Hipmi Ingin RI Bentuk Blok Ekonomi Baru

Selasa, 21/04/2015

NERACA

Jakarta - Himpunan Pengusaha Muda Indonesia menginginkan pemerintahan dapat mengambil kesempatan Konferensi Asia Afrika 2015 untuk memprakarsai terbentuknya blok ekonomi baru sebagai salah satu kekuatan global. "Kami berharap agar Indonesia dapat memelopori dan mendorong KAA menjadi blok baru kekuatan ekonomi global," kata Ketua Umum Badan Pengurus Harian Hipmi Pusat, Bahlil Lahadalia, di Jakarta, Senin (20/4).

Menurut dia, KAA 2015 harus menjadi blok baru kekuatan ekonomi global selain hegemoni ekonomi dari Barat yang dominan pada saat ini. KAA, ujar dia, akan menjadi relevan bila diarahkan untuk mempertajam isu-isu perekonomian global yang semakin tidak adil dan hanya menguntungkan blok tertentu.

"Relevansinya di situ. Ada tatanan perekonomian global yang sistemnya menjadi kanalisasi aset-aset negara berkembang mengalir ke negara-negara maju yang menguasai kapital dan forum-forum ekonomi dunia dan lembaga-lembaga keuangan global," jelasnya.

Dengan demikian, Bahlil mengemukakan bahwa dorongan tersebut agar KAA 2015 menjadi penyeimbang forum-forum dan lembaga-lembaga keuangan global yang telah disetir oleh negara-negara Barat melalui institusi seperti WTO, Bank Dunia, IMF, dan ADB.

Pada kesempatan berbeda, Direktur Indef, Eny Sri Hartati mengatakan, dua event internasional, KAA dan World Economic Forum, Indonesia selaku tuan rumah tentu tidak boleh sampai ketinggalan momentum. Dia juga mengingatkan agar pemerintah Indonesia agar tidak kehilangan kesempatan emas tersebut.

"Jadi forum ini (KAA dan WEF) sangat berharga. Hanya persoalannya, kita jangan sampai kehilangan momentum," katanya. Enny mengatakan kesepakatan KAA yang sudah dirancang sejak puluhan tahun lalu. Untuk itu, dalam helatannya kali ini jangan hanya sekadar menghasilkan kesepakatan lagi.

"Sudah jadi rahasia umum bahwa selama ini kesepakatan hanya di atas kertas dan tidak ada perkembangan sama sekali. Artinya, kalau ini bisa langsung ditindaklanjuti maka pemerintah, baik bilateral atau multilateral, bisa langsung terlihat potensi bisnisnya,"pungkasnya. [agus]