Astra Otoparts Perkuat Bisnis Ritel - Tambah 400 Gerai Baru

NERACA

Jakarta – Lesunya pertumbuhan otomotif tahun ini menjadi tantangan bagi PT Astra Otoparts Tbk (AUTO) untuk menekan beban perseroan dengan meningkatkan efisiensi dan dituntut fokus menggarap pasar dalam negeri. Oleh karena itu, tahun ini perseroan akan fokus mengembangkan potensial pasar after market dengan merambah bisnis ritel.

Direktur Utama AUTO, Hamdi Dzulkarnaen mengatakan, tahun ini ada tiga strategi utama perseroan untuk menggenjot pertumbuhan bisnis. Dimana dari ketiga strategi tersebut adalah fokus pada base produk dan perluas pasar after market,”Kita akan optimalkan peluang after market dengan terus menambah gerai baru,”ujarnya di Jakarta, Senin (20/4).

Disebutkan, perseroan tahun ini akan menambah gerai baru dari sebelumnya 335 gerai menjadi 400 gerai. Hal ini dilakukan guna mengoptimalkan bisnis ritel yang dinilai akan tumbuh signifikan. Kemudian terkoreksinya laba tahun lalu yang disebabkan terkoreksinya nilai tukar rupiah, lanjut Hamdi, tidak serta merta membuat perseroan untuk menaikkan harga jual produk Astra Otopart, “Naikkan harga tidak semudah itu, ini harus negosiasi dan termasuk melihat kompetisi pasar,”kata Hamdi.

Namun yang pasti, ditengah lesunya bisnis otomotif, tidak serta membuat ekspansi bisnis Astra Otopart juga ikut kendor. Pasalnya, perseroan akan terus ekspansi ke luar negeri. Disebutkan, negara Asia masih menjadi potensi pasar ekspansi perseroan setelah sukses membangun pabrik di Cina dan di Vietnam untuk produksi rantai sepeda motor dan produksi ban.

Tahun ini, perseroan mengalokasikan belanja modal sebesar Rp 4,5 triliun atau turun tipis dibandingkan belanja modal atau capex tahun lalu Rp 4,6 triliun. Disebutkan, 70% dana belanja modal akan digunakan untuk penambahan kapasitas produksi dan kapasitas building tenaga sumberdaya manusia dan aspeknya.

Selain itu, PT Astra Otoparts Tbk juga bakal membagikan dividen tunai sebesar Rp 347.020.776.000 atau sekitar 40% dari perolehan laba bersih perseroan pada tahun buku 2014 yang sebesar Rp 871,66 miliar. Besaran dividen setara Rp 72 per saham.

Kata Hamdani Dzulkarnaen Salim, rencana pembagian dividen tersebut telah disetujui pemegang saham perseroan melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST),”Dividen itu sudah termasuk dividen interim yang telah dibagikan ke pemegang saham pada tanggal 28 Oktober 2014 lalu, totalnya sebesar Rp 115,67 miliar atau setara Rp 24 per saham. Adapun sisanya sebesar Rp 231,34 miliar atau setara Rp 48 per saham, akan dibayarkan pada tanggal 22 Mei 2015 dengan recording date pada tanggal 30 April 2015," ujarnya.

Dirinya menambahkan, bahwa sebagian perolehan laba bersih perseroan juga ditetapkan untuk cadangan khusus sejumlah Rp 5 miliar. "Dan sisanya, dicatat sebagai laba ditahan perseroan, yang nantinya digunakan sebagai modal kerja dan invetasi," tegasnya. (bani)

BERITA TERKAIT

Sriwahana Ekspansi di Bisnis Paper Mill - Hadapi Kendala Bahan Baku

NERACA Jakarta – Mensiasati kendala keterbatasan bahan baru produksi, khususnya kertas sebagai bisnisnya. PT Sriwahana Adityakarta Tbk (SWAT) bakal melakukan…

Forza Land Hanya Fokus Proyek Eksisting - Jaga Pertumbuhan Bisnis

NERACA Jakarta – Memasuki tahun politik, PT Forza Land Indonesia Tbk (FORZ), emiten yang bergerak dalam bidang perdagangan dan jasa…

Merck Kantungi Dana Segar Rp 1,384 Triliun - Lepas Bisnis Consumer Health

NERACA Jakarta – Emiten farmasi, PT Merck Tbk (MERK) berencana menjual lini usaha consumer health kepada PT Procter & Gamble…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Profil Keuangan Dinilai Stabil - Moody’s Naikkan Peringkat XL Axiata

NERACA Jakarta – Meski pencapaian kinerja keuangan di kuartal pertama 2018 tidak terlalu positif dengan laba bersih terkoreksi 63% dari…

Laba Bersih BULL Melesat Tajam 109,72%

NERACA Jakarta – Di kuartal pertama 2018, PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL) mencatatkan pertumbuhan laba bersih sebesar 109,72% menjadi…

Indo Straits Incar Pendapatan US$ 20,91 Juta

NERACA Jakarta – Tahun ini, PT Indo Straits Tbk (PTIS) menargetkan total pendapatan sebesar US$ 20,91 juta. Operations Director PT…