Bisnis Tiga Pilar Sejahtera Masih Renyah - Raup Laba Rp 331,81 Miliar

NERACA

Jakarta – Masih tumbuhnya positifnya daya beli masyarakat mampu mengerek pertumbuhan kinerja keuangan PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk (AISA) sepanjang tahun 2014 lalu. Emiten yang bergerak di sektor consumer good ini berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp331,81 miliar atau mengalami kenaikan sebanyak 6,90% dari posisi laba Rp310,39 miliar di akhir 2013. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, Selasa (21/4).

Perseroan juga mengungkapkan, laba bersih per saham menjadi Rp110,61 per saham, atau naik dari posisi Rp106,08 per saham di 2013. Laba bruto menjadi Rp1,04 triliun di akhir 2014, atau naik dari posisi laba bruto sebesar Rp913,47 miliar di akhir 2013. Laba usaha menjadi Rp679,74 miliar di tahun lalu, atau naik tipis dari posisi Rp613,23 miliar di akhir 2013. Laba sebelum pajak menjadi Rp484,59 miliar di tahun lalu, atau naik tipis dari posisi Rp449,57 miliar di 2013.

Kemudian laba bersih perseroan yang meningkat itu merupakan sentimen positif dari sisi penjualan bersih perseroan di tahun lalu yang menjadi Rp5,13 triliun, dari posisi penjualan sebesar Rp4,05 triliun di 2013. Beban pokok menjadi Rp4,09 triliun di tahun lalu, atau naik dari posisi bebab Rp3,14 triliun di akhir 2013. Biaya keuangan menjadi Rp195,15 miliar di 2014, aatau naik dari posisi Rp163,66 miliar di 2013.

Adapun posisi aset AISA menjadi Rp7,37 triliun di akhir tahun lalu, atau naik dari posisi aset sebesar Rp5,02 triliun di akhir 2013. Tahun ini, PT Tiga Pilar Sejahtera Food menargetkan pendapatan sebesar Rp7,3 triliun pada 2015. Target tersebut didukung rencana perseroan membangun pabrik baru,”Tahun 2015 target pendapatan kami Rp7,3 triliun. 60% pendapatan dikontribusi dari divisi beras, atau sebesar Rp4,5 triliun dari total pendapatan,” ujar Presiden Direktur AISA, Djoko Mogoginta.

Dirinya memproyeksikan, pabrik yang akan dibangun mampu menopang pendapatan perseroan sebesar 45%. “Kami yakin dengan adanya pembangunan pabrik ini. Semestinya produksi dari pabrik baru bisa terserap ke pasar, mengingat permintaan tinggi,” jelasnya.

Djoko mengatakan, hingga 2020 perseroan menargetkan menguasai pangsa pasar sebesar 5%. Untuk itu, tahun ini perseroan berencana membangun tiga pabrik. Upaya yang sama juga akan dilakukan tahun depan. ”Kami ingin target 5% market share. Saat ini, market share kami 1,25%,” tandasnya.

Asal tahu saja, perusahaan makanan ini siap memperbesar investasi sepanjang 2015. Perseroan akan mengucurkan dana senilai Rp 1 triliun. Jumlah itu meningkat 47,9% dibandingkan belanja modal (capital expenditure/capex) perseroan tahun lalu sebanyak Rp 676 miliar. Sesuai rencana, dana berasal dari kombinasi pendanaan internal dan eksternal.

Direktur Keuangan Tiga Pilar Sjambiri Loe pernah bilang, sebagian besar dana capex akan dipakai untuk ekspansi segmen bisnis beras. Sebanyak Rp 400 – 500 miliar bakal digunakan untuk membangun pabrik penggilingan kelima dan keenam di Sumatera,”Perseroan sebelumnya membidik wilayah Jawa Timur untuk pembangunan pabrik. Namun, setelah melewati proses pengkajian, pabrik dipindahkan ke Sumatera karena akan lebih menguntungkan petani di sana,” kata Sjambiri. (bani)

BERITA TERKAIT

Bisnis Rokok 2018 Ditaksir Makin "Mengepul" - Kenaikan Cukai Lebih Rendah

NERACA Jakarta – Kepulan asap bisnis rokok di tahun depan, diprediksi masih akan tetap tebal seiring dengan rencana anggaran pendapatan…

BI : Kredit Baru Masih Melambat

NERACA Jakarta - Bank Indonesia melalui survei perbankan melihat pertumbuhan kredit baru perbankan pada triwulan III 2017 masih melambat, terutama…

Andalan Finance Raih Pembiayaan Rp270 miliar dari CIMB Niaga

  NERACA Jakarta - PT Andalan Finance Indonesia (Andalan Finance), menandatangani Nota Kesepahaman Bersama (Memorandum of Understanding) fasilitas kredit pembiayaan senilai…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Pendapatan BTEL Susut Jadi Rp 1,51 Miliar

Bisnis telekomunikasi milik PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) terus menyusut. Tengok saja, hingga periode 30 Juni 2017 meraih pendapatan sebesar…

Saham IPO ZINC Oversubscribed 500 Kali

Kantungi dana segar hasil peawaran umum saham perdan atau initial public offering (IPO), PT Kapuas Prima Coal Tbk (ZINC) menyiapkan…

Hotel dan Residensial Beri Kontribusi - Penjualan PP Properti Proyeksikan Tumbuh 60%

NERACA Jakarta – Jelang tutup tahun yang tinggal dua bulan lagi, PT PP Properti Tbk (PPRO) terus bergerilya untuk memenuhi…