IHSG Belum Beranjak Dari Zona Hijau

Rabu, 22/04/2015

NERACA

Jakarta – Mengakhiri perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) Selasa (21/4), indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup menguat 59,770 poin (1,11%) ke level 5.460,573. Sementara Indeks LQ45 ditutup melesat 14,850 poin (1,58%) ke level 951,999. Perburuan aksi beli yang ramai di penghujung perdagangan mampu menyelamatkan indeks BEI. Investor asing yang kemarin melepas saham kini mulai beli bersih.

Analis Asjaya Indosurya Securities, William Surya Wijaya mengatakan, investor asing yang kembali melakukan aksi beli menjadi salah satu pendorong indeks BEI untuk bergerak ke area positif,”Investor asing melakukan aksi beli saham setelah dalam beberapa hari terakhir melakukan 'net sell'. Hal ini menunjukkan bahwa kepercayaan investor masih cukup tinggi terhadap pasar modal Indonesia," katanya di Jakarta, Selasa (21/4).

Dengan kondisi itu, menurut William Surya, IHSG BEI sedang mulai masuk ke dalam tren penguatan jangka pendeknya, secara teknikal potensi untuk melanjutkan penguatan menuju level batas atas ke 5.485 poin cukup terbuka.

Sementara Kepala Riset Universal Broker Indonesia Satrio Utomo menambahkan, pelaksanaan peringatan konferensi Asia-Afrika (KAA) diharapkan dapat meningkatkan kerjasama ekonomi yang pada gilirannya dapat berdampak positif terhadap industri pasar modal,”Diharapkan agenda itu dimanfaatkan untuk kerjasama ekonomi,”ujarnya.

Pada perdagangan kemarin, dana asing mulai masuk lantai bursa. Transaksi investor asing hingga sore terpantau melakukan pembelian bersih (foreign net buy) senilai Rp 153,347 miliar di seluruh pasar. Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 230.853 kali dengan volume 6,498 miliar lembar saham senilai Rp 5,585 triliun. Sebanyak 172 saham naik, 117 turun, dan 97 saham stagnan.

Bursa-bursa di Asia menutup perdagangan dengan kompak di zona hijau. Sentimen positif dari Wall Street memberi dorongan aksi beli. Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Gudang Garam (GGRM) naik Rp 1.775 ke Rp 53.975, Unilever (UNVR) naik Rp 1.600 ke Rp 40.000, Matahari (LPPF) naik Rp 850 ke Rp 19.000, dan Indocement (INTP) naik Rp 750 ke Rp 23.425. Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Merck (MERK) turun Rp 2.000 ke Rp 140.000, Bank of India (BSWD) turun Rp 1.140 ke Rp 4.560, Plaza Indonesia (PLIN) turun Rp 980 ke Rp 3.000, dan Gowa Makassar (GMTD) turun Rp 400 ke Rp 7.500.

Perdagangan sesi pertama, IHSG ditutup menguat 21,950 poin (0,41%) ke level 5.422,753. Sementara Indeks LQ45 menguat 6,366 poin (0,68%) ke level 943,515. Dua sektor saham masih melemah, yaitu agrikultur dan konstruksi. Delapan sektor lainnya bisa menguat berkat aksi beli investor domestik.

Perdagangan berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi sebanyak 114.347 kali dengan volume 3,506 miliar lembar saham senilai Rp 2,771 triliun. Sebanyak 155 saham naik, 106 turun, dan 88 saham stagnan. Bursa-bursa regional masih kompak bergerak positif hingga siang. Lonjakan tertinggi diraih oleh pasar saham Hong Kong.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Gudang Garam (GGRM) naik Rp 1.425 ke Rp 53.625, Matahari (LPPF) naik Rp 650 ke Rp 18.800, Indocement (INTP) naik Rp 550 ke Rp 23.225, dan Unilever (UNVR) naik Rp 525 ke Rp 38.925. Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Bank of India (BSWD) turun Rp 1.140 ke Rp 4.560, Plaza Indonesia (PLIN) turun Rp 580 ke Rp 3.400, Asahimas (AMFG) turun Rp 200 ke Rp 7.200, dan Austindo (ANJT) turun Rp 200 ke Rp 900.

Diawal perdagangan, indeks BEI dibuka naik 5,81 poin atau 0,11% menjadi 5.406,62, dan indeks 45 saham unggulan (LQ45) menguat 1,47 poin (0,16%) ke level 938,62. Analis Samuel Sekuritas Akhmad Nurcahyadi mengatakan, positifnya pasar saham global menjadi pendorong IHSG BEI bergerak di area positif pada perdagangan saham Selasa (21/4),”Setelah mengalami tekanan yang berkelanjutan dalam beberapa hari terakhir, laju IHSG kembali bergerak menguat, apalagi kondisi bursa saham di regional juga cenderung menguat," katanya.

Kendati demikian, menurut dia, penguatan indeks BEI cenderung terbatas di tengah antisipasi pelaku pasar saham terhadap laporan kinerja emiten pada kuartal I 2015, serta nilai tukar rupiah yang kembali mengalami pelemahan.

Head of Research Valbury Asia Securities Alfiansyah menambahkan, dari dalam negeri, pelaku pasar berharap pelaksanaan konferensi Asia-Afrika (KAA) dapat meningkatkan kerjasama terutama di bidang ekonomi,”Diharapkan ada kerjasama salah satunya di sektor ekspor-impor antara sesama negara Asia-Afrika. Sebanyak 32 Kepala negara pemerintahan dan 86 utusan negara akan menghadiri KAA 2015,”tuturnya.

Selain itu, lanjut dia, diharapkan adanya kesepakatan negoisasi Uni Eropa dan lembaga dana moneter internasional (IMF) dengan Yunani mengenai langkah-langkah reformasi untuk membuka aliran dana talangan tahap berikutnya. Yunani beresiko kehabisan dana dalam beberapa bulan ke depan terkecuali menyetujui program perbaikan ekonomi yang diusulkan oleh kreditur internasional.

Tercatat bursa regional, di antaranya indeks Hang Seng dibuka menguat 334,17 poin (1,23%) ke 27.429,10, indeks Bursa Nikkei naik 154,05 poin (0,78%) ke 19.788,54, dan Straits Times menguat 5,04 poin (0,14%) ke posisi 3.508,10. (bani)