Surya Citra Media Bagikan Dividen Rp 1,45 Triliun - Bidik Pendapatan Iklan Rp 5,4 Triliun

NERACA

Jakarta – Berdasarkan hasil rapat umum pemegang saham (RUPS), PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) bakal membagikan dividen tahun buku 2014 kepada pemegang saham sebesar Rp1,02 triliun atau setara 70% dari laba Rp1,45 triliun di akhir 2014,”Rapat Umum Pemegang Saham tahunan perseroan telah menyetujui pembagian dividen kepada pemegang saham sebesar Rp1,02 triliun, atau setara Rp70 per saham,”kata Direktur Utama SCMA, Sutanto Hartono di Jakarta, Selasa (21/4).

Dia mengatakan, rasio dividen yang diberikan pada 2014 memang lebih kecil dibanding 2013, tapi besaran angkanya lebih besar di 2014. Angka rasio dividen yang tahun lalu kecil, karena untuk ekspansi perseroan tahun ini akan lebih besar. Sisa laba bersih pada tahun lalu, perseroan akan tahan guna modal ekspansi bisnis di tahun ini. "Pembagian dividen kepada pemegang saham akan diberikan pada 30 hari setelah RUPS tahunan kali ini berakhir," tutur dia.

Saham SCMA masih didominasi PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) sebesar 61,80%, Komisaris SCMA Raden Soeyono miliki 0,01%, Komisaris SCMA Jay Geoffrey sebesar 0,01%, Direksi Lie Halim sebesar 0,04%, Direksi Harsiwi Achmad sebesar 0,01%, dan masyarakat atau publik sebesar 38,13%.

Melalui kepemilikan saham perusahaan yang masih didominasi oleh EMTK yang merupakan induk perusahaan, maka dividen dapat dipastikan banyak kembali ke EMTK. Seperti diketahui, Surya Citra Media meraih laba bersih sebesar Rp1,45 triliun di akhir 2014, atau naik 14,17% dari posisi laba sebesar Rp1,45 trilliun di akhir 2013.

Sementara laba usaha perseroan menjadi Rp1,91 triliun di akhir 2014, atau naik dari posisi sebesar Rp1,75 triliun di 2013. Laba sebelum pajak perseroan menjadi Rp1,91 triliun, atau naik dari posisi Rp1,76 triliun di 2013. Sementara laba yang naik membuat pendapatan perseroan terkerek lebih tinggi. Pendapatan perseroan menadi Rp4,05 triliun di akhir 2014, atau naik dari posisi sebesar Rp3,69 triliun di 2013.

Beban program dan siaran menjadi Rp1,47 triliun di 2014, atau naik dari posisi Rp1,38 triliun di 2013. Beban usaha perseroan menjadi Rp663,51 miliar di 2014, atau naik dari posisi Rp607,70 miliar di 2013. Posisi total liabilitas perseroan menjadi Rp1,25 triliun di 2014, atau naik dari posisi Rp1,22 triliun di 2013.

Sedangkan posisi ekuitas perseroan menjadi Rp3,47 triliun di 2014, atau naik dari posisi sebesar Rp2,78 triliun di 2013. Adapun posisi total aset perseroan sepanjang tahun lalu menjadi Rp4,72 triliun di akhir 2014, atau naik dari posisi Rp4,01 triliun di akhir 2013.

Menyadari ketatnya bisnis industri televisi di tahun 2015, tidak membuat ciut PT Surya Citra Media Tbk meraup peluang pasar yang lebih besar lagi. Pasalnya, perseroan lebih optimistis menatap tahun 2015 seiring dengan keyakinan belanja iklan akan lebih tinggi dari sebelumnya yang tumbuh single digit.

Sutanto Hartono menuturkan, tahun ini meskipun pertumbuhan ekonomi mengalami perlambatan tidak mempengaruhi bisnis belanja iklan. Oleh karena itu, perseroan membidik pertumbuhan pendatan iklan sebesar 11% atau meningkat dibandingkan pertumbuhan belanja iklan atau advertising expenditure (adex) tahun lalu hanya 8%-9%, lebih rendah juga dari tahun lalu yang tumbuh 15%.

Sebagai gambaran, tahun 2013 pendapatan iklan SCMA sekitar Rp 4,5 triliun. Dengan proyeksi kenaikan 8%-9%, sementara tahun 2014, pendapatan iklan SCMA berkisar antara Rp 4,86 triliun-Rp 4,9 triliun dan tahun ini ditargetkan pendapatan iklan tembus mencapai Rp 5,3 triliun hingga Rp 5,4 triliun. (bani)

BERITA TERKAIT

Media dan Tantangan Teknologi Milenial

Indonesia merupakan negara di dunia yang memiliki banyak media dengan perkiraan berjumlah 47 ribu media yang terbagi dari berbagai model,…

Pollux Properti Tunjuk Kontraktor Utama Gangnam District - Kontrak Senilai Rp2 Triliun

Pollux Properti Tunjuk Kontraktor Utama Gangnam District Kontrak Senilai Rp2 Triliun NERACA Jakarta - Salah satu proyek properti multi fungsi…

Pollux Properti Tunjuk Kontraktor Utama Gangnam District - Kontrak Senilai Rp2 Triliun

Pollux Properti Tunjuk Kontraktor Utama Gangnam District Kontrak Senilai Rp2 Triliun NERACA Jakarta - Salah satu proyek properti multi fungsi…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Laba Fajar Surya Wisesa Melesat 136,1%

Sepanjang tahun 2018 kemarin, PT Fajar Surya Wisesa Tbk (FASW) mencatatkan laba bersih sebesar Rp1,405 triliun atau naik 136,1% dibanding periode…

Lagi, Comforta Raih Top Brand Award

Di awal tahun 2019 ini, Comforta Spring Bed kembali meraih penghargaan Top Brand Award. Dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin,…

BPD Bank Kalsel Rencanakan IPO di 2020

Bila tidak ada aral melintang, Bank Pembangunan Daerah (BPD) Kalimantan Selatan atau Bank Kalsel rencanakan melakukan penawaran umum saham perdana…