Chitose Targetkan Penjualan Rp 311 Miliar

Selasa, 21/04/2015

NERACA

Jakarta - PT Chitose Internasional Tbk (Chitose) mengincar pertumbuhan penjualan di level moderat yakni 10% di tahun ini menjadi Rp311 miliar, dari posisi Rp283 miliar di akhir 2014. Sementara laba bersih dipatok lebih optimis dengan pertumbuhan 35% menjadi Rp48 miliar.

Dedie Suherlan, Direktur Utama Perseroan menjelaskan, pertumbuhan laba brsih yang lebih tinggi dari target penjualan oleh karena kiat efisiensi dan optimalisasi distribusi serta inovasi produk baru di tahun ini,”Salah satu perluasan distribusi, kita baru kerjasama untuk produk Zao dari China yang show roomnya di Surabaya. Nanti ada lagi kerjasama joint venture dengan perusahaan Jepang, MoU-nya tanggal 27 April," ungkap Dedie di Jakarta, Senin (20/4).

Dia menjelaskan, strategi efisiensi telah dilakukan sejak 2014 lalu antara lain dengan menekan biaya seperti akibat kenaikan tarif listrik hingga 44%, kenaikan upah dan kondisi politik dan perlambatan ekonomi yang menekan penjualan,”Dengan menekan cost, kendati laba bersih dan penjualan bersih menurun di tahun lalu, tetapi kita bisa improve gross profit 2014 di level 14%, dan operating profit juga tumbuh menjadi Rp36,37 miliar dari posisi 2013 yang sebesar Rp35,96 miliar," jelas dia.

Timotius J Paulus, Direktur Pemasaran Chitose menambahkan, sepanjang 2014 diakui bahwa penjualan lokal turun 0,5%, namun penjualan untuk level kategori banket, restoran, dan hotel malah naik 25%. Penjualan di pasar Indonesia timur juga tumbuh. "Kita ada penambahan outlet sebanyak 10 dan berhasil menaikan omset Rp0,63 miliar," pungkas Timotius.

Sementara untuk pasar ekspor, lanjut dia, mengalamai pertumbuhan sebesar 39%. Antara lain meliputi pasar Jepang naik 20%, Afrika Selatan tumbuh 7 kali lipat, dan market baru di Taiwan tumbuh 100%. "Jadi untuk total pasar ekspor kita, pasar Asia masih mendominasi hinggaa 88%, dan Afrika 22%. Tahun ini kita targetkan minimal 10% dari total penjualan. Kita akan coba kembangkan ke India, atau wilayah Afrika lainnya," jelas Timotius.

Tahun ini, lanjut dia, Chitose juga akan fokus mengembangkan flagship shop di Jawa Timur, mengingat besarnya potensi pertumbuhan perdaganan ritel di area Indonesia timur. Kemudia pembangunan pabrik kedia Chitose di Cimahi-Bandung yang diperkirakan akan mulai beroperasi di kuatal pertama tahun depan.

Fadjar Swastyas, Direktur Keuangan Chitose menambahkan, pembangunan pabrik kedua di Cimahi menelan biaya sebesar Rp21 miliar. Sementara investasi flagship shop di Jawa Timur di kisaran Rp11 miliar. "Total capex kita di 2015 sekira Rp33 miliar," ungkap Fadjar.

Dia menyebutkan, aset lancar Perseroan pada 2014 adalah sebesar Rp204,63 Miliar, tumbuh 46% dari 2013 yang sebesar Rp140,14 Miliar. Total Aset Perseroan juga meningkat 39% pada 2014 yakni menjadi Rp365,09 Miliar dari 2013 yang sebesar Rp262,92 Miliar. Liabilitas Perseroan tercatat menurun pada 6% di 2014 yakni menjadi Rp. 73,45 Miliar dari posisi 2013 yang sebesar Rp. 77,8 Miliar. Sementara total ekuitas Perseroan mengalami peningkatan hingga 58% menjadi Rp291,65 Miliar di 2014, dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp185,12 Miliar.

Kemudian berdasarkan hasil rapat umum pemegang saham, perseroan bakal membagikan dividen sebesar Rp 6 /saham atau 23.6% dari laba bersih perusahaan. (bani)