BNI akan Jaga NIM hingga Akhir Tahun

Jumat, 24/04/2015

NERACA

Jakarta -Direktur Utama PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, Ahmad Baiquni, menyatakan akan menjaga selisih bunga bersih (net interest margin/ NIM) di kisaran enam persen hingga akhir tahun ini."NIM akan kami jaga di level enam persen sampai akhir tahun 2015," ujarnya di Jakarta, Kamis (23/4).

Pada kuartal I-2015, NIM BNI mengalami peningkatan dari 6,1% pada kuartal I-2014 menjadi 6,5%.Sementara beban operasional BNI memang mengalami peningkatan sebesar 22,7% dari Rp3,45 triliun pada kuartal I-2015 menjadi Rp4,23 triliun.Namun, peningkatan beban tersebut diimbangi dengan peningkatan pendapatan nonbunga sebesar 23,8%, dari Rp2,3 triliun menjadi Rp2,94 triliun.

Menurut Baiquni, hal tersebut membuat NIM BNI masih terjaga di level yang cukup baik. NIM BNI yang saat ini lebih dari enam persen juga tentunya didukung oleh pertumbuhan kredit pada kuartal I-2015, kendati pertumbuhannya masih lebih kecil dibandingkan pertumbuhan kredit periode yang sama tahun lalu.

Penyaluran kredit BNI pada kuartal I-2015 tumbuh sebesar 9,1%, dari Rp247,12 triliun pada kuartal I-2014 menjadi Rp269,51 triliun.Sedangkan dari sisi liabilitas, meskipun di tengah persaingan ketat industri keuangan Indonesia dalam mendapatkan dana pihak ketiga (DPK), pada kuartal I 2015 BNI tetap fokus pada upaya menghimpun dana murah atau CASA (current account saving account).

DPK BNI pada kuartal I-2015 mencapai Rp305,15 triliun atau tumbuh 11,4% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Dari total DPK tersebut komposisinya masih didominasi komponen dana murah (CASA) sebesar 63%."Kami akan tetap mempertahankan NIM yang normal, kira-kira enam persen di akhir tahun," tukasnya.

Perluasan LDR

Adapun rencana perluasan perhitungan rasio pinjaman terhadap simpanan (loan to deposit ratio / LDR) oleh Bank Indonesia akan berdampak positif bagi industri perbankan."Dampaknya (perluasan LDR) saya kira akan positif. Itu akan menurunkan LDR," kata Baiquni.Bank Indonesia menyatakan akan segera mengkomunikasikan kebijakan makroprudensial yang lebih akomodatif untuk mendukung pencapaian pertumbuhan kredit dan dana pihak ketiga perbankan pada 2015.

Hal itu antara lain dilakukan melalui perluasan cakupan definisi simpanan dengan memasukkan surat-surat berharga yang diterbitkan bank dalam perhitungan LDR dalam kebijakan GWM-LDR.Baiquni sendiri mengatakan, untuk tahun ini pihaknya belum ada rencana untuk menerbitkan obligasi."Kami lihat DPK kami masih bisa membiayai ekspansi kredit," tambahnya.

Namun, pada 2016 mendatang, BNI kemungkinan akan menerbitkan obligasi seiring dengan pembangunan infrastruktur yang gencar dilakukan oleh Pemerintah saat ini."Infrastruktur gemanya sudah sangat tinggi. Prediksi kita tahun ini mungkin realisasinya belum sebesar rencana sebelumnya. Mungkin tahun 2016 jika realisasinya signifikan. Juga akan kita pertimbangkan (terbitkan obligasi) tahun depan," kata Baiquni.

Pertumbuhan kredit diperkirakan akan meningkat mulai triwulan II-2015 dan seterusnya, sejalan dengan meningkatnya aktivitas ekonomi dan kondisi likuiditas perbankan yang memadai.Secara keseluruhan pada tahun 2015 pertumbuhan DPK dan kredit diperkirakan akan meningkat sehingga mencapai masing-masing sebesar 14% - 16% dan 15% - 17%. [ardi]