WIKA Kantungi Kontrak Baru Rp 4,43 Triliun

NERACA

Jakarta - PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) berhasil meraih kontrak baru sebesar Rp4,43 triliun hingga pekan ke-3 April 2015,”Pencapaian kontrak baru pekan III April 2015 mencapai Rp4,43 triliun atau 13,99% dari target kontrak baru 2015 sebesar Rp31,64 triliun," kata Direktur Utama WIKA Bintang Perbowo di Jakarta, Rabu (22/4).

Dia menuturkan, angka ini mencerminkan 13,99% dari target kontrak baru yang dibidik perseroan sepanjang 2015 sebesar Rp31,64 triliun. Tahun ini, perseroan menargetkan tahun ini akan memperoleh total kontrak dihadapi sebesar Rp54,39 triliun. Nilai kontrak tersebut, terdiri dari target kontrak baru 2015 sebesar Rp31,64 triliun dan carry over dari 2014 sebesar Rp22,75 triliun.

Sementara untuk semester pertama tahun ini, perseroan menargetkan perolehan kontrak baru mencapai Rp16 triliun. Jumlah tersebut setara 50% dari total target kontrak tahun 2015. Disebutkan, lambatnya perolehan kontrak baru di kuartal pertama, karena proses tender proyek pemerintah yang baru dimulai di Maret ini. Tercatat raihan kontrak WIKA hingga maret tahun ini baru mencapai Rp4,1 triliun, turun dari posisi periode sama tahun lalu yang mencapai Rp4,8 triliun.

Maka guna menggenjot perolehan kontrak, perseroan sedang membidik beberapa kontrak proyek luar negeri, di mana perseroan sedang mengikuti tender di Malaysia, Aljazair, dan Arab Saudi dengan total nilai tender sebesar Rp1,5 triliun.

Bambang bilang, komposisi perolehan kontrak baru WIKA tahun 2015 ditargetkan berasal dari pemerintah sebesar 52,02%, BUMN sebesar 22,17% dan sisanya sekitar 25,21% itu dari swasta. Disebutkan, beberapa proyek yang telah diperoleh hingga pekan III April 2015, antara lain proyek bendungan Kreuretok Aceh Rp403 miliar, proyek Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi) Tahap I Rp355 miliar, proyek Oe-Cusse Airport Timur Leste USD92 juta.

Selain itu, proyek Funtasy Island di Pulau Manis Batam senilai Rp161 miliar dan proyek pembangunan konstruksi runway Bandara Samarinda sebesar Rp124,20 miliar. Asal tahu saja, WIKA bakal menggelontorkan dana belanja modal atau capital expenditure (capex) paling sedikit mencapai Rp1,7 triliun,”Dana capex Rp1,7 triliun, kita bakal gunakan dalam mendukung rencana pemerintah untuk menggenjot pembangunan infrastruktur,”kata Direktur Keuangan Wijaya Karya, Adji Firmantoro.

Dia menjelaskan, demi menggelontorkan dana capex di tahun ini, perseroan telah memperkecil rasio pembagian dividen yang hanya 20%, dari posisi rasio dividen sebesar 30% di tahun 2014,”Untuk dukung pertumbuhan bisnis kita, pemegang saham setuju untuk menurunkan rasio dividen di tahun ini. Jadi bisa untuk modal kerja, sisa dari laba di tahun lalu. Itu yang akan kita lakukan," ungkap dia.

Selain itu, perseroan bakal meningkatkan debt equity ratio (DER). Langkah itu dijalankan guna mencukupi modal perseroan di tahun ini. Dengan DER yang lebih besar, maka kemampuan untuk meminjam jadi lebih besar"Posisi DER kita masih 2,6 kali, jadi untuk mendapatkan pinjaman lebih besar," kata dia.

Lanjut Adji, perseroan pada tahun ini berencana meminta tambahan modal dari pemerintah melalui pengajuan penambahan modal negara (PNM). "Kita cari dana lain, seperti minta PMN kepada pemerintah," cetusnya. (bani)

BERITA TERKAIT

Marak Penerbitan MTN - Pefindo Kantungi Mandat Rp 9,85 Triliun

NERACA Jakarta – Tren penerbitan surat utang korporasi di tahun politik masih tetap tumbuh. Bahkan berkah dari pertumbuhan surat utang…

Elnusa Bukukan Pendapatan Rp 6,6 Triliun

Tahun 2018 kemarin, PT Elnusa Tbk (ELSA) membukukan pendapatan usaha sebesar Rp6,6 triliun atau naik 34,69% dibanding tahun 2017 sebesar Rp4,9…

Asuransi Simas Targetkan Premi Rp 7,9 Triliun

Tahun ini, PT Asuransi Sinar Mas (ASM) menargetkan premi bruto sebesar Rp 7,9 triliun. Perusahaan menyakini target tersebut tercapai seiring…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

PPRO Berikan Kran Air Siap Minum di Semarang

Sebagai bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR) pada lingkungan, PT PP Properti Tbk (PPRO) bersama…

Tawarkan IPO Rp 178 -198 Persaham - Interfood Bidik Kapasitas Produksi 10.600 Ton

NERACA Jakarta –Perusahaan produsen cokelat, PT Wahana Interfood Nusantara menawarkan harga penawaran umum saham perdana atau initial public offering (IPO)…

Mandom Targetkan Penjualan Tumbuh 10%

Sepanjang tahun 2019, PT Mandom Indonesia Tbk (TCID) membidik pertumbuhan penjualan sebesar 5% hingga 10%. Hal itu ditopang pertumbuhan penjualan…