Hipmi Ingin RI Bentuk Blok Ekonomi Baru

NERACA

Jakarta - Himpunan Pengusaha Muda Indonesia menginginkan pemerintahan dapat mengambil kesempatan Konferensi Asia Afrika 2015 untuk memprakarsai terbentuknya blok ekonomi baru sebagai salah satu kekuatan global. "Kami berharap agar Indonesia dapat memelopori dan mendorong KAA menjadi blok baru kekuatan ekonomi global," kata Ketua Umum Badan Pengurus Harian Hipmi Pusat, Bahlil Lahadalia, di Jakarta, Senin (20/4).

Menurut dia, KAA 2015 harus menjadi blok baru kekuatan ekonomi global selain hegemoni ekonomi dari Barat yang dominan pada saat ini. KAA, ujar dia, akan menjadi relevan bila diarahkan untuk mempertajam isu-isu perekonomian global yang semakin tidak adil dan hanya menguntungkan blok tertentu.

"Relevansinya di situ. Ada tatanan perekonomian global yang sistemnya menjadi kanalisasi aset-aset negara berkembang mengalir ke negara-negara maju yang menguasai kapital dan forum-forum ekonomi dunia dan lembaga-lembaga keuangan global," jelasnya.

Dengan demikian, Bahlil mengemukakan bahwa dorongan tersebut agar KAA 2015 menjadi penyeimbang forum-forum dan lembaga-lembaga keuangan global yang telah disetir oleh negara-negara Barat melalui institusi seperti WTO, Bank Dunia, IMF, dan ADB.

Pada kesempatan berbeda, Direktur Indef, Eny Sri Hartati mengatakan, dua event internasional, KAA dan World Economic Forum, Indonesia selaku tuan rumah tentu tidak boleh sampai ketinggalan momentum. Dia juga mengingatkan agar pemerintah Indonesia agar tidak kehilangan kesempatan emas tersebut.

"Jadi forum ini (KAA dan WEF) sangat berharga. Hanya persoalannya, kita jangan sampai kehilangan momentum," katanya. Enny mengatakan kesepakatan KAA yang sudah dirancang sejak puluhan tahun lalu. Untuk itu, dalam helatannya kali ini jangan hanya sekadar menghasilkan kesepakatan lagi.

"Sudah jadi rahasia umum bahwa selama ini kesepakatan hanya di atas kertas dan tidak ada perkembangan sama sekali. Artinya, kalau ini bisa langsung ditindaklanjuti maka pemerintah, baik bilateral atau multilateral, bisa langsung terlihat potensi bisnisnya,"pungkasnya. [agus]

BERITA TERKAIT

Perekonomian Indonesia Tumbuh di Tengah Krisis Ekonomi Global

  Oleh: Rizal Arifin, Pemerhati Ekonomi Pembangunan   Kritik oposisi terhadap Pemerintah terkait target pertumbuhan ekonomi dibawah 6 persen mejadi…

Optimisme Ekonomi Tumbuh Positif - Pendapatan Emiten Diperkirakan Tumbuh 9%

NERACA Jakarta – Mempertimbangkan keyakinan masih positifnya pertumbuhan ekonomi dalam negeri menjadi alasan bagi BNP Paribas IP bila pasar saham…

MRT Simbol Peradaban Baru Indonesia

  Oleh : Anisa Rahmawati, Mahasiswa PTN di Jakarta   Salah satu primadona dalam pelaksanaan Nawacita di bawah pemerintahan Presiden…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Pemerintah Bantah Anggaran Bocor Rp392 Triliun

    NERACA   Jakarta - Pemerintah melalui Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi menegaskan, keberhasilan dalam mengidentifikasi pos…

Target RPJMN Bidang Infrastruktur Diyakini Tercapai

      NERACA   Jakarta - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono meyakini bahwa sasaran Rencana…

Indeks Kemudahan Berusaha Turun, Pemerintah Diminta Perbaiki Izin

      NERACA   Jakarta - Pemerintah diminta memberi kepastian pengurusan perizinan konstruksi gedung dan properti. Kepastian pengurusan izin…