Rajawali Corpora Tidak Mau Ambil Risiko - Boyong Sahamnya Ke Saratoga

NERACA

Jakarta – Tidak mau ambil risiko lebih buruk lagi akibat performance kinerja keuangan PT Exprees Trasindo Utama Tbk (TAXI) yang mencatatkan penurunan laba di 2014 dan juga sebagai langkah diversifikasi investasi, PT Rajawali Corpora, pemegang saham pengendali PT Express Transindo Utama Tbk (TAXI) menjajaki kemungkinan pengalihan seluruh saham sejumlah 1.094.310.000 di perseroan ke PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG).

Dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin, Direktur Express Trasindo, David Santoso mengatakan, sehubungan dengan hal tersebut, Rajawali Corpora dan Saratoga Investama Sedaya telah menandatangani suatu kesepakatan bersama.

Adapun berdasarkan kesepakatan bersama tersebut, syarat-syarat dan ketentuan mengenai pengambilalihan saham-saham perseroan tersebut masih akan dinegosiasikan secara langsung,”Negosiasi tersebut dilakukan antara Rajawali Corpora dan Saratoga Investama Sedaya, antara lain persyaratan mengenai harga pengambilalihan dan syarat-syarat lainnya," tutur David.

Sebagai pembanding, PT Express Transindo Tbk berhasil meraih laba bersih sebesar Rp118,09 miliar di akhir 2014, atau turun dari posisi sebesar Rp131,59 miliar di 2013. Kemudian laba per saham perseroan menjadi Rp55,04 per saham di tahun lalu, atau turun dari posisi sebesar Rp61,72 per saham di 2013.

Laba yang turun tidak memberikan dampak bagi pendapatan perseroan. Pendapatan perseroan menjadi Rp889,72 miliar di akhir 2014, atau naik dari posisi Rp686,91 miliar di 2013. Laba usaha menjadi Rp282,69 miliar di tahun lalu, atau naik dari posisi sebesar Rp221,02 miliar di akhir 2013. Laba kotor menjadi Rp397,57 miliar di akhir 2014, atau naik dari posisi sebesar Rp309,52 miliar di 2013. Laba sebelum pajak menjadi Rp152,57 miliar, atau turun dari posisi Rp183,95 miliar di akhir 2013.

Beban langsung menjadi Rp492,15 miliar di akhir 2014, atau naik dari beban sebesar Rp377,39 miliar di tahun 2013. Beban umum menjadi Rp114,87 miliar di 2014, atau naik dari posisi Rp88,49 miliar di 2013. Beban lain-lain bersih menjadi Rp130,12 miliar di 2014, atau naik dari posisi Rp47,07 miliar di 2013. Adapun total aset perseroan per Desember 2014 menjadi Rp3,01 triliun atau naik dari posisi aset sebesar Rp2,13 triliun di akhir 2013.

Sementara laba bersih PT Saratoga Sedaya Investama Tbk sepanjang 2014 melesat hingga lebih dari tiga kali lipat. Laba bersih perseroan tahun lalu tercatat sebesar Rp 802,92 miliar. Sebagai perbandingan, laba bersih SRTG di tahun 2013 sebesar Rp 245,91 miliar. Melejitnya laba bersih ini sejalan dengan meningkatnya pendapatan bersih perseroan. Pendapatan bersih Saratoga di tahun lalu sebesar Rp 6,12 triliun.

Angka ini meningkat dari realisasi tahun sebelumnya yang sebesar Rp 3,65 triliun. Sandiaga Salahuddin Uno, Presiden Direktur SRTG mengatakan, pertumbuhan bisnis perseroan ditopang oleh sektor infrastruktur dan sumber daya alam (SDA),”Tri Wahana Universal berhasil meningkatkan produksi rata-rata harian dari 8,736 barel minyak per hari (bopd) menjadi 13,976 bopd," ujar Sandiaga.

Tri Wahana Universal merupakan anak usaha Saratoga yang bergerak di bidang penyulingan minyak. Kemudian, PT Provident Agro Tbk (PALM) juga berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp 168 miliar. Di bisnis infrastruktur, PT Lintas Marga Sedaya, perusahaan investeeSaratoga yang membangun jalan tol Cikampek-Paliman telah menyelesaikan konstruksi sebesar 80%. Adapun, panjang tol ini mencapai 116 kilometer (km). (bani)

Related posts