IPMI Gelar Muktamar Pertama Kali

Dalam rangka mendukung pembangunan perekonomian nasional melalui pemberdayaan ekonomi muslimah, Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (IPMI) bekerjasama dengan Majalah Ibadah menyelenggarakan Muktamar I IPMI & Top Eksekutif Muslimah 2015, dengan tema Ekonomi Muslimah Kuat Indonesia Hebat. Informasi tersebut disampaikan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Muktamar ke-1 IPMI ini, digelar untuk mendukung pengembangan wirausaha Indonesia, khususnya dari kalangan Muslimah. Menurut data BI tahun 2014, populasi wirausaha di Indonesia baru mencapai angka 1,65 persen dari jumlah penduduk. Jumlah ini sangat kecil dibandingkan dengan populasi wirausaha di negara Malaysia, Thailand, dan Singapura yang sudah mencapai di atas 4%.

Selain itu, kesehatan ekosistem kewirausahaan Indonesia juga dicatat menempati peringkat ke-68 dari 121 negara di dunia menurut The Global Entrepreneurship & Development Index 2014. Dan berdasarkan The EY G20 Entrepreneurship Barometer 2013, Indonesia di antara negara-negara G20 termasuk dalam kuartil keempat yaitu kelompok negara yang memiliki ranking terendah dalam ekosistem kewirausahaan.

Ingrid Kansil, Ketua Umum IPMI mengatakan, organisasi IPMI dibentuk dan didirikan untuk meningkatkan peran dan kontribusi pengusaha muslimah dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat, menuju kemandirian ekonomi yang berkepribadian Indonesia dan berakhlakul karimah,”IPMI memiliki kedudukan dan fungsi yang strategis, terutama untuk membantu pengembangan usaha-usaha para muslimah, sehingga dapat terus berkembang dan berkontribusi dalam pembangunan nasional,”ujarnya.

Dia menjelaskan, keberadaan IPMI diharapkan dapat mencetak pengusaha muslimah baru di Indonesia, serta membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, melalui penguatan ekonomi para pengusaha muslimah, jamaah Majelis Taklim, maupun komunitas Islami lainnya. (bani)

Related posts