Lewat Studi Banding, Pemberdayaan UMK Bisa Ditingkatkan

Cirebon, Jawa Barat

Jumat, 24/04/2015

NERACA

Cirebon – Untuk menjawab tingginya kebutuhan pelatihan sektor UMK dan untuk semakin mempersiapkan pelaku usaha UMK bersaing dengan pelaku usaha lainnya, PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM sebagai lembaga keuangan nonbank milik pemerintah melaksanakan kegiatan studi banding bagi nasabah binaan program Klasterisasi KJA Waduk Dharma Kuningan, Jawa Barat. Pelaksanaan studi banding dilaksanakan ke dua tempat yaitu, SMK Mundu Cirebon dan Dinas Perikanan Kota Cirebon.

PNM sejak berdiri selalu berupaya untuk patuh dalam menerapkan tata kelola perusahaan yang baik atau good corporate governance (GCG). Berbeda dengan perusahaan pembiayaan lainnya, PNM menggunakan pendekatan korporasi. Yaitu program-program pembiayaan dan pemberdayaan terhadap UMK seperti petani, nelayan, pedagang industri kecil, dilakukan melalui pembiayaan dengan mekanisme layaknya institusi bisnis dan dana investasinya tersebut harus kembali guna memberikan manfaat bagi para pelaku usaha lainnya.

Kegiatan dua hari tersebut diikuti oleh sekitar 50 petani ikan air tawar. Studi banding ini mendapat dukungan penuh dari Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) kota Cirebon, yang memang sejak awal menjalin kerja sama dalam pembentukan dan pengembangan klasterisasi ikan air tawar.

Executive Vice President I PT PNM (Persero), Arief Mulyadi mengatkan PNM merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang didirikan oleh pemerintah dengan misi pemberdayaan usaha mikro kecil di seluruh Indonesia. Pemberdayaan yang dilakukan bukan hanya pada sisi permodalan dalam bentuk pinjaman modal usaha tetapi juga pelatihan dan pendampingan untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan para pelaku UMK.

“Menjadi pengusaha tidak hanya sekadar untuk memenuhi kebutuhan agar bisa hidup layak, tetapi juga bagian dari upaya aktualisasi dan pengembangan potensi diri sebagi manusia yang kreatif dengan meningkatkan nilai manfaat dari berbagai sumber daya yang ada di lingkunganya. Karena itu, keberhasilan sebagai pengusaha akan sangat ditentukan oleh pengetahuan dan ketrampilan yang dimiliki, baik yang menyangkut pengetahuan teknis (hard skill) maupun sikap mental (soft skill),” katanya, di Cirebon, Jawa Barat,Rabu (22/4).

Pemimpin PNM Cabang Cirebon Budi Santosa, mengatakan bahwa konsep pendampingan, pelatihan, dan studi banding seperti ini sangat diperlukan bagi pelaku UKM, karena dengan adanya sarana tersebut dapat menjembatani para pelaku UKM untuk bertukar pikiran serta meluaskan jaringan antar pelaku UKM. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari program Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) yang diprakarsai oleh PNM sebagai sebuah inisiatif nasional untuk mengembangkan pelaku UKM di Tanah Air.

“Pelaksanaan studi banding ini merupakan lanjutan dari program pelatihan yang telah sukses dilaksanakan sebanyak tiga kali sejak klasterisasi ikan air tawar di Kuningan ini diresmikan Oktober lalu dan merupakan bagian dari rencana delapan kali pelatihan yang akan dilaksanakan hingga Februari 2015. Dengan total ratusan petani ikan di wilayah ini pelatihan dengan pilihan tema-tema yang tepat akan membawa pelaku usaha ke tahapan selanjutnya untuk mengembangkan usahanya,” pungkasnya. [mohar]