PT Timah Bukukan Rugi Rp 19, 1 Miliar

Kinerja di Kuartal Pertama

Senin, 27/04/2015

NERACA

Jakarta – Sepanjang kuartak pertama tahun ini, PT Timah Tbk (TINS) mengalami kerugian Rp19,1 miliar dari posisi laba sebesar Rp95,02 miliar di kuartal I-2014. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Meski rugi yang ditanggung sepanjang tiga bulan pertama tahun ini, perseroan tetap membukukan pendapatan usaha Rp1,35 triliun, atau naik dari posisi Rp1,24 triliun. Beban pokok pendapatan meningkat jadi Rp1,21 triliun di kuartal I-2015, dari posisi sebesar Rp911,96 miliar di kuartal I-2014.

Beban umum administrasi jadi Rp118,59 miliar di kuartal I-2015, atau turun dari posisi Rp125,48 miliar di kuartal I-2014. Beban penjualan jadi Rp25,48 miliar, dan beban keuangan jadi Rp31,16 miliar. Laba bruto perseroan menjadi Rp145,95 miliar di kuartal I-2015, atau turun dari laba bruto sebesar Rp325,39 miliar di kuartal I-2014. Rugi sebelum pajak yang diderita perseroan sebesar Rp8,63 miliar di kuartal I-2015, dari posisi laba sebelum pajak sebesarRp169,92 miliar di kuartal I-2014.

Adapun posisi aset PT Timah menjadi Rp9,10 triliun di kuartal I-2015, atau turun dari posisi aset sebesar Rp9,75 triliun di akhir 2014. Asal tahu saja, BUMN pertambangan ini tengah serius mengarap bisnis properti sebagai diversifikasi usaha. Bahkan belum lama ini, perseroan kembali menambah porsi saham di perusahaan patungan atau joint venture di usaha properti antara PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) dan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA),”Sekarang ada perubahan porsi kepemilikan,”kata Direktur Utama TINS, Sukrisno.

Tadinya porsi kepemilikan TINS adalah 40%. Lalu ADHI dan WIKA masing-masing 30%. Tapi kini, TINS akan memeluk porsi mayoritas 51% dengan ADHI dan WIKA masing-masing 24,5%. Pendapatan bisnis properti itu pun mulai akan dikonsolidasikan ke laporan keuangan TINS di tahun ini.

Anak usaha properti dari 3 emiten Badan Usaha Milik Negara (BUMN) itu akan resmi dibentuk Mei mendatang. Sehingga proses penjualan propertinya dapat mulai dilakukan sekitar Juni atau Juli. TINS memiliki total 176 hektare lahan untuk pengembangan propertinya. Pada tahap pertama, TINS akan menggarap rumah tapak di atas lahan 40 hektare. Investasi yang digelontorkan untuk aksi perdananya yakni Rp 150 miliar.

Kemudian, TINS akan mengerjakan powerplant berkapasitas 2x150 MW di Mulut Tambang. Tak tanggung-tanggung, investasi yang digelontorkan mencapai Rp 2 triliun sampai Rp 3 triliun. TINS pun menggandeng ADHI untuk membangun powerplant tersebut. Nantinya, TINS akan memegang porsi mayoritas minimal 51%.

Untuk operasional powerplant itu, TINS akan mengambil batubara dari tambang milik anak usahanya di Sumatera Selatan. Agung Nugroho, Sekretaris Perusahaan TINS menyebut bahwa pihaknya masih menunggu izin untuk membangun powerplant itu.

Lebih lanjut, TINS juga menggarap bisnis rumah sakit. TINS pun melakukan kerjasama operasional dengan Pertamina Medika untuk rumah sakitnya di Pangkal Pinang. Demi mendukung operasionalnya, TINS berinvestasi peralatan Rp 200 miliar. Di situ, Rp 150 miliar merupakan pinjaman bank dan Rp 50 miliar kas internal. (bani)