Pefindo Beri Peringkat A Obligasi Adhi Karya

PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) kembali menetapkan peringkat kepada perusahaan pelat merah di sektor konstruksi, PT Adhi Karya (ADHI) untuk obligasi berkelanjutan tahap I/2012 dan tahap II/2013 pada idA(sy). Peringkat ini diberikan untuk periode 9 April 2015 hingga 1 April 2016.

Kata analis Pefindo, Haryo Koconegoro, peringkat yang disematkan kepada Adhi Karya karena perseroan memiliki bisnis sektor konstruksi yang kuat di dalam negeri, disamping perseroan juga milik negara dengan margin laba stabil, “Untuk sukuk mudharabah berkelanjutan tahap I/2012 dan tahap II/2013, Pefindo beri peringkat idA(sy),”ujarnya di Jakarta, Selasa (21/4).

‪Dia menjelaskan, Pefindo juga tetap memberikan outlook negatif untuk mengantisipasi tidak terjadinya perbaikan yang signifikan pada kinerja keuangan perusahaan dalam waktu dekat. Peringkat tersebut dapat diturunkan jika perbaikan kinerja keuangan perusahaan di bawah ekspektasi dan bila Adhi Karya melakukan penambahan nilai utang yang signifikan dalam waktu dekat atau terjadi pemburukan lebih lanjut pada bisnis EPC dan terjadi kegagalan dalam bisnis baru perusahaan,”"Di mana bakal memperburuk profil keuangan dan mengakibatkan risiko utang terhadap EBITDA disetahunkan secara konsisten berada di atas 3,5x dan rasio FFO terhadap utang disetahunkan secara konsisten berada di bawah 15 persen secara berturut-turut pada triwulan berikutnya," kata Haryo.

Outlook dapat direvisi menjadi stabil, sambung dia, jika perusahaan dapat memperbaiki struktur permodalan dan proteksi arus kas secara berkelanjutan. Peringkat didukung oleh perusahaan yang kuat di bisnis konstruksi, domestik, keuntungan sebagai perusahaan konstruksi milik negara dan marjin laba yang relatif stabil.

Peringkat tersebut dibatasi oleh leverage keuangan yang agresif dalam jangka menengah, resiko terkait bisnis baru, dan engineering, production, and construction (EPC), dan lingkungan bisnis yang relatif volatile pada industri konstruksi dan properti. (bani)

BERITA TERKAIT

Lagi, SMI Rilis Obligasi Rp 10 Triliun di 2018 - Diminati Investor Asing

NERACA Jakarta – Sukses mencatatkan surat utang atau obligasi di pasar modal, rupanya dirasakan belum cukup bagi PT Sarana Multi…

PT KAI Patok Kupon Obligasi Hingga 8,25%

PT Kerata Api Indonesia (Persero) menetapkan kupon obligasi I tahun 2017 sebesar 7,75%  per tahun untuk seri A tenor 5 tahun…

Aneka Gas Beri Kupon Obligasi Hingga 9,9%

PT Aneka Gas Industri Tbk (AGII) berencana menerbitkan obligasi melalui penawaran umum obligasi berkelanjutan I tahap II tahun 2017 sebesar…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Kantungi Sertifikasi ISO 27001 - XL Tingkatkan Keamanan Data Pelanggan

NERACA Jakarta - PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) berhasil meraih sertifikasi ISO 27001 sebagai standar baku penerapan Information Security…

Investor Saham di Babel Tumbuh Signifikan

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Kantor Perwakilan Pangkalpinang mencatat, jumlah investor pasar modal di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) mengalami…

Renuka Targetkan Ekspor Tambang di 2018

Keyakinan membaiknya harga batu bara di tahun depan, menjadi harapan PT Renuka Coalindo Tbk (SQMI) bila pasar batu bara kembali meningkat.…