Bursa Bidik Investor 1% Populasi Penduduk

PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) menilai pasar modal di Indonesia masih potensial untuk dikembangkan seiring dengan tumbuhnya jumlah penduduk,”Saat ini jumlah penduduk Indonesia sekitar 240 juta, kami menargetkan 1% dari total penduduk yang sudah layak untuk berinvestasi bisa menjadi pasar dari pasar modal ini," kata Direktur PT KSEI, Syafruddin di Semarang, kemarin.

Pihaknya menargetkan, untuk tahun ini sekitar 2 juta penduduk Indonesia bisa menjadi investor pasar modal. Untuk merealisasikan target tersebut bukan hal yang sulit mengingat mulai banyak perusahaan sekuritas yang menjadi anggota bursa efek Indonesia (BEI).

Menurut data dari KSEI, hingga saat ini tercatat 113 perusahaan sekuritas yang menjadi anggota dari BEI, sedangkan total perusahaan tersebut sudah memiliki 649 cabang perusahaan yang berada di seluruh Indonesia.

Meski mulai banyak namun jumlah tersebut masih tergolong sedikit dibandingkan negara lain. Masih sedikitnya jumlah perusahaan sekuritas tersebut diakuinya belum dapat mencakup pasar yang ada, artinya akan lebih baik jika jumlah perusahaan sekuritas bertumbuh seiring dengan pertumbuhan jumlah penduduk,”Menurut laporan dari The Boston Consulting Group mengenai Asia's Next Big Opportunity: Indonesia Rising Middle clas and Affluent Consumers, pada tahun 2020 mendatang jumlah konsumen menengah ke atas di kota-kota seperti Semarang, Makasar, dan Pekanbaru akan meningkat hingga 1 juta jiwa. Peluang ini harus ditangkap oleh perusahaan sekuritas untuk menambah investor baru," kata Alex Syafrudin.

Selanjutnya, dari data yang sama untuk jumlah rekening tercatat sebesar 418.718 sub rekening efek dan 320.086 Single Investor Identification (SID). Pihaknya berharap jumlah tersebut bisa meningkat menjadi 2 juta seiring dengan edukasi pasar modal yang dilakukan oleh perusahaan sekuritas maupun lembaga keuangan lain,”Bisa saja masyarakat banyak yang belum menjadi investor karena mereka belum memahami atau karena masih takut dengan segala risiko yang ada,”ujarnya. (ant/bani)

BERITA TERKAIT

Borneo Sarana Bidik Pendapatan US$ 60 Juta - Genjot Produksi 800 Ribu Ton Batu Bara

NERACA Jakarta – Sukses mencatatkan saham perdananya di pasar modal, PT Borneo Olah Sarana Sukses Tbk (BOSS) langsung menggenjot produksi…

Apkasi Ajak Bupati Gaet Investor LN

Apkasi Ajak Bupati Gaet Investor LN NERACA Kuta-Bali - Indikator positif penyelenggaraan Apkasi Otonomi Expo (AOE) Tahun 2017 yang ditandai…

Optimisme Investor Bawa IHSG Menguat 0,24%

NERACA Jakarta - Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (14/2) ditutup menguat 16,22 poin seiring…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

BEI Gagas Desa Nabung Saham di Lampung

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Lampung menggagas Desa Nabung Saham untuk mendorong agar masyarakat memiliki penghasilan tambahan.”Sudah ada satu…

BFI Finance Kantungi Izin Usaha Syariah

Perusahaan pembiayaan, PT BFI Finance Indonesia Tbk telah memeroleh persetujuan perizinan pembukaan unit usaha syariah dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).…

Total Emisi Obligasi Capai Rp 2,47 Triliun

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menyatakan telah membukukan total emisi obligasi dan sukuk sebanyak 1 emisi dari 1 emiten senilai…