Batu Mulia Dorong Pertumbuhan Industri Kreatif - Tren Ekspor Akan Naik

NERACA

Jakarta - Menteri Perindustrian, Saleh Husin mengatakan akan mendorong ekspor batu mulia yang saat ini mengalami tren cukup tinggi. Permintaan batu mulia terus meningkat dan jenis batu mulia yang termasuk dalam sektor industri barang galian bukan logam ini akan menambah ragam produk ekspor Indonesia.

Indonesia, menurut Saleh, mempunyai aneka ragam jenis batu mulia, sedikitnya 45 jenis batu mulia berasal dari sumber bumi Indonesia. “Dari Sumatera, Jawa, Bali, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara Timur, Maluku, sampai Papua memiliki batu mulia dengan kekhasan masing-masing daerah. Tidak mengherankan jika berbagai kolektor atau pedagang dunia banyak mencari berbagai jenis batu mulia di Indonesia yang berkualitas, bagus dan memiliki nilai jual yang tinggi,” paparnya pada acara pembukaan pameran batu mulia di Jakarta, Selasa (21/4).

Saleh menilai, batu mulia adalah produk alam yang mampu membangun dan menumbuhkan industri kreatif. “Kami secara konsisten terus mempromosikan hasil karya terbaik dari para desainer dan perajin Industri Kecil dan Menengah (IKM) kepada masyarakat umum. Peningkatan kualitas produk batu mulia harus ditingkatkan dengan metode penggosokkan yang baik sehingga bisa menembus pasar global,” ujarnya.

Saleh menambahkan, Kegemaran batu mulia tidak terbatas pada status sosial, usia, bahkan gender. “Keunikannya dapat dilihat dari warna, kecerahan, kerasnya batu serta motif pada setiap jenis batu yang sangat beragam. Hal penting lainnya adalah histori dari proses batu itu sendiri,” tuturnya.

Sementara itu, Asosiasi Pengrajin Penambang Pengusaha dan Penggemar Batu Alam (AP4BAT) TAsikmalaya memberi 20 batu mulia jenis Jasper kepada panitia Konfrensi Aisa Afrika (KAA). Batu-batu tersebut diikutsertakan dalam pameran batu mulia dalam rangkaian acara KAA.

Ketua AP4BAT Tasikmalaya, Agoes Rajasa Siadari mengatakan, ada delapan jenis batu mulia Jasper asli bebatuan Tasikmalaya yang disumbangkan pada kepanitian KAA. Tujuannya agar dunia mengenal keunikan batu mulia yang ada di Nusantara."Saat dipamerkan dalam rangkaian acara KAA, Jasper tidak akan kalah keindahannya, mengkilapnya dan tingkat kekerasan," kata Agoes.

Menurut Agoes, batu Jasper Tasikmalaya sangat unik karena hanya ada di Tasikmalaya. Jasper yang motifnya bagus akan memiliki nilai jual yang cukup tinggi. Karena kandungan yang dimiliki batu jenis Jasper juga berbeda dari batu-batu jenis lainnya.

Ahli geologi sekaligus ahli batu mulia, Sujatmiko menjelaskan, batu Jasper merupakan batu mulia, setelah dipoles akan menjadi batu permata setengah mulia. Uniknya, Jasper Tasikmalaya hanya terkonsentrasi di satu tempat. Yakni di sungai Cimedang Kecamatan Pancatengah."Saya sudah keliling ke 25 negara, tidak ada yang seindah taman batu Jasper di Tasikmalaya," ujar Sujatmiko.

Di Cimedang terdapat hamparan batu Jasper, ada yang seberat 60 ton sampai 100 ton. Tidak dipoles pun batu Jasper sudah terlihat mengkilap karena itu keindahan alam. Harapannya, hamparan batu-batuan Jasper yang ada di Cimedang menjadi Geo Park atau taman batu alam. Dilestarikan untuk jadi tempat wisata.

Sebelum batu mulai mulia mempunyai nilai jual yang tinggi. Sebelumnya, pengusaha dari Jepang bekerjasama dengan pengumpul batu di Tasikmalaya. Mereka mengambil batu Jasper dari Tasikmalaya. Setelah diketahui keindahan dan keunikannya. Batu-batu mulia di Nusantara memiliki nilai jual. Kini batu Jasper di Cimedang dilindungi agar menjadi taman batu alam.

Menurut Sujatmiko, upaya membuat taman batu alam tujuannnya agar hamparan batu Jasper yang indah tersebut tidak rusak. Ia menegaskan, sebab tidak ada duanya. Taman batu alam yang pernah ia kunjungi tidak seindah hamparan Jasper yang ada di Cimedang Kabupaten Tasikmalaya.

Related posts