LPS Rate Tidak Berubah

NERACA

Jakarta -Lembaga Penjamin Simpanan tidak melakukan perubahan atas tingkat bunga penjaminan untuk simpanan dalam rupiah maupun valuta asing di Bank Umum dan Bank Perkreditan Rakyat.“Tingkat bunga penjaminan untuk periode tanggal 15 Januari - 14 Mei 2015 tidak mengalami perubahan,” ujar Sekretaris LPS, Samsu Adi Nugroho, dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, kemarin.

Besaran tingkat bunga penjaminan untuk rupiah di bank umum ditetapkan 7,75%, valas di bank umum 1,5%. Sedangkan untuk tingkat bunga penjaminan di BPR ditetapkan 10,25%. Besaran tingkat bunga penjaminan tersebut mempertimbangkan kondisi suku bunga simpanan perbankan yang masih cukup tinggi serta kondisi likuiditas yang diperkirakan masih belum melonggar hingga beberapa bulan ke depan.

Masih terdapat ketidakpastian pada ekonomi global yang bersumber terutama dari prospek peningkatan suku bunga acuan AS menyebabkan kondisi likuiditas masih berpotensi mengetat. Sesuai ketentuan LPS, apabila suku bunga simpanan yang diperjanji-kan antara bank dengan nasabah penyimpan melebihi tingkat bunga penjaminan simpanan, maka simpanan nasabah dimaksud menjadi tidak dijamin.

Berkenaan dengan hal tersebut, bank diharuskan untuk memberitahukan kepada nasabah penyimpan mengenai tingkat bunga penjaminan simpanan yang berlaku dengan menempatkan informasi dimaksud pada tempat yang mudah diketahui oleh nasabah penyimpan.

Sejalan dengan tujuan untuk melindungi nasabah dan memperluas cakupan tingkat bunga penjaminan, LPS menghimbau agar perbankan memperhatikan ketentuan tingkat bunga penjaminan simpanan dalam rangka penghimpunan dana. “Dalam menjalankan usahanya, bank hendaknya juga memantau arah pengelolaan likuiditas perekonomian oleh Bank Indonesia serta ketentuan pengaturan dan pengawasan perbankan oleh Otoritas Jasa Keuangan,” pungkasnya. [ardi]

BERITA TERKAIT

OJK :MI Diyakini Tidak Ubah Strategi

Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Utara, Gorontalo, Maluku Utara (Sulutgomalut), Elyanus Pongsoda memperkirakan, manager investasi (MI) tidak akan melakukan…

Pola Konsumsi Berubah

Melihat fenomena perubahan perilaku belanja sebagian masyarakat, dari semula rajin berbelanja di toko ritel secara langsung (offline), kini mulai bergeser…

Tersangkut Kasus Hukum - Sinemart Tidak Bisa Masuk Bursa

Tersangkut Kasus Hukum Sinemart Tidak Bisa Masuk Bursa NERACA Jakarta - Pengadilan Negeri Jakarta Barat telah menolak perlawanan yang dilakukan…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

AXA Mandiri – Kemenkes Berdayakan Masyarakat Difabel

      NERACA   Jakarta - PT AXA Mandiri Financial Services (AXA Mandiri) bersama dengan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia…

Kredit Pendidikan Perlu Pendampingan Usaha

    NERACA   Jakarta - Pakar Pendidikan Universitas Negeri Yogyakarta Wuryadi mengharapkan pemerintah memberikan fasilitas pendampingan usaha bagi mahasiswa…

LPS Minta Bank Edukasi Nasabah - Tingkatkan Kepercayaan Terhadap Bank

      NERACA   Jakarta - Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mengimbau perbankan melakukan edukasi kepada nasabah terkait adanya fasilitas…