Apakah Bekerja Dekat Rumah Membuat Produktivitas Meningkat?

Sabtu, 25/04/2015

Perjalanan ke kantor bagi para komuter tidak hanya menyita waktu namun juga biaya yang tidak sedikit. Dari hasil penelitian Regus, perusahaan penyedia solusi bisnis global yang berdiri di Brussel, terhadap 44 ribu responden menunjukkan bahwa para pekerja menghabiskan sekitar lima persen gaji mereka dalam perjalanan menuju tempat kerja. Angka ini meningkat hingga dua kali lipat dibandingkan tahun 2010.

Menurut responden yang menjadi objek penelitian ini, bekerja dari rumah atau work at home bukanlah solusi dari masalah ketidakefisienan waktu dan biaya tersebut. Meski 61% responden mengatakan memiliki kantor di rumah, namun hanya setengahnya yang menyatakan bahwa mereka memiliki ruang kerja yang dilengkapi dengan berbagai perlengkapan untuk menunjang produktivitas.

Padahal dengan bekerja lebih dekat dari rumah dengan fasilitas operasional layaknya kantor, selain menghemat waktu juga dapat meningkatkan produktivitas tiap karyawan.

“Kami menawarkan solusi untuk pengembangan bisnis . Perusahaan tidak harus memiliki kantor yang berpusat pada satu tempat saja, atau harus di kawasan premium bisnis, bahkan karyawan-karyawannya bisa bekerja di kantor cabang Regus yang lokasinya lebih mudah diakses dari rumah sehingga menghemat waktu perjalanan,” ujar Charles Rossi, President Direktur Regus Indonesia.

Menurut Charles, bekerja di rumah bukanlah solusi untuk memecahkan persoalan efisiensi waktu. Sebab rumah tidak memiliki infrastruktur yang menunjang pekerjaan sebagaimana kantor. Ditambah atmosfer di rumah sangat kontras dengan lingkungan kantor.

“Tidak semua orang bisa bekerja dengan efektif di rumah. Namun untuk tetap membuat kehidupan berjalan seimbang, pilihan lokasi Regus bisa dijadikan jalan keluar agar karyawan tetap bisa produktif di jam-jam kerja tanpa harus menghabiskan waktu terlalu lama di jalan.”

Hal senada juga diungkapkan oleh Nina Tursinah, pelaku bisnis yang juga anggota Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO). Kebutuhan dunia usaha saat ini adalah mencari lokasi perkantoran yang tidak macet dan mudah diakses, bukan lagi menyasar segmen daerah premium.

“Lokasi yang penting adalah mudah diakses dari manapun. Dan tentunya harus memiliki fasilitas yang lengkap serta memenuhi standar K3 gedung,” tutur Ketua Bidang IKM dan UKM APINDO ini.

Setali tiga uang, Imam Wartomo, President Director Prima International Cargo juga mengungkapkan bahwa lokasi itu bergantung kebutuhan bisnis dan tidak harus di kawasan Segitiga Emas. Apalagi bila menyangkut kebutuhan ekspor import, perkantoran yang dekat dengan tol adalah pilihan utama.

“Bidang usaha kami adalah transportasi, maka prioritas lokasi adalah dekat dengan akses jalan tol untuk kemudahan kelancaran arus barang selain gudang di pelabuhan udara dan laut. Untuk kawasan bisnis distrik tidak terlalu berpengaruh terhadap bidang bisnis kami,” tutur pengusaha yang pernah menjadi Ketua IATA Cargo Agents Club (ICAC) ini.