Nirvana Development Raup Laba Rp 19,72 Miliar

Tercatat sampai dengan kuartal pertama 2015, emiten properti PT Nirvana Development Tbk (NIRO) membukukan kenaikan laba bersih hingga lima kali lipat dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Melesatnya laba bersih perseroan dipicu melonjaknya penjualan dan pendapatan. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Disebutkan, laba bersih tercatat sebesar Rp 19,72 miliar. Angka ini meningkat 420% diandingkan laba bersih pada Maret 2014 sebesar Rp 3,79 miliar. Penjualan dan pendapatan jasa perseroan melejit hingga tiga kali lipat dari Rp 100,26 miliar menjadi Rp 301,88 miliar.

Perinciannya, penjualan dari kavling menorehkan angka Rp 256,96 miliar. Padahal di tiga bulan pertama tahun lalu, angka penjualan kavling hanya Rp 80,28 miliar. Kemudian, perseroan juga mengantongi fulus dari penjualan ruko sebesar Rp 2 miliar. Tahun lalu, pendapatan ini belum ada. Dari pendapatan berulang, perseroan memperolehnya dari hasil sewa dengan total nilai sebesar Rp 18,62 miliar. Per akhir Maret tahun lalu, pendapatan sewa NIRO hanya Rp 11,6 miliar. Perolehan dari pengelolaan gedung meningkat dari Rp 8,37 miliar menjadi Rp 19,46 miliar.

Lalu, dari bisnis hotel, perseroan bisa meraup pendapatan sebesar Rp 4,82 miliar. Tahun lalu, pendapatan dari jasa ini belum ada. Tingginya penjualan dan pendapatan perseroan mampu menjadi katalis sejumlah beban yang harus ditanggung. Sepanjang kuartal I 2015, beban umum dan administrasi naik dari Rp 10,46 miliar menjadi Rp 18,15 miliar. Kemudian, beban pendapatan operasi lainnya bersih sebesar Rp 4 miliar. Beban pajak perseroan pun bertambah dari Rp 6,32 miliar menjadi Rp 17 miliar.(bani)

BERITA TERKAIT

TKI Diluar Negeri Sumbang Devisa US$5,8 Miliar

    NERACA   Jakarta – Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang berada di luar negeri telah mendatangkan devisa untuk negara…

Hermina Serap Belanja Modal Rp 450,3 Miliar

NERACA Jakarta – Di semester pertama 2018, PT Medikaloka Hermina Tbk. (HEAL) telah menggunakan dana belanja modal senilai Rp450,3 miliar.…

Tunggakan Iuran BPJS Kesehatan Depok Rp93 Miliar

Tunggakan Iuran BPJS Kesehatan Depok Rp93 Miliar NERACA Depok - Kepala BPJS Kesehatan Cabang Depok Maya Febriyanti Purwandari mengatakan jumlah…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Model Bisnis Sangat Potensial - Digitaraya Jadi Investor Strategis Pertama Passpod

NERACA Jakarta – Keseriusan PT Yelooo Integra Datanet (Passpod) untuk segera melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI), menarik banyak perhatian…

Lagi, BEI Suspensi Saham Mahaka Media

Lagi, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan saham PT Mahaka Media Tbk (ABBA) pada perdagngan saham Rabu (19/9).…

Obligasi Masih Ramai di Sisa Akhir Tahun

NERACA Jakarta – Meskipun dihantui sentimen kenaikan suku bunga, potensi pasar obligasi dalam negeri hingga akhir tahun masih positif. “Dengan…