Laba Bersih Adaro Energy Terkoreksi 21%

NERACA

Jakarta –Belum pulihnya harga batu bara menjadi pemicu terkoreksinya perolehan laba bersih PT Adaro Energy Tbk (ADRO). Tercatat laba bersih Adaro sepanjang tahun lalu, turun 21% menjadi US$ 183,5 juta. Selain itu, penurunan juga disebabkan kelebihan pasokan dan melemahnya permintaan di Tiongkok,”Situasi makro tahun lalu masih sulit dengan harga batu bara yang masih tertekan akibat kelebihan pasokan dan kapasitas di pasar," ujar Presiden Direktur Adaro, Garibaldi Thohir, dalam siaran persnya di Jakarta, Kamis (23/4).

Namun demikian, lanjut pria yang kerap disapa Boy Thohir ini menegaskan jika neraca dan flexibilitas likuiditas Adaro Energy tetap kokoh dengan tetap menjaga ketersediaan kas dan mengurangi utang. Perseroan pun memperkirakan kondisi pasar masih akan menantang di 2015. Namun demikian, dia meyakini bahwa fundamental jangka panjang untuk sektor batu bara dan energi tetap kokoh.

Adapun fokus perseroan adalah pada keunggulan operasional, menjaga kas, dan pengembangan bisnis. Termasuk memperkuat bisnis logistik dan bergerak ke hilir menuju bisnis ketenagalistrikan,"Kami tetap berada pada jalur yang tepat untuk menciptakan nilai maksimum dari batu bara Indonesia, termasuk membayar dividen tunai dan membantu membangun negara,”kata Garibaldi.

Selain itu, pemegang saham juga menyetujui penggunaan laba perusahaan di 2014 yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$ 178,16 juta. Di mana sebesar US$ 1,78 juta digunakan untuk penyisihan cadangan sesuai pasal 70, Undang-Undang Perseroan Terbatas Nomor 40 tahun 2007.

Sementara sebesar US$ 75,49 juta atau sebesar 42% dari laba bersih digunakan untuk pembayaran dividen tunai final, termasuk dividen tunai interim sebesar US$ 30,07 juta yang dibayarkan pada 16 Januari 2015,”Sedangkan sisanya sebesar US$ 45,42 juta akan dibagikan sebagai dividen tunai final. Sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, jadwal pembayaran dividen tunai tersebut akan dipublikasikan pada dua surat kabar yang berperedaran secara nasional sesuai ketentuan dan perundang-undangan yang berlaku. Serta sebesar US$ 100,89 juta dari laba bersih akan digunakan untuk laba ditahan," pungkas dia. (bani)

BERITA TERKAIT

Genjot Pertumbuhan Bisnis Energi - Adaro Bakal Bangun PLTU di Asia Tenggara

NERACA Jakarta –Kembangkan ekspansi bisnisnya, PT Adaro Energy Tbk (ADRO) tengah menjajaki pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di salah…

Bukaka Kuasai 25% Saham Poso Energy

PT Bukaka Teknik Utama Tbk (BUKK) kembali menguasai 25% saham PT Poso Energy. Sebelumnya, Bukaka sempat melepas 4,49% sehingga kepemlikan…

Rambah Bisnis Air Bersih - RAJA Siapkan Dana Akuisisi US$ 1,6 Juta

NERACA Jakarta – Kembangkan ekspansi bisnis di tahun depan, PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) menambah lini bisnis baru di sektor…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Berkah Kinerja Emiten Meningkat - Jumlah Investor di Sumbar Tumbuh 46%

NERACA Padang – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) perwakilan Sumatera Barat (Sumbar) mencatat jumlah investor saham asal Sumbar di pasar…

Indo Premier Bidik AUM 2019 Tumbuh 50%

Tahun depan, PT Indo Premier Investment yakin dana kelolaan atau asset under management (AUM) mereka akan tumbuh hingga 50% seiring…

HRUM Siapkan Rp 236 Miliar Buyback Saham

PT Harum Energy Tbk (HRUM) berencana untuk melakukan pembelian kembali saham atau buyback sebanyak-banyaknya 133,38 juta saham atau sebesar 4,93%…