Telkom Targetkan Pendapatan Rp 100 Triliun

Jalankan Tiga Strategi Utama

Senin, 20/04/2015

NERACA

Jakarta – Besarnya penetrasi smartphone di dalam negeri, masih menjadikan peluang pasar yang menjanjikan. Oleh karena, PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) sebagai leader market di industri telekomunikasi menargetkan pendapatan Rp100 triliun di tahun ini, atau naik sekitar 11% dari posisi pendapatan sebesar Rp89,7 triliun di tahun lalu.

Direktur Utama PT Telkom Tbk, Alex J Sinaga mengatakan, untuk meningkatkan pendapatan di tahun ini, perseroan bakal menjalankan tiga fokus utama. Fokus pertama, Telkomsel "Maintain Double Digit Growth". Fokus Kedua, Indonesia Digital Network "Drive Digital Business", ini dilakukan agar menjadi The King of Digital. Fokus ketiga, perseroan bakal berekspansi secara internasional "Stretch & Expand International Business",”Kami telah melakukan ekspansi bisnis Global dan menargetkan footprint di 10 negara, Telkom telah berhasil menjalankan bisnisnya di Singapura, Hong Kong, Timor Leste, Australia, Myanmar, Malaysia, Taiwan, Macau, USA dan Saudi Arabia,”ungkapnya di Jakarta, kemarin.

Alex bilang, dalam menjalankan ekspansi bisnis internasional, Telkom menerapkan MPTN entry strategy, yaitu business follows the money, business follows the people, business follows the traffic, dan business follows the network. Selain itu, guna mendukung bisnis internasional, perseroan melalui entitas anak usaha, Telin, telah bekerja sama dan tergabung dengan perusahaan telekomunikasi global melalui konsorsium South East Asia-United States (SEA-US). Hal itu dilakukan perseroan dalam membangun jaringan infrastruktur telekomunikasi internasional.

Tahun ini, perusahaan telekomunikasi milik pemerintah ini mengalokasikan dana belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar 25-30% dari posisi pendapatan Rp89,7 triliun di 2014. Jumlah ini setara dengan Rp22,42 triliun-Rp26,91 triliun,”Dana capex akan dialokasikan kepada beberapa lini. Sebesar 60% akan digunakan untuk penguatan infrastruktur broadband mobile yaitu Telkomsel, 30% akan difokuskan pada broadband darat maupun laut, sedangkan sisanya 10% untuk anak usaha atau bisnis lainnya,”ujar Alex J Sinaga.

Pengurangan total dividen pada tahun ini, perseroan bakal lebih fokus dalam mengembangkan bisnisnya. Perseroan pun bakal menganggarkan dana capex dari kas internal, di mana posisi sisa laba bersih perseroan hampir mencapai Rp6 triliun,”Dalam RUPS tahunan kami bagikan dividen 60% dari laba tahun lalu, menaikkan capex tahun ini, karena ada pengurangan dividen, di mana tahun lalu dividen sampai 70%," ungkap dia.

Asal tahu saja, berdasarkan hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) menyetujui setoran dividen sebesar Rp8,8 triliun atau 60% dari laba tahun buku 2014 yang mencapai Rp14,6 triliun,”Alokasi dividen terdiri atas dividen tunai Rp7,3 triliun atau sebesar Rp74,55 per lembar, dan spesial dividen sebesar Rp1,5 triliun atau sebesar Rp14,91 per lembar saham," kata Alex J Sinaga.

Kemudian dividen per lembar saham tersebut berdasarkan jumlah saham yang telah dikeluarkan yaitu sebesar 98,18 miliar lembar saham dan akan dibayarkan sekaligus pada 21 Mei 2015. Sekadar diketahui, pendapatan Telkom pada tahun lalu menjadi Rp89,69 triliun, atau naik dari posisi pendapatan sebesar Rp82,96 triliun di 2013. Pendapatan yang meningkat memberikan dampak positif bagi laba perseroan di tahun lalu menjadi Rp14,63 triliun di 2014, atau naik tipis dari posisi laba Rp14,02 triliun di 2013. (bani)