Butuh Sinergi Antarlembaga Kembangan UMK

D.I Yogyakarta

Rabu, 22/04/2015

NERACA

Yogyakarta - PT Permodalan Nasional Madani (Persero) mengadakan forum discussion group (FDG) bersama Kementerian BUMN, Komisi VI DPR dan Universitas Gadjah Mada, guna membahas pemberdayaan dan pengembangan UMK di wilayah tersebut. Dalam forumdiskusi ini, PNM tidak hanya memberikan pengetahuan mengenai bisnis perusahaan tetapi juga perkembangan pembiayaan yang telah dilakukan oleh PNM Cabang Yogyakarta.

Pimpinan Komisi VI DPR, Heri Gunawan menuturkan, apa yang telah dilaksanakan oleh PNM selama ini harus ditiru oleh lembaga negara lainnya. Penyaluran langsung kepada UMK akan memberikan dampak yang langsung pula bagi perkembangan UMK. "Semua lembaga negara kita himbau seperti itu, terlebih BI yang perlu lebih mengarah pembiayaan dan pemberdayaan UMK yang sangat menopang ekonomi nasional seperti PNM,” katanya di DI Yogyakarta,Selasa (21/4).

Pemerintah harus tetap melaksanakan sinergi antar lembaga untuk pengembangan UMK dewasa ini karena tidak dapat dilakukan sendiri-sendiri. Sinergi yang kuat juga akan memberikan manfaat yang lebih kuat bagi UMK.“Institusi lain harus meniri apa yang telah dilaksanakan oleh PNM. Manfaat yang diterima oleh UMK secara nyata dan konkrit akan berdampak secara langsung bagi perekonomian daerah dan nasional,” tambahnya.

Sementara, Direktur Utama PNM, Parman Nataatmadja menjelaskan, pengusaha mikro dan kecil merupakan tulang punggung ekonomi nasional, PNM senantiasa berupaya untuk membantu mereka guna meningkatkan kapasitas usaha bisnisnya dengan melakukan pendampingan usaha disamping emberian modal usaha melalui Unit Layanan Modal Mikro (ULaMM).

“Betapa penting peran UMK dalam memperkokoh sistem perekonomian nasional, baik sebagai penyedia lapangan kerja, sebagai sumber pertumbuhan ekonomi, serta penyedia berbagai kebutuhan masyarakat secara mudan dan murah. Karena itu, sudah seharusnya para pelaku UKM ini mendapatkan perhatian dari semua pihak, baik pemerintah, swasta, BUMN dan masyarakat pada umumnya,” katanya.

Untuk pembiayaan bagi UMK, perseroan memfokuskan melalui ULaMM yang melayani pinjaman bagi pelaku usaha mikro. Dengan skema pembayaran yang fleksibel, ULaMM diharapkan menjadi lembaga pembiayaan langsung bagi UMK yang selama ini belum tersentuh oleh lembaga pembiayaan lainnya.“Kami akan terus berupaya menyediakan pembiayaan bagi para pelaku UMKM yang selama ini masih banyak yang belum mendapatkan akses pembiayaan,” ungkap Parman.

Selain melakukan pembiayaan, PNM juga aktif melakukan pembinaan, antara lain berupa pelatihan dan pendampingan melalui program Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU). Aktivitas pembinaan ini merupakan upaya PNM untuk melakukan perkuatan kepada pelaku UKM dengan memberikan modal intelektual, berupa pengetahuan, ketrampilan, dan akses ke sumber daya, tanpa dikenakan biaya apapun.

Tak hanya itu. PNM juga aktif membina UMM secara kluster. Pola pembinaan berbasis kluster ini merupakan pola pembinaan secara terpadu mulai dari tahap assesment awal guna mengetahui berbagai kebutuhan para anggota kluster, dilanjutkan dengan serangkain pelatihan menyangkut perkuatan kelompok, manajemen usaha, manajemen keuangan, kewirausahaan, desain produk, pemasaran, teknologi pengemasan, sertifikasi, dan lain-lain. [mohar]