari total seluruh investor reksa dana di Indonesia. Selain menurunkan batas minimum setoran dari Rp250 ribu menjadi Rp100 ribu, OJK juga ingin membuat agen penjual reksa dana (APERD) tersebar merata di Indonesia seperti melalui kantor pos dan perusahaan asuransi.

Kata Fakhri Hilmi, lembaga tersebut seperti kantor pos dan perusahaan asuransi bisa memasarkan efek reksa dana, namun akan mengajukan izin terlebih dahulu kepada OJK. Selain itu, lembaga itu masih pada tahap persiapan infrastruktur, sumber daya manusia dan sistemnya untuk mendaftar sebagai agen penjual,”Seperti kantor pos mereka harus menyiapkan infrastruktur dan sistem yang prosesnya butuh waktu, kami menunggu," ujarnya.

Strategi lainnya adalah dengan menyasar penjualan dalam jaringan atau "online" sehingga dapat mempermudah masyarakat bertransaksi dalam berinvestasi di reksa dana. Pihaknya masih mempelajari dan mengembangkan mekanisme penjualan atau pemasaran efek reksa dana melalui sistem dalam jaringan yang tepat sesuai kebutuhan,”Kita harapkan penjualan melalui online menjadikan penjualan semakin masif sehingga semakin merata," jelasnya.

Terkait penjualan produk reksa dana melalui sistem online itu, Ketua Asosiasi Pengelola Reksa Dana Indonesia (APRDI) Denny R Thaher mengatakan, sistem penjualan online akan mempermudah transaksi masyrakat dalam berinvestasi,”Ini sistem 'online' tentunya dipakai untuk lebih efisien. Proses kita sekarang banyak sekali proses manualnya jadi kita ingin proses itu bersifat otomatisasi bisa efisien dan sedikit mungkin intervensi manusia," ungkapnya.

Menurutnya, jika penjualan dilakukam secara online maka akan mempermudah mencapai target lima juta investor pada 2017 yang mana saat ini masih mencapai 250 ribu investor,”Karena kalau prosesnya seperti sekarang masih manual akan sangat sulit kita bisa menjangkau investor yang lima juta itu," ujarnya.

Jadi, lanjutnya, penjualan dengan mekanisme dalam jaringan akan sangat berguna sebagai salah satu sarana untuk berkembang lebih jaih dengan menjaring investor yang lebih banyak. Selain itu juga diperlukan edukasi yang terus menerus dan peningkatan jumlah tenaga penjual di seluruh wilayah Nusantara,”Saat ini jumlah tenaga penjual kita baru sekitar 15 ribu dan kemudian jumlah manager investasi saat ini kita baru punya 2.500-an. Jadi, kita harus punya lebih untuk mencapai lima juta investor itu," ujarnya. (bani)

BERITA TERKAIT

Kemenkes Lakukan Imunisasi Difteri Serentak di DKI Jakarta

Kementerian Kesehatan akan melakukan imunisasi difteri serentak di DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten."Tahap pertama di tiga provinsi karena prioritas…

Bukalapak Rilis Tujuh Produk Reksa Dana Baru

NERACA Jakarta - Melihat tingginya minat investor terhadap produk reksa dana yang tersedia di BukaReksa, kini Bukalapak kembali menghadirkan tujuh…

Mandiri Investasi Bakal Rilis Tiga KIK EBA - Targetkan Dana Kelola Tumbuh 20%

NERACA Jakarta – Tahun depan, PT Mandiri Manajemen Investasi (Mandiri Investasi) menargetkan pertumbuhan total dana kelolaan atau asset under management…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Pelindo III Cari Modal di Pasar US$ 1 Miliar

Guna mendanai ekspansi bisnisnya lebih agresif lagi, PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III berencana menggalang dana dari pasar modal pada 2018…

Lagi, LPPF Buka Gerai Baru di Surabaya

Perluas penetrasi pasar, PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) membuka gerai baru berkonsep specialty store kedua di Pakuwon Mall Surabaya.…

Jasa Armada Pangkas Jumlah IPO Jadi 20%

Pilih cara aman atau konservatif agar saham IPO terserap di pasar, PT Jasa Armada Indonesia menurunkan jumlah saham yang di…