Festival Kartini 2015

Bangkitkan Kecintaan Kebudayaan Warisan Leluhur Jepara

Sabtu, 25/04/2015

Festival Kartini 2015 kembali digelar pada 8-21 April 2015.Hari Kartini diperingati setiap 21 April sebagai penghormatan atas wujud perjuangan kaum perempuan dan emansipasi wanita. Kabupaten Jepara di Provinsi Jawa Tengah, tempat dimana pahlawan nasional tersebut dilahirkan menjadi tempat berlangsungnya festival ini.

Berbagai agenda telah disiapkan, diantaranya agenda buka luwur dari Pendopo Kabupaten ke Makam Sultan Hadirin Mantingan (9 April), Festival Dolanan (10 April), Jepara Music Festival 2015 (12 April),workshopekonomi kreatif (17 April), Seminar Nasional: Membaca Ulang Pemikiran Kartini (18 April), Bumi Kartini Expo 2015 (18-20 April), pentas wayang (18 April), pertunjukkan ketoprak (19 April), Jepara Carnival (19 April), Curtural Festival (20 April), opera Kartini (21 April), hingga mozaik surat-surat Kartini (21 April).

Selain itu terdapat agenda karnaval serta berbagai lomba yang telah disiapkan oleh Pemerintah Kabupaten Jepara. Lomba tidak hanya diperuntukkan bagi siswa-siswi sekolah namun juga untuk guru-guru yang memiliki peran besar sebagai pengukir watak bangsa.

Festival Kartini diharapkan dapat membangkitkan kecintaan pada kebudayaan warisan leluhur Jepara dengan segala produknya. Karena itulah 37 rangkaian kegiatan digelar selaras dengan keinginan tersebut.

Raden Adjeng Kartinisendiri lahir diJepara,Jawa Tengah pada21 April1879danmeninggal diRembang,Jawa Tengah,17 September1904pada umur 25 tahun atau sebenarnya lebih tepat disebutRaden AyuKartiniadalah seorang tokohsuku JawadanPahlawan Nasional Indonesia. Kartini dikenal sebagai pelopor kebangkitan perempuanpribumi.

Raden Adjeng Kartini berasal dari kalanganpriyayiatau kelas bangsawan Jawa.Ia merupakan putri dari Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat, seorang patih yang diangkat menjadi bupatiJeparasegera setelah Kartini lahir.Kartini adalah putri dari istri pertama, tetapi bukan istri utama. Ibunya bernama M.A. Ngasirah, putri dariNyaiHaji Siti Aminah danKyaiHaji Madirono, seorang guru agama di Telukawur, Jepara.

Jepara sendiri adalah kota yang terkenal akan kerajinan ukuran kayu. Jepara juga tak kalah menarik karena memiliki tujuan wisata seperti Karimunjawa, Pantai Kartini, Pulau Panjang, Pantai Bandengan, Air Terjun Songgolangit, Pantai Tirto Samudro, Pusat Tenun Ikat Troso dan Benteng Portugis.

Jejak Kartini di Jepara bisa ditemukan di Desa Pelemkerep, Kecamatan Mayong. Tepat 136 silam Kartini lahir di desa ini. Rumah aslinya memang sudah dibongkar namun terdapat Monumen Ari-Ari di belakang rumah tersebut sebagai tempat dimana tali pusar kartini ditanamkan. Monumen terdiri dari Patung Kartini dan bunga teratai, bunga yang disukai oleh Kartini.

Usai mengunjungi Kecamatan Mayong, Anda bisa beranjak ke Pendopo Kabupaten Jepara yaitu tempat dimana Kartini menghabiskan masa remajanya, ketika sang ayah memegang jabatan Bupati Jepara. Kartini tinggal di sini, mendapatkan pendidikan dan merenungkan nasib-nasib perempuan ketika itu. Di sini pula Kartini mencetuskan pemikirannya tentang perempuan, serta memberdayakan masyarakat dengan mendirikan sekolah perempuan.

Tempat yang tak kalah menarik adalah Museum Kartini, letaknya persis di Alun-Alun Kota Jepara. Museum ini memiliki benda-benda bersejarah peninggalan Kartini beserta keluarnya seperti furnitur, mesin jahit, canting, serta berbagai ukiran rotan khas Jepara.