Malaysia Ingin Tingkatkan Investasi di Indonesia

Kirim Delegasi Bisnis

Rabu, 22/04/2015

NERACA

Jakarta - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Franky Sibarani mengatakan bahwa pihak Malaysia berkomitmen untuk meningkatkan investasinya di Indonesia. Pasalnya, menurut Franky, Malaysia akan mengirimkan delegasi bisnis yang didampingi oleh emapt atau lima menteri Malaysia untuk ke Indonesia.

Atas momentum tersebut, pihaknya menyambut baik kehadiran para delegasi bisnis dan menteri Malaysia sehingga ia bisa menjelaskan reformasi layanan perizinan investasi yang sudah dijalankan oleh pemerintah serta berbagai kebijakan investasi lainnya. “Saya kira hal itu merupakan komitmen yang cukup kuat dari pihak Malaysia. Mereka akan mengirim 20 hingga 30 pengusaha yang berminat investasi di sektor listrik, jalan tol, perkebunan dan industri makanan,” jelas Franky, Selasa (21/4).

Investasi Malaysia di Indonesia menunjukkan trend peningkatan. Pada tahun 2014, realisasi investasi Malaysia di Indonesia mencapai US$1,77 miliar dan menjadi negara nomor tiga dengan investasi di Indonesia. Jumlah tersebut meningkat drastis dibandingkan dengan realisasi tahun 2013 sebesar US$711,26 juta.

Sementara itu, secara kumulatif realisasi investasi Malaysia di Indonesia secara kumulatif dalam periode 2010-2014 senilai US$4.1 miliar dari 1.898 proyek. Investor Malaysia banyak berinvestasi untuk sektor konstruksi, tanaman pangan dan perkebunan, serta industri makanan. “Potensi investasi Malaysia masih cukup besar karena rasio investasi Malaysia masih mencapai 33 persen. Artinya banyak rencana investasi Malaysia yang bisa didorong untuk segera terealisasi, selain minat baru yang muncul,” tambah Franky.

Realisasi investasi Malaysia di Indonesia yang mencapai US$4,1 miliar dengan rinciannya adalah konstruksi senilai US$1,37 miliar, tanaman pangan dan perkebunan senilai US$1,29 miliar, industri makanan senilai US$532,55 juta, industri kimia dasar, barang kimia dan farmasi senilai US$214,58 juta, sektor transportasi serta telekomunikasi senilai US$142,65 juta. Sementara untuk sebarannya Sumatera sekira US$780,15 juta, Jawa sekira US$ 1,97 miliar, Kalimantan sekira US$ 1,28 miliar, Bali dan Nusa Tenggara senilai US$12,00 juta, Sulawesi senilai US$ 39,41 juta dan Papua senilai US$12,48 juta.

Direktur Promosi Sektoral BKPM Ikmal Lukman menambahkan, saat ini tim pemasaran investasi lembaganya tengah mendalami minat investor Malaysia yang ingin menanamkan modalnya di bidang industri komponen otomotif. “Saat ini mereka sedang melakukan penjajakan dengan pengelola kawasan industri untuk lokasi pabriknya,” ujar Ikmal.

Dalam kesempatan sebelumnya, Presiden Joko Widodo mengatakan bahwa Indonesia membuka kesempatan seluas-luasnya bagi investor Malaysia untuk berinvestasi di Indonesia, khususnya di bidang perdagangan. Para investor ini, tutur Jokowi, terbuka lebar untuk mengerjakan proyek-proyek terutama jalan tol, kereta api, pelabuhan, dan juga investasi power plant (pembangkit listrik). “Kemudian juga disepakati sebuah appraisal bagi persatuan di ASEAN agar dapat ditindaklanjuti," tutur Jokowi.

Sementara itu, Perdana Menteri Malaysia Datuk Seri Najib Tun Razak optimistis perdagangan Malaysia-Indonesia bakal meningkat. Meskipun target perdagangan kedua negara sebelumnya senilai US$ 30 miliar tidak tercapai, menurut Najib, pertumbuhan perdagangan dan investasi kedua negara akan terus berlanjut. “Saat ini, berdasarkan statistik, investasi Malaysia di Indonesia mencapai US$ 3,97 miliar selama 2008-September 2014 dan Indonesia di Malaysia sebesar US$ 1,89 miliar,” kata Najib.

Ia mengaku telah mengatakan kepada Presiden Jokowi bahwa Malaysia sangat menyambut baik investor Indonesia. Sebaliknya, Jokowi juga mengatakan hal yang sama bahwa Indonesia sangat menyambut baik investor Malaysia. “Dia (Jokowi) juga menjelaskan peluang-peluang apa yang ada di Indonesia dan prioritas pemerintah Indonesia,” ujar Najib.

Beberapa waktu lalu, Duta Besar Malaysia untuk Indonesia Datuk Seri Zahrain Muhammad Hasyim menyambangi kantor Wakil Presiden untuk bertemu dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Perwakilan Malaysia ini membicarakan investasi yang akan dilakukan CEO Malaysia di Indonesia. “Investasi juga saya sentuh, sebab kita dalam perancangan untuk membawa beberapa CEO dari Malaysia datang ke Indonesia dan saya telah bicara dengan Wapres, antara Pak Wapres dengan Pak Presiden, salah satu," kata Muhammad Hasyim.

Kedatangan Hasyim bertemu JK ingin mendengar regulasi terkait investasi di Indonesia saat ini. Tujuannya, agar CEO Malaysia bisa memahami dasar-dasar dan peraturan yang telah disampaikan pemerintahan Jokowi-JK. Malaysia, kata dia, ingin ikut berinvestasi dalam beberapa sektor yang digadang-gadang pemerintahan saat ini, seperti yang pernah disampaikan Presiden Jokowi beberapa waktu lalu. Hasyim menyebut ketertarikan Malaysia di bidang infrastruktur. "Tempo hari di kuala Lumpur khususnya dalam bidang maritim, bidang pelabuhan, infrastruktur, listrik, energi dan di bidang yang telah ditetapkan. Itu pokok lah khususnya maritim," pungkas dia.