PNM Latih Tata Kelola Keuangan PKU Cibitung

Jumat, 17/04/2015

NERACA

Jakarta – Lembaga keuangan non-bank milik negara yang dikhususkan bagi pemberdayaan usaha mikro kecil dan menengah (UMK), PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau yang lebih dikenal sebagai PNM, terus menggenjot jumlah nasabah pelaku UMK di seluruh nusantara. Pemberdayaan UMK tidak bisa dilakukan sendiri oleh pemerintah melainkan harus ada sinergi yang kuat dan kerja sama lintas sektoral dengan seluruh pihak terkait. Untuk itulah PNM melalui cabang Jakarta kembali melaksanakan pelatihan Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) di wilayah Cibitung.

Kalangan pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMK) perlu didorong motivasinya untuk terus meningkatkan jaringan Pemasarannya. Hal ini dimaksudkan agar pelaku UMKM menjadi wirausahawan yang unggul dan berdaya saing. Pelatihan ini merupakan implementasi dari program Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) yang rutin dilaksanakan oleh PNM selama ini. Minimnya pengetahuan akan pentingnya pemasaran pada sebuah produk menjadi gagasan utama perseroan untuk menyelenggarakan pelatihan ini.

Executive Vice President I PT PNM (Persero), Arief Mulyadi menjelaskan, selain menjalankan bisnis utamanya di sektor pembiayaan mikro, PNM juga giat melaksanakan program Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) dan penyediaan jasa manajemen bagi para pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Salah satu faktor yang melandasi pelaksanaan PKU adalah karena umumnya pelaku UMKM belum dapat melaksanakan usaha dan produksinya secara optimal, baik karena masalah modal kerja, minimnya teknologi, dan akses pasar yang terbatas.

“Pelatihan PKU kepada debitur UMKM ini dilaksanakan secara tatap muka, dengan peserta yang heterogen dan modul pelatihan generik, serta mendatangkan motivator dan praktisi usaha yang sukses di bisnisnya,” katanya di Jakarta, Kamis (16/4).

Pelatihan ini diikuti oleh sekitar 75 peserta yang merupakan nasabah Unit Layanan Modal Mikro (ULaMM) PNM. Tema yang diangkat “Mengatur Keuangan Menuju Keluarga Sejahtera”, memang dipilih menyesuaikan dengan mulai banyaknya keluarga yang menjadi wirausaha. Turut pula menghadirkan pembicara dari Mien R Uno Foundation.

Pemimpin Cabang Jakarta, Mariatin Sri Widowati, menjelaskan dengan pelatihan rutin yang kerap dilakukan pada nasabah kami di wilayah Jakarta dan sekitarnya, dapat mengubah mind set sehingga mereka terus berinovasi agar usahanya semakin maju dan berdaya saing. PNM merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang didirikan oleh pemerintah dengan misi pemberdayaan usaha mikro kecil di seluruh Indonesia.

“Pelatihan ini merupakan pelatihan kedua kalinya yang diadakan oleh cabang Jakarta. Untuk tahun ini kami merencanakan akan melaksanakan 5 (lima) kali pelatihan regular dan pembentukan 2 klaster usaha,” ungkapnya.

Nasabah yang hadir kali ini memiliki bidang usaha sembako, sayur, kontrakan, material, sparepart, rumah makan, hingga produksi boneka. Keanekaragaman usaha seperti inilah yang menjadi keunikan daru UKM yang mampu bertahan didera krisis ekonomi beberapa waktu silam.

Disampaikan pula kinerja pembiayaan dari PNM cabang Jakarta yang mengalami peningkatan sebesar 11,5% untuk total penyaluran periode bulan Maret 2014, meningkat dari Rp201,6 miliar menjadi Rp224,8 miliar pada Maret 2015. Untuk tahun ini cabang Jakarta menyiapkan dana sekitar Rp190 miliar untuk pembiayaan dan pengembangan UMK di wilayah Jabodetabek. [mohar]