Laba Bersih BNI Syariah Bogor Rp4,6 Miliar - Hingga Maret 2015

NERACA

Bogor - PT Bank Negara Indonesia Syariah Cabang Bogor, per Maret 2015, berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp4,6 miliar dengan total aset mencapai Rp343 miliar. Adapun total pembiayaan yang sudah tersalurkan di periode yang sama sebesar Rp332 miliar dengan total dana pihak ketiga (DPK) senilai Rp326 miliar.

Menurut Kepala Cabang BNI Syariah Bogor, Fransiska Siswantari, mayoritas pembiayaan disalurkan untuk pembiayaan griya, rumah pertama dan konstruksi, serta pembiayaan produktif. “Total pembiayaan bulan Januari sampai Maret sudah Rp332 miliar, di mana Rp190 miliar untuk griya dan sisanya Rp142 miliar untuk produktif,” ujarnya, usai peresmian kantor cabang baru BNI Syariah, di Bogor, Jawa Barat, Jumat (17/4), pekan lalu.

Lebih lanjut Siska, panggilan akrabnya, menuturkan, untuk DPK didominasi oleh tabungan dan giro yaitu sebesar 70%. Khusus layanan nasabah prioritas, kata dia, mayoritas menyimpan uangnya dalam bentuk deposito melalui layanan keuangan terpadu, BNI Financial Center. Namun dirinya enggan merinci jumlah nasabah maupun dana kelolaannya.

Tak hanya itu, sejak kantor cabang pindah ke Jl. Pajajaran 63, Bogor, Jawa Barat, pada akhir Maret 2015, Siska mengatakan jumlah nasabah yang membuka rekening ikut meningkat rata-rata 30 - 50 rekening per hari. Padahal, belum sebulan perseroan menjalankan aktivitas bisnisnya.

“Kami baru dua minggu di sini tapi nasabah makin banyak buka rekening. Memang akses sangat berpengaruh. Kami tetap memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi nasabah, tidak hanya di banking hall tetapi juga akses,” ungkapnya.

Dengan demikian, hingga akhir 2015, perseroan menargetkan peningkatan pertumbuhan pembiayaan sebesar 31% dan DPK 26%, serta tetap mengandalkan pembiayaan griya sebesar 60% dan dana murah berupa tabungan dan giro sebesar 70%. Kantor Cabang BNI Syariah Bogor membawahi cabang Cibubur, Cikeas, Sentul, Cibinong dan Tajur.

Hingga Desember 2014, BNI Syariah Bogor membukukan laba bersih sebesar Rp7,1 miliar dengan total aset mencapai Rp338 miliar. Sementara total pembiayaan yang telah disalurkan mencapai Rp326 miliar dengan total dana pihak ketiga (DPK) sebesar Rp322 miliar. [ardi]

BERITA TERKAIT

Investasi Ilegal di Bali, Bukan Koperasi

Investasi Ilegal di Bali, Bukan Koperasi NERACA Denpasar - Sebanyak 12 lembaga keuangan yang menghimpun dana masyarakat secara ilegal di…

Farad Cryptoken Merambah Pasar Indonesia

  NERACA Jakarta-Sebuah mata uang digital baru (kriptografi) yang dikenal dengan Farad Cryptoken (“FRD”) mulai diperkenalkan ke masyarakat Indonesia melalui…

OJK: Kewenangan Satgas Waspada Iinvestasi Diperkuat

NERACA Bogor-Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengharapkan Satuan Tugas (Satgas) Waspada Investasi dapat diperkuat kewenangannya dalam melaksanakan tugas pengawasan, dengan payung…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

PPATK Berhasil Mitigasi Pencucian Uang Senilai Rp10,39 Triliun

    NERACA   Jakarta - Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mencatatkan angka mitigasi pencucian uang yang berhasil…

Pemerintah Tambah Anggaran Subsidi FLPP Rp8,6 Triliun

    NERACA   Jakarta - Pemerintah menyetujui permintaan dari tiga asosiasi pengembang perumahan, yaitu Real Estate Indonesia (REI), Asosiasi…

BCA Syariah Telah Salurkan Pembiayaan UMKM Capai Rp1,01 Triliun

    NERACA   Jakarta - PT Bank BCA Syariah (BCA Syariah) mencatat pembiayaan untuk segmen UMKM sebesar Rp 1,01…