Realisasi Kontrak BaruWaskita Capai 13,46%

Kamis, 23/04/2015

NERACA

Jakarta – PT Waskita Karya Tbk (WSKT) menyatakan, realisasi kontrak baru pada tiga bulan pertama tahun ini sebesar Rp2,8 triliun, baru 13,46% dari target kontrak baru tahun ini sebesar Rp20,8 triliun. Kendatipun demikian, perseroan optimis target kontrak baru tahun ini akan melampaui target.

Direktur Utama PT Waskita Karya Tbk, M Choliq mengatakan, perseroan optimistis target kontrak baru tahun ini akan melebihi angka Rp20,8 triliun,”Nilai kontrak realisasi kuartal I dari nilai kontrak baru Rp2,8 triliun dari target Rp20,8 triliun. Saya optimis lebih dari itu, bagaimana bisa optimis karena bulan depan teken kontrak tol Solo-Ngawi-Kertosono senilai Rp8 triliun sepanjang 120 kilometer (km)," ujarnya di Jakarta, Rabu (22/4).

Selain itu, kontrak pembangunan tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi dan akan memperoleh proyek transmisi Sumatera dalam dua dan tiga bulan mendatang. Perusahaan konstruksi plat merah ini memastikan akan berupaya melebarkan sayap di bidang jalan tol. Di Bali, perseroan akan membangun tol spanjang 400 km.

Menurut M Choliq, dengan dukungan perolehan kontran, Waskita optimistis target laba bersih tahun ini terlampaui dengan diversifikasi usaha yang dilakukan dua anak usaha, yaitu PT Waskita Karya Realty da PT Waskita Beton Precast. Pada kuartal I, laba bersih perusahaan tercatat sebesar Rp11 miliar,”Laba bersih kuartal I masih kecil, tapi itu tipikal industri kontraktor, tergantung kepada realisasi kontrak," ujarnya.

Disebutkan, faktor pertama pertumbuhan diversivikasi usaha di tahun ini, yaitu Waskita Karya Realty dapat menyumbang laba bersih Rp200 miliar dan Waskita Beton Precast di atas Rp300 miliar. Dari dua anak usaha tersebut, perseroan mendapat kontribusi terhadap laba perusahaan sebesar Rp500 miliar. Perseroan pada tahun ini menargetkan laba bersih sebesar Rp650 miliar, meningkat dibanding tahun sebelumnya Rp501 miliar,”Tahun ini target laba jadi Rp650 miliar, tapi optimis bisa mencapai lebih dari itu, yaitu Rp1 triliun. Kalau dari anak usaha saja bisa Rp500 miliar, belum dari induknya. Jadi, kita yakin bisa mencapai Rp1 triliun,”kata M Choliq.

Tahun ini, emiten konstruksi milik pemerintah ini mengalokasikan dana belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp2 triliun. Dana capex tersebut bakal digunakan untuk pengembangan bisnis. Rencananya, dana sebesar Rp2 triliun akan digunakan untuk pengembangan bisnis, sebesar delapan persen untuk pembangunan di sektor konstruksi, sebesar 15% untuk pengembangan bisnis precast, sebesar 50% untuk bisnis realty, sembilan persen untuk bisnis energi, dan sisanya 17% untuk pengembangan investasi di jalan tol.

Choliq bilang, untuk pengembangan realty, perseroan bakal mengalokasikan untuk pembangunan proyek superblok di Surabaya. Sesuai dengan rencana bakal dibangun delapan tower superblok dan apartemen yang luasnya mencapai 34.109 meter persegi,”Pada tahun ini, kami akan bangun dua tower apartemen yang akan dijual untuk berkontribusi kepada pendapatan perseroan," ungkapnya.

Selain itu, untuk bisnis di sektor energi, perseroan bakal membangun PT Waskita Sangir Energy yang berlokasi dibayangi (Solok Selatan-Sumatera Barat), saat ini sedang dalam tahapan pembangunan Independent Power Producer (IPP) power plant PLTM, untuk kapasitasnya mencapai 2 x 5 megawatt (mw) yang direncanakan dapat beroperasi di 2016. (bani)