Laba Bersih Astra Agro Turun 80,10%

Kinerja Kuartal Pertama

Senin, 27/04/2015

NERACA

Jakarta - PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) membukukan laba bersih sebesar Rp156,09 miliar di kuartal I-2015, atau turun 80,10% dari posisi sebesar Rp784,61 miliar di kuartal I-2014. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Laba bersih per saham menjadi Rp99,12 per saham di kuartal I-2015, atau turun tajam dari posisi Rp498,24 per saham di kuartal I-2014. Laba bruto menjadi Rp763,62 miliar di kuartal I-2015, atau turun dari laba bruto tahun sebesar Rp1,21 triliun di kuartal I-2014. Laba sebelum pajak menjadi Rp224,31 miliar di kuartal I-2015, atau anjlok dari laba sebelum pajak sebesar Rp1,12 triliun di kuartal I-2014.

Laba yang turun diakibatkan pendapatan perseroan menurun tajam sepanjang tiga bulan di tahun ini menjadi Rp3,23 triliun, dari posisi pendapatan sebesar Rp3,72 triliun di kuartal I-2014. Beban pokok pendapatan menjadi Rp2,47 triliun di kuartal I-2015, atau turun dari posisi beban pokok pendapatan sebesar Rp2,51 triliun di kuartal I-2014. Beban lain-lain menjadi Rp539,31 miliar, atau naik dari posisi Rp81,79 miliar di kuartal I-2014.

Adapun posisi aset Astra Agro Lestari menjadi Rp19,94 triliun di kuartal I-2015, atau naik dari posisi aset sebesar Rp18,55 triliun di akhir 2014. Tahun ini, PT Astra Agro Lestari Tbk menganggarkan dana belanja modal ataucapital expenditure(capex) sebesar Rp3 triliun. Dana capex akan digunakan untuk mengembangkan usaha.

Direktur Independen Astra Agro Lestari, Rudy pernah bilang, dalam dua sampai tiga tahun,capexperseroan memang sekitar Rp3 triliun, semuanya untuk pengembangan usaha. Sementara untuk capex tahun ini, sepertiganya akan digunakan untuk pemeliharaan tanaman yang belum menghasilkan, sepertiga pembangunan pabrik dan sepertiga lagi pembangunan infrastruktur.

Artinya, lanjutnya, perseroan akan memberikan dana Rp1 triliun untuk masing-masing kebutuhan. Untukplantationmemelihara tanaman yang belum menghasilkan, atau tanaman baru. Ada juga untuk pengolahan kelapa sawit (PKS) di daerah yang belum punya. Kemudianupgradekapasitas di suplai buah. Sisanya sepertiga lagi untuk infrastruktur baik untuk jembatan, jalan, dan rumah karyawan.

Danacapexdi tahun ini, menurut Rudy, perseroan bakal dapatkan dari kas internal dan pinjaman perbankan. "Untuk pendanaan tergantung harga CPO itu sendiri, tapi mungkin dari internal dan perbankan," pungkas Rudy.

Sebagai informasi, pada 2014 perseroan berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp2,5 triliun. Laba bersih tersebut meningkat 39% dibanding tahun sebelumnya sebesar Rp1,8 triliun. Sementara pendapatan bersih perseroan sebesar Rp16,31 triliun atau naik 29% dibanding tahun lalu sebesar Rp12,67 triliun.

Peningkatan tersebut didorong naiknya volume penjualan CPO. Selain itu, naiknya harga jual rata-rata CPO perseroan 2014 sebesar 14% dari Rp7,277/kg menjadi Rp8,282/kg. Pada 2014 total volume penjualan CPO dan turunnya mencapai 1,73 juta ton, meningkat 10% dibanding 2013 sebesar 1,58 juta ton. (bani)