Petral Bubar, Harga BBM Pasti Murah

Kamis, 23/04/2015

NERACA

Jakarta - Anggota Komisi VII DPR, Bowo Sidik Pangarso, berpendapat pembubaran Pertamina Energy Trading Limited (Petral) yang merupakan unit usaha PT. Pertamina dapat menjadikan harga BBM lebih murah. "Pembubaran Petral dapat membuat harga BBM jadi lebih murah, logikanya harga membeli langsung dengan melalui perantara akan lebih mahal jika menggunakan perantara," kata Bowo setelah Rapat Dengar Pendapat PT. Pertaminda dengan Komisi VII DPR RI, di Jakarta, Rabu. (22/4).

Dia mendukung pembubaran Petral yang rencananya akan dilakukan pada tahun ini. "Petral harusnya tidak ada, Pertamina harusnya mengelola semuanya sendiri. Saya yakin Pertamina bisa mengelola sendiri," ujar Bowo.

Menurut Bowo permainan harga selama ini berada di Petral maka harus diambil alih oleh semua fungsi dan aset Petral harus diambil alih oleh Pertamina.

"Selama ini keberadaan Petral dimanfaatkan mafia gas untuk mendapatkan keuntungan, pemerintah Jokowi dari awal mengatakan Petral mau dibubarkan, tetapi sampai sekarang belum dibubarkan," ucap Bowo.

Dia berpendapat, lambatnya pembubaran Petral karena masih ada pihak-pihak yang belum mau melepas Petral. "Ini tugas pemerintah berani mengatakan fungsi dan tugas petral diambil alih oleh Pertamina, selama pertamina bisa mengerjakan sendiri tidak perlu ada perusahaan baru," tukas dia.

Rencanaya Pertamina akan membubarkan unit usahanya Petral dalam tahun ini, setelah melakukan evaluasi mengenai manfaat Petral."Setelah kami mengubah penanganan impor minyak mentah dan bahan bakar minyak maka akan mengambil alih aset Petral," kata Direktur Utama Pertamina Dwi Soejtipto.

Sebelumnya, pengamat energi Marwan Batubara mengatakan, rekomendasi pembubaran anak perusahaan Pertamina, PT Pertamina Energy Trading Ltd (Petral) hanya omong kosong.

Menurutnya, hal tersebut karena pada akhirnya Petral tidak jadi dibubarkan oleh pemerintah melainkan hanya memangkas kewenangan tendernya yang kini dialihkan ke Integrated Supply Chain (ISC) milik Pertamina.

"Ya memang waktu bikin pernyataan sebelumnya itu hanya asal bunyi saja tidak tahu masalah. Dulu mereka mau membubarkan, Jokowi serang Petral juga, JK (Jusuf Kalla) juga, tim energi Jokowi juga sama," ujarnya.

Marwan mengatakan, seharusnya pihak yang merekomendasikan tidak terlalu cepat mengambil keputusan. Kemudian keluarkan pernyataan mau bubarkan Petral.

"Ternyata kalau tidak jadi bubar berarti rekomendasi dia salah besar. Itu artinya dia asal bunyi, kalau ada yang nilai tong kosong nyaring bunyinya itu sah-sah saja," tegas Marwan.

Menurutnya, pihak tersebut tidak memahami permasalahan yang sebenarnya. "Artinya mereka itu asal bunyi saja tanpa secara komperwhensif memahami masalahnya. Kalau memang enggak jadi dibubarkan, memang Petral itu dibutuhkan. Bukan berarti kita dukung di dalam Petral ada mafia. Kalau sudah diperbaiki orangnya yang amanah, independen, profesional, intinya sistemnya diperbaiki," pungkasnya. [agus]