Panorama Optimalkan Bisnis Hotel Jawa Bali

Genjot Pertumbuhan Bisnis 20%

Rabu, 22/04/2015

NERACA

Jakarta – Komitmen pemerintah menggenjot sektor pariwisata dengan membebaskan visa ke 25 negara, sehingga total negara yang akan mendapat bebas visa akan berjumlah 40 negara, menjadi angin segar bagi industri sektor pariwisata dan turunannya. Salah satunya, PT Panorama Sentrawisata Tbk (PANR). Kebijakan pemerintah membebaskan visa, diyakini Panorama akan meningkatkan jumlah wisatawan asing ke Indonesia.

Oleh karena itu, perseroan menatap bisnis pariwisata tahun ini akan tumbuh positif. Kondisi ini tentunya dimanfaatkan Panorama dengan terus mengejar pertumbuhan bisnis lebih agresif lagi. Tahun ini, perseroan menargetkan pertumbuhan sebesar 15-20%. Adapun pada tahun ini, perseroan akan berfokus pada pengadaan hotel di Jawa-Bali, penguatan commerce di sektor travel and leisure, serta peningkatan jumlah event, dan penambahan market size setiap event yang dibuat,”Kami akan mulai memasuki bisnis perhotelan dengan rencana mengakuisisi hotel-hotel berbintang di daerah Pulau Jawa dan Bali,”kata Direktur Utama PANR, Budi Tirtawisata di Jakarta, Selasa (21/4).

Budi menambahkan, rencana yang sedang digodok perseroan ini memasuki tahap finalisasi dan akan dimintakan persetujuan dalam rapat umum pemegang saham (RUPS) mendatang. Sekadar diketahui, pada tahun lalu Panorama Sentrawisata membukukan pendapatan bruto sebesar Rp3,45 triliun, atau naik 30% dari posisi Rp2,64 triliun di 2013.

Sementara untuk laba kotor tercatat mencapai Rp389 miliar, atau naik 19,9% dari posisi tahun 2013. Laba komprehensif perseroan menjadi Rp59 miliar di tahun lalu, atau naik 24,6% dari posisi di akhir 2013. Asal tahu saja, tahun ini Panorama akan menerbitkan obligasi berkelanjutan tahap II sebanyak-banyaknya Rp400 miliar. Tingkat kupon yang ditawarkan sebesar 11% per tahun dengan tenor selama tiga tahun.

Kata Managing Director Mandiri Sekuritas, Iman Rachman, obligasi PANR menawarkan suku bunga kompetitif, juga didukung kondisi keuangan perseroan yang bertumbuh stabil dan didukung oleh industri pariwisata yang sedang berkembang pesat,”Obligasi perseroan telah mendapat peringkat idA- dengan outlook stabil dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo).

Untuk aksi korporasi tersebut, perseroan juga telah menunjuk PT Mandiri Sekuritas dan PT OCBC Sekuritas Indonesia sebagai penjamin pelaksana emisi (underwriter). Perseroan pun telah mencatatkan penerbitan obligasi tersebut ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 20 April 2015. Sedangkan masa penawaran pada 30 April 2015 dan tanggal penjatahan pada 4 Mei 2015.

Renananya, dana hasil penerbitan obligasi ini, kata Iman, perseroan akan mengalokasikan untuk pengadaan hotel sebesar 40%, untuk refinancing utang bank sebesar 10% dan sisanya digunakan untuk modal kerja.

Menurut Iman Rachman, secara umum minat investor terhadap surat utang masih tinggi karena kupon yang ditawarkan cukup tinggi, itu merupakan salah satu langkah antisipasi emiten dalam memperebutkan dana investor. (bani)