IHSG Masih Berpeluang Besar Menguat

Kamis, 23/04/2015

NERACA

Jakarta - Pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) tengah mengalami kondisi turun dan naik. Kali ini, indeks BEI ditutup terkoreksi seiring minimnya sentiment positif. Padahal pada perdagangan Selasa kemarin, indeks BEI ditutup menguat.

Kata Kepala Riset Universal Broker Indonesia, Satrio Utomo, minimnya sinyal positif di pasar modal mendorong aksi lepas saham oleh sebagian pelaku pasar sehingga indeks BEI mengalami tekanan. Kendati demikian, menurut dia, masih adanya harapan terhadap kinerja emiten periode kuartal I 2015 yang akan mencatatkan hasil positif menjadi salah satu penahan koreksi indeks BEI lebih dalam.

Dia mengakui, banyaknya investor menahan posisi beli karena ekspektasi positif itu. Namun, ada juga beberapa saham yang dilepas karena nilainya tidak mencapai tingkat batas atas yang ditargetkan,”Saya pun masih mencoba untuk bertahan. Saya masih menunggu kinerja emiten terutama perbankan, berharap mencatatkan kinerja bagus," katanya di Jakarta, Rabu (22/4).

Sementara analis Asjaya Indosurya Securities, William Surya Wijaya menilai, indeks BEI yang bergerak dalam area negatif pada Rabu (22/4) ini merupakan masa koreksi sehat yang dapat dimanfaatkan sebagai momentum bagi investor untuk melakukan akumulasi pembelian,”Arah pergerakan IHSG masih dalam tren penguatan jangka pendeknya, ekspektasi kinerja emiten pada kuartal I 2015 masih baik sehingga membuka peluang bagi indeks untuk bergerak menguat," katanya.

Berikutnya, indeks BEI Kamis diproyeksikan akan bergerak menguat. Asal tahu saja, seharian indeks BEI Rabu berada di zona merah. Mengakhiri perdagangan Rabu sore (22/4), indeks BEI ditutup terkoreksi 23,45 poin atau 0,43 persen menjadi 5.437,11. Sedangkan kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak turun 3,93 poin (0,41 persen) ke tingkat 951,99.

Tercatat transaksi perdagangan saham di BEI sebanyak 225.892 kali dengan volume mencapai 4,36 miliar lembar saham senilai Rp3,99 triliun. Efek yang mengalami kenaikan 110 saham, yang melemah 179 saham, dan yang tidak bergerak nilainya atau stagnan 108 saham. Bursa regional, di antaranya indeks Hang Seng ditutup menguat 83,36 poin (0,30%) ke 27.933,85, indeks Nikkei naik 224,81 poin (1,13%) ke 20.133,90, dan Straits Times melemah 12,37 poin (0,35%) ke posisi 3.496,24.

Perdagangan sesi pertama, IHSG ditutup turun tipis 7,227 poin (0,13%) ke level 5.453,346. Sementara Indeks LQ45 melemah tipis 1,156 poin (0,12%) ke level 950,843. Saham-saham perkebunan dan perbankan jatuh paling dalam akibat aksi ambil untung. Investor domestik berburu saham-saham konsumer.

Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 134.855 kali dengan volume 3,594 miliar lembar saham senilai Rp 2,658 triliun. Sebanyak 112 saham naik, 136 turun, dan 94 saham stagnan. Rata-rata bursa saham regional siang bergerak positif. Hanya pasar saham Singapura yang menemani BEI di zona merah.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Delta jakarta (DLTA) naik Rp 2.750 ke Rp 282.250, Bank of India (BSWD) naik Rp 1.040 ke Rp 5.600, Unilever (UNVR) naik Rp 850 ke Rp 40.850, dan Gowa Makassar (GMTD) naik Rp 500 ke Rp 8.000. Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 500 ke Rp 74.000, Darya Varia (DVLA) turun Rp 265 ke Rp 1.575, Astra Agro (AALI) turun Rp 250 ke Rp 23.100, dan Gudang Garam (GGRM) turun Rp 225 ke Rp 53.750.

Diawal perdagangan, IHSG dibuka melemah 8,11 poin atau 0,15% menjadi 5.452,46. Sedangkan kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak turun 2,06 poin (0,22%) ke posisi 949,94. Kata analis Samuel Sekuritas, Akhmad Nurcahyadi, minimnya sentimen positif bagi pasar modal mendorong IHSG BEI kembali bergerak melemah, pelaku pasar saat ini sedang menanti beberapa data laporan kinerja emiten serta laporan produk domestik bruto (PDB) Indonesia untuk periode kuartal I 2015.

Di tengah penantian itu, menurut dia, pelaku pasar saham cenderung melakukan posisi aman dengan melepas sebagian portofolio asetnya. Di sisi lain, nilai tukar rupiah yang kembali bergerak melemah menembus posisi Rp12.900 per dolar AS menambah dorongan bagi sebagian pelaku pasar untuk menahan aksi beli saham.

Sementara William Surya Wijaya menambahkan, potensi indeks BEI untuk kembali bergerak ke area positif masih terbuka, ekspektasi laporan kinerja emiten dan data ekonomi domestik masih cukup baik,”Dalam jangka pendek ini, IHSG BEI masih berada dalam area tren penguatan jangka pendeknya,”paparnya.

Tercatat bursa regional, di antaranya indeks Hang Seng dibuka menguat 92,32 poin (0,33%) ke 27.942,81, indeks Bursa Nikkei naik 227,18 poin (1,14%) ke 20.136,27, dan Straits Times melemah 4,75 poin (0,12%) ke posisi 3.504,15. (bani)