PNM Genjot Kapasitas Usaha Pelaku UMK - Banda Aceh, Aceh

NERACA

Banda Aceh - Perusahaan pembiayaan milik negara, PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM terus meningkatkan kompetensi pelaku usaha mikro kecil (UMK), khususnya mengubah mindset UMK agar senantiasa cerdik dan tangkas dalam mengembangkan usahanya. Hal ini diwujudkan dengan menggelar pelatihan Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) regular kepada para nasabah mikro binaan perusahaan di Banda Aceh.

“Para wirausahawan kita sering kali jika sudah merasa cukup tidak mau mengembangkan usahanya lebih maju lagi, pola pikir ini lah yang coba kami ubah selain juga memberikan bantuan pembiayaan kepada mereka,” kata Pemimpin PNM Cabang Aceh, Dharmadi di Banda Aceh, Aceh, Jumat (17/4), pekan lalu.

Persaingan saat ini menuntut UMK untuk lebih berinovasi dalam melakukan terobosan baru agar semakin kompetitif di pasar.“Sebagai pengusaha kita harus cerdik dalam melihat peluang dan cepat dalam mengikuti perubahan dengan selalu berinovasi. Kondisi pasar saat ini sangat menuntut pelaku UMK untuk bisa cepat dan tepat menjalankan startegi bisnis usaha. Melalui pelatihan kali ini perseroan berusaha memberikan kiat-kiat mencapai target tersebut,” lanjutnya.

Pelatihan yang diikuti oleh sekitar 80 peserta dari ULaMM Pasar Aceh dan ULaMM Ulee Kareng ini turut pula mendapat perhatian serta apresiasi dari Pusat Layanan Terpadu (PLUT) Banda Aceh yang memngirimkan perwakilannya, Ibu Nurul Fatmawati, sebagai pembicara.

Sementara, Executive Vice President I PNM, Arief Mulyadi, menjelaskan, dalam pelatihan ini para debitur akan diberikan pemahaman, motivasi, dan diskusi strategi untuk mengembangkan usaha mikronya agar lebih berkembang baik dari aspek produksi, distribusi, dan pemasaran. UMK di Aceh mempunyai potensi untuk mengembangkan bisnisnya sesuai dengan potensi bisnis di daerah tersebut seperti makanan tradisional, kerajinan, dan pariwisata.“Pelaku Usaha Mikro dan Kecil (UMK) saat ini semakin mengalami tantangan yang berat untuk tetap bertahan menjalankan bisnisnya. Keunikan produk atau jasa yang ditawarkan akan menjadi nilai unggul bagi mereka untuk tetap bertahan pada sektor bisnis yang ditekuni,” kata Arief.

“Kami juga berharap melalui kegiatan semacam ini dapat menumbuhkan kecintaan masyarakat lokal kota terhadap produk unggulan lokal dengan cara memiliki dan menggunakan produk dalam negeri. Pelatihan ini berupaya membuka wawasan pelaku UMK di Aceh untuk lebih tanggap dalam melihat peta persaingan serta tuntutan perubahan bisnis baik dari aspek produksi, distribusi, hingga pemasaran agar UMK Aceh terus berkembang dan berdaya saing,” tambahnya.

Program PKU memberikan pelatihan dan pendampingan usaha kepada para pelaku UMK. Sehingga, mereka akan mendapakan beberapa manfaat seperti peningkatan kemampuan manajemen usaha, pengembangan pasar dan produk, peningkatan pendapatan baik melalui peningkatan harga jual maupun volume penjualan.Sebagai informasi tambahan hingga akhir Maret 2015 cabang Aceh berhasil mencatatkan total pembiayaan sebesar Rp31 miliar dengan total nasabah penerima manfaat sebanyak 868 nasabah. [mohar]

BERITA TERKAIT

Dunia Usaha - Making Indonesia 4.0 Disebut Pemicu Ekspor Industri Manufaktur

NERACA Jakarta – Industri manufaktur konsisten memberikan kontribusi paling besar terhadap nilai ekspor nasional. Oleh karena itu, pemerintah semakin menggenjot…

Perlu Kajian Matang - HOME Batalkan Divestasi Aset Anak Usaha

NERACA Jakarta – Emiten properti dan juga perhotelan, PT Hotel Mandarine Regency Tbk (HOME) mengurungkan rencana untuk melakukan divestasi atas…

Manfaatkan e-Smart IKM, Omzet Usaha Jaket Tembus Rp 50 Juta

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian semakin serius mendorong pelaku industri kecil dan menengah (IKM) di dalam negeri agar terus memanfaatkan…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

OJK Jalin Kerjasama dengan Kemendagri dan PPATK - Cegah dan Berantas Pencucian Uang

  NERACA   Jakarta - Guna mencegah dan memberantas tindak pidana pencucian uang di Industri Jasa Keuangan, Otoritas Jasa Keuangan…

Gubernur BI Rombak 18 Pejabat

    NERACA   Jakarta - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo, Senin, melantik 18 pejabat baru BI, di antaranya…

BPR Diminta Konsolidasi Untuk Perkuat Modal

    NERACA   Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meminta bank perkreditan rakyat (BPR) yang tidak bisa memenuhi syarat…