Astra Otoparts Perkuat Bisnis Ritel

Tambah 400 Gerai Baru

Selasa, 21/04/2015

NERACA

Jakarta – Lesunya pertumbuhan otomotif tahun ini menjadi tantangan bagi PT Astra Otoparts Tbk (AUTO) untuk menekan beban perseroan dengan meningkatkan efisiensi dan dituntut fokus menggarap pasar dalam negeri. Oleh karena itu, tahun ini perseroan akan fokus mengembangkan potensial pasar after market dengan merambah bisnis ritel.

Direktur Utama AUTO, Hamdi Dzulkarnaen mengatakan, tahun ini ada tiga strategi utama perseroan untuk menggenjot pertumbuhan bisnis. Dimana dari ketiga strategi tersebut adalah fokus pada base produk dan perluas pasar after market,”Kita akan optimalkan peluang after market dengan terus menambah gerai baru,”ujarnya di Jakarta, Senin (20/4).

Disebutkan, perseroan tahun ini akan menambah gerai baru dari sebelumnya 335 gerai menjadi 400 gerai. Hal ini dilakukan guna mengoptimalkan bisnis ritel yang dinilai akan tumbuh signifikan. Kemudian terkoreksinya laba tahun lalu yang disebabkan terkoreksinya nilai tukar rupiah, lanjut Hamdi, tidak serta merta membuat perseroan untuk menaikkan harga jual produk Astra Otopart, “Naikkan harga tidak semudah itu, ini harus negosiasi dan termasuk melihat kompetisi pasar,”kata Hamdi.

Namun yang pasti, ditengah lesunya bisnis otomotif, tidak serta membuat ekspansi bisnis Astra Otopart juga ikut kendor. Pasalnya, perseroan akan terus ekspansi ke luar negeri. Disebutkan, negara Asia masih menjadi potensi pasar ekspansi perseroan setelah sukses membangun pabrik di Cina dan di Vietnam untuk produksi rantai sepeda motor dan produksi ban.

Tahun ini, perseroan mengalokasikan belanja modal sebesar Rp 4,5 triliun atau turun tipis dibandingkan belanja modal atau capex tahun lalu Rp 4,6 triliun. Disebutkan, 70% dana belanja modal akan digunakan untuk penambahan kapasitas produksi dan kapasitas building tenaga sumberdaya manusia dan aspeknya.

Selain itu, PT Astra Otoparts Tbk juga bakal membagikan dividen tunai sebesar Rp 347.020.776.000 atau sekitar 40% dari perolehan laba bersih perseroan pada tahun buku 2014 yang sebesar Rp 871,66 miliar. Besaran dividen setara Rp 72 per saham.

Kata Hamdani Dzulkarnaen Salim, rencana pembagian dividen tersebut telah disetujui pemegang saham perseroan melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST),”Dividen itu sudah termasuk dividen interim yang telah dibagikan ke pemegang saham pada tanggal 28 Oktober 2014 lalu, totalnya sebesar Rp 115,67 miliar atau setara Rp 24 per saham. Adapun sisanya sebesar Rp 231,34 miliar atau setara Rp 48 per saham, akan dibayarkan pada tanggal 22 Mei 2015 dengan recording date pada tanggal 30 April 2015," ujarnya.

Dirinya menambahkan, bahwa sebagian perolehan laba bersih perseroan juga ditetapkan untuk cadangan khusus sejumlah Rp 5 miliar. "Dan sisanya, dicatat sebagai laba ditahan perseroan, yang nantinya digunakan sebagai modal kerja dan invetasi," tegasnya. (bani)