Waspadai Penyakit Jantung Turunan pada Anak

NERACA

Penyakit jantung bawaan yang diderita anak dapat mengganggu tumbuh kembang anak, kata ahli penyakit jantung Rumah Sakit Siloam Kebon Jeruk Jakarta Maizul Anwar.

"Misalnya anak yang diketahui menderita jantung bawaan sejak lahir dan tidak segera ditangani, berakibat tumbuh kembang anak itu menjadi lambat. Seperti belum bisa berjalan padahal seharusnya sudah bisa berjalan, seharusnya sudah bisa bicara sesuai umurnya," ujar dr Maizul Anwar SpBTKV di Jakarta.

Oleh karena itu, anak yang menderita penyakit jantung bawaan perlu segera ditangani. Selain melalui operasi, juga bisa melalui "penambalan" atau "amplatzer occluder".

Beberapa kelainan yang bisa ditangani dengan "penambalan" yakni "patent ductus arteriosus" (PDA) kelainan pada saluran yang menghubungkan antara pembuluh darah yang ada di jantung (aorta dan arteri pulmonalis).

Kemudian "atrial septal defects" (ASD), yang menempati 19 persen penyakit jantung bantuan. Terakhir adalah "ventricular septal defects" (VSD), yang sering ditemukan pada anak dengan persentasi sekitar 20 persen hingga 25 persen.

"VSD bisa menimbulkan peningkatan aliran darah menuju paru-paru sehingga dapat menyebabkan timbulnya gagal jantung," katanya.

Setiap tahun, lanjut dia, ada sekitar 45.000 bayi yang lahir mengalami penyakit jantung bawaan. Tapi sayangnya, hanya sebagian kecil yang mendapat penanganan karena disebabkan sedikitnya dokter spesialis jantung anak dan akses kesehatan.

"Banyak bayi di daerah yang tidak mendapatkan akses kesehatan," katanya.

Selain itu, karena membludaknya pasien yang mengantre di RS jantung seperti RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita.

"Untuk pasien anak-anak bisa mengantre selama setahun. Hal itu menyebabkan banyak anak dengan jantung bawaan meninggal sebelum ditangani," jelas dia.

Maizul yang sebelumnya merupakan dokter di RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita, menyebutkan jalan keluar dari permasalahan itu adalah menambah layanan jantung di daerah.

BERITA TERKAIT

BI: Ekonomi Banten Tumbuh Sangat Baik Pada 2018

BI: Ekonomi Banten Tumbuh Sangat Baik Pada 2018 NERACA Serang - Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Banten Rahmat Hernowo…

Geliat Bisnis Investasi - PII Agresif Sertakan Saham di Anak Usaha IPC

NERACA Jakarta – PT Pelabuhan Indonesia Investama (PII) yang merupakan anak usaha PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) atau IPC, sampai…

Daimler Mulai Produksi Mobil Listrik di China Pada 2019

Daimler akan mulai memproduksi mobil listrik di China pada tahun depan, sebagai cara untuk memenuhi ketatnya kuota anti polusi di…

BERITA LAINNYA DI KESEHATAN

Kadar Gula Darah Tinggi Bahayakan Kesehatan

Upaya menjaga kadar gula darah dan membatasi asupan makanan bergula tak cuma harus diterapkan untuk penderita diabetes, tapi juga semua…

Ini Penyebab Bau Mulut dan Cara Mengatasinya

Meski sepele, tapi bau mulut bisa berdampak pada kepercayaan diri seseorang. Selain itu, bau mulut juga bisa jadi pertanda beberapa…

Mengobati Luka Bakar dengan Bahan Alami

Luka bakar termasuk salah satu jenis luka yang paling sering mampir di tubuh. Luka bakar bisa terjadi saat sedang menggosok…