Pelonggaran Batas atas LDR akan Diberlakukan

Kredit ke UMKM

Senin, 20/04/2015

NERACA

Jakarta - Bank Indonesiaakan segera menerapkan kebijakan makroprudensial yang lebih akomodatif kepada perbankan nasional, salah satunya, pemberian insentif berupa pelonggaran batas atas LDR (loan to deposit ratio) bagi bank yang telah memenuhi kewajiban penyaluran kredit ke usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) secara lebih awal.

Namun demikian, pemberian insentif berupa pelonggaran batas atas LDR bagi perbankan yang telah memenuhi kewajiban penyaluran kredit ke UMKM, belum akan dipastikan kapan berlakunya. Menurut Deputi Gubernur Bank Indonesia, Halim Alamsyah, sejauh ini pihaknya masih akan melihat terlebih dahulu dampak dari kebijakan makroprudensial yang lebih akomodatif ini kepada perbankan nasional.

“Kami akan siapkan simulasinya. Nanti akan terlihat dampaknya seperti apa dan bagaimana penanganannya,” ujar Halim di Jakarta, Jumat (17/4), pekan lalu. Dia mengungkapkan, simulasi tersebut dilakukan agar BI dapat mengetahui berapa ekspansi kredit bank dalam memenuhi kewajiban penyaluran kredit ke UMKM.

"Selama tiga sampai lima tahun ke depan kami ingin tahu berapa ekspansi kredit yang bisa dilakukan perbankan untuk mendukung UMKM. Itu akan terus kita dorong," paparnya. Sementara untuk pertumbuhan penyaluran kredit perbankan ke UMKM terkait dengan pelonggaran batas atas LDR bank, kata Halim, BI belum bisa menyebutkannya.

Pasalnya, sejauh ini bank sentral sendiri masih menghitungnya. “Karena bank per bank itu berbeda-beda kondisi LDR-nya. Kondisi pencapaian minimum rasio UMKM-nya pun berbeda,” ucapnya. Pemberian insentif berupa pelonggaran batas atas LDR bagi bank yang telah memenuhi kewajiban penyaluran kredit ke UMKM, namun belum dipastikan pemberlakukannya. “Kami akan jelaskan lagi ketentuannya nanti. Tapi berlakunya bukan bulan depan (Mei) tapi tahun ini pasti diumumkan,” tutupnya. [ardi]