Rekor Bermain Angklung Sebanyak 20.000 Orang - Angklung for The World

Rangkaianside eventsPeringatan Konferensi Asia Afrika ke-60 berupa Guiness Book of The Record Pagelaran Angklung akan diselenggarakan pada Kamis, 23 April 2015 di Stadion Siliwangi, Bandung. Sebanyak 20.000 orang akan memberikan penampilan terbaiknya dalam pentas "Angklung for The World".

Acara pemecahan rekor tersebut sebelumnya direncanakan pada 23 April, namun dimajukan agar aksi spektakuler ini dapat dipamerkan pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) yang dihadiri oleh Kepala Negara.

"Memajukan jadwal dalam rentang waktu persiapan yang mepet dan mengatur 20.000 orang, itu memang memerlukan energi dan konsentrasi besar. Tetapi, jika dibandingkan denganimpactyang ingin diraih, bisa lima kali lebih dahsyat, mengapa tidak? Itulah tantangan. Di situlahchallengeuntuk merebutdouble impacts, menghibur di internal, dalam negeri, serta mengesankan di eksternal,” jelas Arief Yahya.

Aksi ini akan melampaui rekor angklung dengan pemain terbanyak yang pernah dipecahkan di New York, USA (5.000 orang) dan di Beijing, Cina (10.000 orang). Seluruh pemain angklung akan mengenakan kaus bertuliskan Wonderful Indonesia dan panggung pun akan didekorasi dengan logobrandingpariwisata tersebut. Media yang diundang berasal dari berbagai negara agar gaung Indonesia semakin luas.

Pentas "Angklung for The World" ini diharapkan mampu mempopulerkan seni musik tradisional di luar negeri. Para pengunjung akan dibuat terpukau dengan sambutan tradisi lokal yang mencerminkan semangat negara Asia Afrika untuk maju dalam kebersamaan. Ada dua pihak yang perlu disentuh yaitu delegasi dari berbagai negara, serta masyarakat lokal dan nasional Indonesia.

Angklung adalah sebuah alat musik yang terbuat dari potongan bambu. Alat musik ini terdiri dari 2-4tabung bambu yang dirangkai menjadi satu dengan talirotan. Tabung bambu dikuir detail dan dipotong sedemikian rupa oleh pengrajin angklung profesional untuk menghasilkan nada tertentu ketika bingkai bambu digoyang.

Angklung telah terdaftar di UNESCO sebagai Karya Agung Warisan Budaya Lisan dan Nonbendawi Manusia sejak November 2010. Mengingat keberdaannya begitu penting di dunia internasional, angklung kerap ditampilkan dalam acara-acara peringatan besar dunia yang bersejarah.

BERITA TERKAIT

Pemkot Denpasar Raih Penghargaan Moveable Children’s Playground - Komitmen Penuhi Fasilitas Ruang Bermain dan Hak Anak

Pemkot Denpasar Raih Penghargaan Moveable Children’s Playground Komitmen Penuhi Fasilitas Ruang Bermain dan Hak Anak NERACA Bandung - Penghargaan Kota…

KPPU Jamin Semua Orang Bisa Menjadi Pengusaha

KPPU Jamin Semua Orang Bisa Menjadi Pengusaha NERACA Tasikmalaya – Anggota KPPU Kodrat Wibowo di awal kuliah umum yang diselenggarakan…

Ekspor Melalui Kuala Tanjung Ditargetkan Capai 1.000 TEUS

NERACA Jakarta – Ekspor langsung melalui Pelabuhan Kuala Tanjung, Sumatera Utara, ditargetkan bisa mencapai hingga 1.000 TEUs saat dioperasikan pada…

BERITA LAINNYA DI WISATA INDONESIA

MarkPlus Dukung Pariwisata Sulawesi Utara

Kekayaan alam dan budaya membuat Manado menjadi salah satu destinasi favorit wisatawan mancanegara. Hal ini diungkap Founder dan Chairman MarkPlus,…

Bali Masuk dalam Daftar 10 Water Park Terpopuler Dunia

Taman bermain air atau water park, kerap menjadi pilihan masyarakat saat berwisata. Selain faktor keamanan yang terjamin, water park bisa…

Batam Culture Carnival, Gerbang Lebar untuk Wisman Singapura

Batam International Culture Carnival (BICC) 2018 diharapkan menjadi atraksi unggulan bagi pintu masuk wisatawan di Batam, Kepulauan Riau. Acara BICC…