Kadin Harap Wirausaha Muda Lebih Meningkat

Senin, 20/04/2015

NERACA

Jakarta – Kamar Dagang dan Industri Indonesia menganggap jiwa kewirausahaan anak muda perlu ditumbuhkan seiring dengan semakin dekatnya persaingan pada pasar bebas ASEAN. "Optimisme pertumbuhan ekonomi pada masa mendatang salah satunya tercermin dalam jiwa kewirausahaan khususnya anak-anak muda," kata Wakil Ketua Kadin Indonesia pusat yang juga CEO Lippo Group James T Riady pada acara business sharing Kadin di Crowne Hotel Semarang, Jumat, dikutip dari Antara di Jakarta, Minggu.

Menurutnya, semakin banyak kalangan muda yang menggerakkan kreativitas dan membangun sebuah usaha maka pertumbuhan ekonomi Indonesia akan semakin baik. "Dalam hal ini yang bisa berkreasi tanpa batas adalah swasta yaitu pelaku usaha, sedangkan porsi Pemerintah sangat terbatas. Meski demikian, Pemerintah perlu memberikan dukungan nyata," katanya.

Salah satu upaya Pemerintah untuk mendukung sektor usaha tersebut melalui kebijakan yang dikeluarkan. Pihaknya berharap, kebijakan dari Pemerintah terkait dunia usaha tidak memberatkan kalangan pengusaha itu sendiri. "Pemerintah harus menyadari sepenuhnya bahwa yang bisa menciptakan lapangan kerja yang luas adalah pihak swasta, sehingga perlu didukung," katanya.

Sementara itu, pihaknya juga berharap agar pihak perbankan juga memberikan fasilitas agar calon pengusaha tersebut bisa mengembangkan usaha mereka. "Dalam hal ini tugas perbankan adalah memberikan modal terutama bagi yang memiliki ide tetapi tidak memiliki modal. Itulah yang dilakukan bankir sejati," katanya.

Sedangkan Kadin sendiri berupaya untuk memberdayakan para calon pengusaha di antaranya melalui pelatihan dan pendampingan agar para pelaku usaha muda tersebut semakin produktif dan bisa memperluas pasar.

Sebelumnya, Himpunan Pengusah Muda Indonesia (Hipmi) mendorong munculnya wirausaha muda yang memiliki visi global guna mengantisipasi pemberlakukan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) akhir tahun ini. Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri Badan Pengurus Pusat Hipmi Hardini Puspasari mengatakan adanya perubahan yang semakin cepat dan persaingan yang semakin kompetitif dalam kompetisi ekonomi dunia menyebabkan kebutuhan akan entrepreneur atau wirausaha muda yang bervisi global perlu terus ditingkatkan.

Untuk itu, katanya, pihaknya terus mendorong tumbuhnya wirausaha muda bervisi global yang mampu bersaing di dunia internasional dan berkontribusi besar dalam pembangunan dan pertumbuhan ekonomi Indonesia. "Kami inginkan para wirausaha muda itu memiliki visi global, artinya dari yang tadinya jobseeker menjadi jobcreator, dan harus memiliki daya saing di tingkat global," katanya di Jakarta, dilansir Antara.

Menurutnya, dengan adanya cara audiensi tersebut diharapkan bisa saling membagi dan menukar informasi mengenai bagaimana menghadapi tantangan global di saat dunia sedang mengalami perlambatan ekonomi. "Selain itu kita juga belajar bagaimana pengusaha muda Indonesia bisa mengembangkan usahanya di kawasan ASEAN dan bagaiman menghadapi tantangannya," ujarnya.

Ia mengungkapkan, tantangan wirausaha muda, terutama sektor UKM saat ini diakuinya sangat berat, salah satunya tingginya tingkat suku bunga kredit yang diberlakukan oleh perbankan. Apalagi, tambahnya, saat ini pun pemerintah belum sepenuhnya dapat memberikan fasilitas kepada pengusaha pemula.

"Sektor UKM masih susah sekali untuk bangkit, terutama dalam hal 'promotion', 'branding', 'packaging' dan perlindungan hak cipta. Padahal kita harus akui dan boleh bangga dengan UKM kita yang mampu menopang pertumbuhan ekonomi di saat krisis dengan segala keterbatasan yang ada," tambahnya.

Dalam audiensi ini, lanjut Hardini, mereka yang hadir dari Harvard pun belajar dari para wirausaha muda Indonesia dan mereka juga sempat menyampaikan apresiasinya atas kemampuan UKM di Indonesia dalam mengahdapi krisis ekonomi beberapa tahun lalu. "Program ini bagus sekali, mengingat wirausaha muda kita nantinya akan menjadi leader, dan teman-teman di Harvard juga akan menjadi leader di dunia," katanya.

Menurutnya, untuk menjadi negara yang sukses tentunya harus memiliki networking yang baik, dan acara ini adalah momentum untuk memulainya. Karena dalam persaingan global kita juga perlu belajar bagaimana negara lain bisa sukses di kancah global. "Apalagi kita sudah harus menghadapi MEA, dimana penguatan daya saing adalah kunci sukses mengahdapi persaingan global," katanya.

Secara terpisah, pada kesempatan sebelumnya, Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Wilayah Provinsi DKI Jakarta mendukung kebijakan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah yang akan menerapkan kebijakan proses pengurusan izin usaha kecil dan menengah (UKM) pada 2015 yang cukup dengan satu lembar kertas.

Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Wilayah Provinsi DKI Jakarta, Iskandarsyah Ramadhan Datau Gobel mengungkapkan, kebijakan ini akan meningkatkan daya saing dan kapasitas usaha kecil menengah ke depan. Bahkan, kata dia, izin satu lembar kertas ini telah lama digagas oleh Hipmi.

“Izin satu lembar ini sudah lama disuarakan senior-senior Hipmi. Namun baru kesampaian tahun ini. Kita sangat setuju,” ujar Rama Datau, di Jakarta, Senin (5/1). Dia juga mengatakan, salah satu penghambat berkembangnya UKM di Tanah Air adalah kesulitan mengurus perizinan.