Penjualan Ciputra Capai Rp 1,74 Triliun

Selasa, 21/04/2015

NERACA

Jakarta – Kendatipun saat ini industri tengah melangami perlambatan pertumbuhan, namun PT Ciputra Development Tbk (CTRA) optimis target penjualan tahun ini akan tumbuh. Tercatat sepanjang kuartal pertama 2015, perseroan berhasil membukukan penjualan 17,5% target pra penjualan atau marketing sales perseroan tahun 2015.

Tulus Santoso, Sekretaris perusahaan CTRA mengatakan, dalam tiga bulan pertama ini perseroan telah mengantongi marketing sales sebesar Rp 1,74 triliun. Itu artinya, realisasi pra penjulaan tersebut masih 17,5% mengingat target yang dipatok CTRA hingga akhir tahun sebesar Rp 9,8 triliun atau naik 15% dari realisasi tahun lalu yakni Rp 8,6 triliun.

Sebagian besar marketing sales disumbang dari penjualan proyek landed house atau rumah tapak. Porsinya mencapai 95%,”Proyek yang menyumbang paling besar adalah rumah tapak di Jabodetabek,”paparnya.

Sementara 5% sisanya bersumber dari penjualan proyek apartemen. Tahun ini, CTRA berencana memperluas ekspansi ke beberapa kota mengembangkan proyek-proyek baru terutama proyek rumah tapak. Saat ini sudah ada tiga proyek baru yang sudah pasti yakni kawasan perumahan di Malang, samarinda dan Jayapura.

Di Malang, CTRA akan membangun kawasan resindential di atas lahan seluas 40 hektare (Ha) dengan investasi awal Rp 200 miliar belum mencakup tanah. Tahap pertama perseroan akan mengembangkan 5 ha terlebih dahulu. Di Jayapura juga dikembangkan residential dengan lahan dan investasi yang hampir sama."Saat ini proyek ini masih dalam proses perizinan. Tapi kita targetkan akan launcing akhir tahun ini," ungkap Tulus.

Sebelumnya, Tulus mengatakan CTRA telah menyiapkan anggaran belanja modal (capex) tahun ini senilai Rp 1,5 triliun - Rp 2 triliun. Sumber pendanaan capex berasal dari kas internal dan pinjaman bank dengan porsi 50 : 50. Asal tahu saja, emiten properti PT Ciputra Development Tbk masih optimistis bisa tumbuh meski tantangan cukup besar tahun 2015. CTRA menargetkan pertumbuhan13,6%.

Perseroan mergetkan bisa mengantongi laba bersih Rp 1,5 triliun sepanjang tahun 2015. Ini artinya, perusahaan membidik pertumbuhan 13,6% mengingat laba bersih CTRA tahun lalu mencapai Rp 1,32 triliun. Pertumbuhan ini seiring dengan target pendapatan usaha yang juga ditargetkan tumbuh 10,4% menjadi Rp 7 triliun.

Sepanjang tahun 2014 CTRA membukukan laba bersih sebesar Rp 1,32 triliun, naik 34,6% year on year (yoy). Pertumbuhan ini didukung oleh peningkatan pendapatan usaha perseroan 24% menjadi Rp 6,34 triliun dibanding Rp 5,08 triliun pada tahun 2013.

Pendapatan berulang atau recurring income CTRA tahun 2014 mencapai Rp 1,12 triliun atau berkontribusi 17,6% terhadap total pendapatan. Sedangkan tahun sebelumnya porsi pendapatan berulang perseroan hanya sekitar Rp 837,3 miliar atau berkotribusi 16,5%. Itu artinya, kontribusi pendapatan berulang tahun ini tampaknya akan mengalami perlambatan. (bani)