Persaingan Bursa Global Jadi Isu Seksi - Mencari Figur Tepat Direksi BEI

NERACA

Jakarta – Kesiapan menghadapi persaingan bursa global masih menjadi nilai jual dalam bursa pencalonan direksi PT Bursa Efek Indonesia (BEI). Bahkan diklaim, isu tersebut menjadi salah satu fokus yang dirancang dalam uji kelayakan dan kepatutan Otoritas Jasa Keuangan (OJK),”Paket kami berkomitmen dan membangun sinergi yang positif dengan otoritas maupun lembaga terkait,”kata Samsul Hidayat yang mencalonkan diri menjadi Dirut BEI dan juga saat ini menjabat Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota BEI di Jakarta, kemarin.

Dia mengemukakan bahwa salah satu fokus yang disiapkan yakni mempersiapkan industri pasar modal untuk bersaing dengan bursa global menjelang akan diberlakukannya Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Menurutnya, pihaknya sudah memahami hal yang akan dihadapi dan tidak lagi perlu belajar karena sudah memiliki pengalaman.

Sementara Direktur Keuangan dan SDM BEI Hamdi Hassyarbaini yang masuk dalam paket Samsul Hidayat juga mengatakan bahwa pihaknya akan meneruskan program bursa saat ini dan membawa industri pasar modal Indonesia menjadi yang terbaik di kawasan ASEAN.

Dari aspek industri, akan terus mendorong penambahan dan peningkatan kualitas investor dan emiten, menambah jumlah produk investasi di pasar modal,”Pokoknya kita ingin jadi 'the best industry'," ucapnya.

Sementara itu, Abiprayadi yang juga Presiden Direktur PT Mandiri Sekuritas mengatakan bahwa paketnya akan melaksanakan inisiatif yang strategis, taktis, serta memenuhi harapan seluruh pemangku kepentingan guna menghadapi persaingan dalam MEA pada 2020 dan menjadi negara dengan ekonomi terbesar ketujuh dunia pada tahun 2030 mendatang,”BEI memiliki peranan penting untuk memperkuat pasar modal Indonesia sebelum bersaing di kawasan regional dan global," kata Abiprayadi.

Direktur Utama PT Pefindo, Ronald T Andi Kasim yang juga ikut bersaing dengan paket lainnya mengatakan bahwa dalam menghadapi MEA, yang dibutuhkan adalah pendalaman pemahaman pasar modal."Tingkat kedalaman pasar modal dalam menghadapi tantangan global sangat erat, itu menjadi salah satu fokusnya" katanya.

Calon lainnya, yakni Reynaldi Hermansjah yang saat ini menjabat sebagai Direktur Independen PT Jasa Marga Tbk juga mengatakan bahwa pihaknya juga akan fokus untuk mendorong pasar modal Indonesia ke depan lebih baik,”Yang saya tawarkan bagaimana pola pikir kami. Selain itu kami akan selalu mendengarkan usulan setiap 'stakeholder' dan memutuskan yang terbaik untuk semua pihak," jelasnya.

Sementara itu, Tito Sulistio (Wakil Presdir Citra Marga Nusaphala Persada Tbk) yang juga ikut dalam persaiangan menjadi orang nomor satu di BEI mengatakan bahwa pihaknya memiliki ambisi besar untuk mendorong BUMN untuk mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia.

Asal tahu saja, saat ini terdapat lima paket bakal calon direksi BEI, yakni paket Samsul Hidayat, paket Abiprayadi Riyanto, paket Tito Sulistio, paket Reynaldi Hermansjah, dan paket Ronald T Andi Kasim. (bani)

BERITA TERKAIT

BEI Suspensi Perdagangan Saham MNCN

Mengendus adanya transaksi yang mencurigakan melalui Nomura Sekuritas Indonesia, PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) mengajukan penghentian sementara (suspensi) perdagangan…

Saham Tiga Pilar Masuk Pengawasan BEI

NERACA Jakarta – Lantaran terjadi penurunan harga dan peningkatan aktivitas saham di luar kebiasaan (UMA), transaksi saham PT Tiga Pilar…

BEI Kembali Perdagangkan Saham GTBO

Sejak disuspensi di 2015 lalu, kini PT Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali memperdagangkan saham PT Garda Tujuh Buana Tbk (GTBO)…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Desa Nabung Saham Hadir di Monokwari

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) akan mencanangkan "Desa Nabung Saham" di wilayah Kabupaten Manokwari, Papua Barat,”Desa Nabung Saham akan dibentuk…

BEI Suspensi Perdagangan Saham MNCN

Mengendus adanya transaksi yang mencurigakan melalui Nomura Sekuritas Indonesia, PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) mengajukan penghentian sementara (suspensi) perdagangan…

Link Net Targetkan 150 Ribu Pelanggan

Kebutuhan jaringan internet di Indonesia memacu PT Link Net Tbk (LINK) gencar ekspansi jaringan. LINK optimistis bisa memenuhi target 2,8…