Investasi WEF Diarahkan ke Sektor Prioritas

NERACA

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Andrinof A. Chaniago mengatakan bahwa pemerintah akan mengarahkan investasi yang diperoleh dari Forum Ekonomi Dunia (WEF) 2015 mengalir ke sektor-sektor yang sesuai dengan prioritas pembangunan nasional.

Andrinof setelah Musyawarah Rencana Pembangunan Provinsi Banten di Tangerang, Senin, mengatakan bahwa pemerintah mengincar derasnya aliran investasi dari WEF untuk sektor pangan, energi, maritim dan infrastruktur, di tengah upaya pemerintah untuk mencapai pertumbuhan ekonomi hingga 5,7 persen.

"Kami akan dorong kesana. Infrastruktur akan diarahkan ke sektor-sektor prioritas," kata dia.

Menurut Andrinof, peran investor akan sangat penting dalam percepatan pembangunan nasional. Pemerintah, kata dia, juga mencoba mengarahkan investor agar tertarik dalam berinvestasi pada program-program infrastruktur dasar.

"Jika swasta melihatnya tidak layak secara ekonomi, infrastruktur dasar itu tetap akan dibangun oleh pemerintah. Atau pemerintah mengandalkan BUMN, atau lewat penyertaan modal negara (PMN) BUMN," kata dia.

Secara terpisah, Menteri Koordinator Perekonomian Sofyan Djalil menjelaskan dalam WEF investor bisa mendapatkan informasi yang jelas mengenai insentif fiskal dan non-fiskal yang ditawarkan pemerintah.

"Mungkin belum ada yang riil dari pertemuan ini, tetapi mereka bisa tanyakan segala apapun tentangtax incentive, masalah birokrasi, upah buruh dan macam-macam, yang sepenuhnya bisa kita jelaskan kepada investor," ujarnya.

Sofyan mengharapkan investor semakin percaya diri untuk menanamkan modalnya di Indonesia, terutama untuk sektor-sektor yang diprioritaskan pemerintah.

"Kalau kita mendapatkan investasi yang cukup, maka akan mudah sekali kita untuk meningkatkan ekspor dan menyelesaikan masalah seperti infrastruktur listrik. Untuk itu, forum ini bertujuan untuk menimbulkanconfidentbahwa Indonesia merupakan tempat investasi yang baik," katanya.

Pemerintah mengharakan realisasi investasi dapat tumbuh rata-rata 10,2 persen per tahun, dengan target realisasi investasi mencapai Rp3.500 triliun selama 2015-2019, menurut data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).

BERITA TERKAIT

Permintaan Kredit di 13 Sektor Meningkat

  NERACA   Jakarta - Bank Indonesia melalui surveinya mencatat permintaan kredit pada 13 sektor ekonomi meningkat sepanjang triwulan III…

Indonesia Dinilai Tak Alami Bubble Sektor Properti

      NERACA   Jakarta - CEO dan pendiri perusahaan pengembang Crown Group, Iwan Sunito, mengatakan, Indonesia tidak mengalami…

Analis Bilang Koleksi Saham Sektor Konsumer - Daya Beli Masih Positif di Tahun Depan

NERACA Jakarta - Pelemahanan daya beli masyarakat hingga paruh pertama tahun ini yang di luar perkiraan banyak pihak, perlahan menunjukkan…

BERITA LAINNYA DI KEUANGAN

Mengajari Anak Menabung, Berbelanja, dan Berbagi

Oleh: Yulius Ardi Head, Managed Investment Product Standard Chartered Bank   Akhir musim sekolah telah diambang pintu dan anak-anak akan…

Sukuk Bisa Sebagai Alternatif Pembiayaan Daerah

Direktur Pembiayaan Syariah Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan Suminto mengatakan penerbitan obligasi berbasis syariah atau sukuk bisa…

Keuangan Syariah: - Akan Stagnan Atau Butuh Terobosan

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Muliaman Hadad meminta inovasi dan terobosan pelaku industri untuk mengembangkan keuangan syariah, karena tanpa…