Intermedia Bagikan Dividen Rp 39,21 Miliar - Ditopang Pertumbuhan Bisnis VIVA

NERACA

Jakarta – Berhasil membukukan pertumbuhan laba bersih melesat 196,8% di tahun 2014, menjadi kabar gembira bagi pemegang saham PT Intermedia Capital Tbk (MDIA). Pasalnya, perseroan bakal membagikan dividen atau hasil untung kepada pemegang saham sebesar Rp39,21 miliar atau setara 11,1% dari perolehan laba sebesar Rp353 miliar di 2014.

Erick Thohir, Presdien Direktur PT Intermedia Capital Tbk mengatakan, perolehan laba bersih yang tumbuh signifikan menjadi alasan bagi perseroan untuk membagikan dividen, “RUPS tahunan perseroan menyetujui pembagian dividen kepada pemegang saham. Ini merupakan pembagian dividen kedua sejak kami resmi IPO di tahun lalu,”ungkapnya di Jakarta, kemarin.

Erick menjelaskan, pembagian dividen merupakan bentuk komitmen dan juga merupakan nilai tambah yang diberikan kepada pemegang saham. Sementara sisa laba akan dikuatkan menjadi modal dan ekspansi bisnis perseroan kedepannya.

Kinerja yang cukup baik di tahun lalu, menurut dia, tidak terlepas dari performa kinerja anak usahanya yaitu ANTV yang memberikan konten-konten menarik,”Pangsa pasar pemirsa ANTV naik 11,2% di tahun lalu, dari pertumbuhan 6,7%di 2013," jelas dia.

Berdasarkan survey Nielsen 2014 untuk kategori 'all people', sebelum penayangan Piala Dunia (1 April-12 Juni) pangsa pemirsa ANTV berada diposisi 9,5%. Selama Piala Dunia berlangsung, pangsa pemirsa ANTV naik menjadi 14,3% dan setelah tayangan piala dunia berakhir (15 Juli-3 Desember), rating ANTV di level 12,7%.

Sementara itu, analis pasar modal dari PT Asjaya Indosurya Securities, William Suryawijaya mengatakan, industri televisi nasional memiliki prospek yang positif untuk jangka panjang, hal itu seiring dengan tingkat pertumbuhan ekonomi domestik yang terus meningkat dan daya beli konsumen yang semakin baik,”MDIA bersama dengan induknya VIVA merupakan perusahaan berbasis industri media yang benar-benar fokus pada segmennya masing-masing. Dengan fokus pada segmennya, maka dampaknya pada kinerja keuangan juga ikut positif,”ungkapnya.

Laba VIVA Tumbuh 34,5%

Asal tahu saja, Intermedia Capital meraih laba bersih sebesar Rp353 miliar di 2014, atau naik tajam 196,8% dari posisi Rp118,9 miliar di 2013. Sementara anak usahanya, PT Visi Media Asia Tbk (VIVA) membukukan pendapatan sebesar Rp2,25 triliun atau naik 34,5% sepanjang 2014 dari posisi pendapatan sebesar Rp1,67 triliun di akhir 2013.

Kata Direktur Utama VIVA Anindya N. Bakrie, selama tiga tahun perseroan berhasil meraih pertumbuhan pendapatan di atas 25%, lebih tinggi dari pertumbuhan industri mencapai 10,8%,”Tahun lalu, perseroan berhasil mendorong bisnis untuk tumbuh di atas rata-rata. Prestasi yang diraih dengan baik oleh perseroan terus didukung pemegang saham,”ujarnya.

Pendapatan yang diraih perseroan memiliki dampak positif bagi laba bersih sepanjang tahun lalu menjadi Rp143,9 miliar. Laba bersih sepenuhnya digunakan untuk modal dan pengembangan bisnis perseroan."Dengan laba yang diraih untuk dijadikan modal telah disetujui oleh para pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) tahunan," ungkapnya.

Sebagai informasi, VIVA berhasil meraih laba bersih mencapai Rp143,93 miliar di 2014, naik 34,02% dari posisi laba Rp107,39 miliar. Peningkatan laba membuat pendapatan perseroan naik hingga menjadi Rp2,25 triliun. Total aset perseroan sepanjang tahun lalu menjadi Rp6,15 triliun di 2014, atau naik dari posisi Rp5,30 triliun di akhir 2013. (bani)

BERITA TERKAIT

Bisnis Rokok 2018 Ditaksir Makin "Mengepul" - Kenaikan Cukai Lebih Rendah

NERACA Jakarta – Kepulan asap bisnis rokok di tahun depan, diprediksi masih akan tetap tebal seiring dengan rencana anggaran pendapatan…

Andalan Finance Raih Pembiayaan Rp270 miliar dari CIMB Niaga

  NERACA Jakarta - PT Andalan Finance Indonesia (Andalan Finance), menandatangani Nota Kesepahaman Bersama (Memorandum of Understanding) fasilitas kredit pembiayaan senilai…

Mitra Sociopreneurs Muda DBS Berbagi Kiat Sukses - Dukung Pertumbuhan Wirausaha Sosial

Membangun kemandirian ekonomi kaum wanita saat ini bukan lagi menjadi pilihan tetapi juga kebutuhan. Oleh karena itu, dalam rangka memberdayakan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Pendapatan BTEL Susut Jadi Rp 1,51 Miliar

Bisnis telekomunikasi milik PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) terus menyusut. Tengok saja, hingga periode 30 Juni 2017 meraih pendapatan sebesar…

Saham IPO ZINC Oversubscribed 500 Kali

Kantungi dana segar hasil peawaran umum saham perdan atau initial public offering (IPO), PT Kapuas Prima Coal Tbk (ZINC) menyiapkan…

Hotel dan Residensial Beri Kontribusi - Penjualan PP Properti Proyeksikan Tumbuh 60%

NERACA Jakarta – Jelang tutup tahun yang tinggal dua bulan lagi, PT PP Properti Tbk (PPRO) terus bergerilya untuk memenuhi…